Hutama Karya Bangun Gedung MA–MPR Kombinasi Modern Nusantara dan Teknologi Canggih di IKN

Hutama Karya Bangun Gedung MA–MPR Kombinasi Modern Nusantara dan Teknologi Canggih di IKN

Desain fasad Gedung dan Kawasan Mahkamah Agung di IKN mengadopsi karakter arsitektur modern yang dipadukan dengan identitas nusantara. Elemen Talawang khas Dayak menghiasi fasad sebagai simbol pelindung keadilan. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) memperluas kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui penandatanganan kontrak pembangunan Gedung dan Kawasan Lembaga Yudikatif Mahkamah Agung (MA) serta Gedung dan Kawasan Lembaga Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung pada Kamis (4/12/2025), di Ruang Serbaguna Kantor Kemenko IV, Tower 1 KIPP IKN, bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, mulai dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Aswin Grandiarto Sukahar, Direktur Sarana Prasarana Dasar Cakra Nagara, Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi, EVP Divisi Gedung Nyoman Endi Mahendra, serta manajemen KSO Hutama Karya–Wijaya Karya–BAP dan Hutama Karya–Jaya Konstruksi. Kehadiran seluruh pihak tersebut menandai komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan pusat pemerintahan Indonesia di IKN.

Pembangunan Kawasan Yudikatif: Mengusung Identitas Lokal dengan Teknologi Modern

Gedung dan Kawasan Mahkamah Agung beserta Plaza Keadilan akan dikerjakan oleh KSO Hutama Karya–Jaya Konstruksi di atas lahan seluas 79.179 meter persegi dengan total luas bangunan 55.752 meter persegi. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kegiatan peradilan nasional, mencakup ruang sidang, pusat layanan publik, serta konektivitas langsung dengan Plaza Yudikatif sebagai ruang publik pemerintahan.

Bangunan ini mengadopsi karakter arsitektur modern yang dipadukan dengan identitas nusantara. Elemen Talawang khas Dayak menghiasi fasad sebagai simbol pelindung keadilan. Identitas lokal diperkuat lewat pemakaian material alami seperti batu alam, laminated wood, hingga rotan sintetis. Motif tenun nusantara disematkan pada bagian overstek untuk berfungsi sebagai peneduh matahari sekaligus memperkuat karakter lokal yang efisien energi.

Konsep panggung (pilotis) diterapkan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan menyediakan ruang terbuka di bawah bangunan. Selain itu, teknologi seperti Intelligent Sun Control System diterapkan untuk mendukung efisiensi energi dan kenyamanan pengguna.

Gedung MPR Ikon Baru Kawasan Legislatif IKN

Pembangunan Gedung dan Kawasan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi bagian penting lain dari proyek ini. Dikerjakan oleh KSO Hutama Karya–Wijaya Karya–BAP, kawasan seluas 74.196 meter persegi tersebut mencakup Gedung MPR, Museum, Masjid, serta beragam fasilitas pendukung. Kawasan ini akan terhubung dengan Plaza Demokrasi atau Serambi Musyawarah sebagai ruang publik yang menjadi pusat aktivitas legislatif.

Arsitektur Gedung MPR menekankan karakter institusional yang kuat dengan penerapan konsep pilotis—yang memberikan kesan bangunan megah dan responsif terhadap kondisi lahan. Aksen Wastra Nusantara ditampilkan pada area drop-off sebagai simbol penguatan identitas budaya.

Konsep breathable diterapkan untuk memperkuat sirkulasi udara, sedangkan fitur green & sustainable seperti sky garden, photovoltaic, hingga rainwater harvesting diterapkan untuk mendukung efisiensi energi jangka panjang. Pendekatan Modern Nusantara menjadikan gedung ini tidak hanya fungsional tetapi juga representatif sebagai ikon kawasan legislatif nasional.

Integrasi Kawasan Pemerintahan yang Mengutamakan Efisiensi dan Keamanan

Baik kawasan MA maupun MPR dirancang melalui pendekatan institusional yang menekankan efisiensi ruang, keamanan, serta konektivitas antarfasilitas. Seluruh area dihubungkan melalui jalur pedestrian, vegetasi hijau, dan plaza publik yang mendukung interaksi serta aktivitas kerja lembaga negara.

Dalam acara penandatanganan, Kepala Otorita IKN menegaskan pentingnya standar kualitas dalam setiap proyek pembangunan. “Mutunya jangan menurun, setiap pekerjaan harus lebih baik dari sebelumnya, baik dari waktu, mutu, maupun kualitas. Kita membangun kota ini bersama, dan standar itu harus menjadi pegangan,” ujarnya.

Pemanfaatan Teknologi dan Rekam Jejak Proyek Strategis Hutama Karya

Untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu dan sesuai standar, Hutama Karya menerapkan sejumlah teknologi konstruksi terintegrasi, seperti LiDAR, BIM 360, dan HK Shield. Ketiga teknologi ini digunakan mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan untuk meminimalkan risiko kesalahan, memastikan efisiensi, dan menjaga kualitas hasil pembangunan.

Sebelumnya, Hutama Karya telah merampungkan sejumlah proyek strategis di IKN, antara lain Rusun ASN 2, fasilitas sisi darat Bandara VVIP, Terminal VVIP, kawasan Sarana Prasarana IB, Rumah Sakit Vertikal IKN, serta Gedung Kemenko 2. Rekam jejak tersebut menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menangani pembangunan hunian, fasilitas pemerintahan, transportasi, dan utilitas yang kompleks.

Komitmen Perusahaan dalam Mendukung Infrastruktur Pemerintahan

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan proyek ini.

“Pembangunan kawasan yudikatif–legislatif ini merupakan amanah penting bagi Hutama Karya sebagai BUMN yang berperan dalam mendukung infrastruktur pemerintahan. Proyek ini akan menjadi elemen utama dalam pembentukan pusat pemerintahan Indonesia di IKN,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan penerapan QHSSE berbasis Zero Fatality serta penguatan mutu di setiap tahap.

“Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan terkontrol melalui teknologi konstruksi terintegrasi serta penerapan QHSSE dengan prinsip Zero Fatality. Penguatan mutu kami terapkan di setiap tahap agar hasil pembangunan memenuhi standar kualitas dan selesai tepat waktu untuk mendukung tata kelola pemerintahan di IKN,” tutup Mardiansyah. (*)

Baca Juga

Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Progres Pengerjaan Lembah Anai Capai 73 Persen, Akses Padang–Bukittinggi Dibuka 24 Jam
Progres Pengerjaan Lembah Anai Capai 73 Persen, Akses Padang–Bukittinggi Dibuka 24 Jam