Sumbardaily.com, Padang – Prakiraan Cuaca Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (17/1/2026), menunjukkan kondisi atmosfer yang relatif aktif di hampir seluruh wilayah provinsi tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman memperkirakan cuaca berawan hingga hujan akan mendominasi sebagian besar daerah di Sumbar sepanjang hari.
Prakiraan ini berlaku mulai Sabtu pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi sejak pagi hari dan cenderung meningkat pada siang hingga sore, sebelum berangsur mereda pada malam hari di beberapa wilayah.
Sebaran hujan diprakirakan meluas di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, hingga Kepulauan Mentawai. Di wilayah-wilayah tersebut, hujan ringan hingga hujan sedang diperkirakan turun pada jam-jam tertentu sepanjang hari.
BMKG juga menyoroti adanya potensi hujan lebat disertai petir yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama di Kabupaten Solok dan Kepulauan Mentawai. Kondisi cuaca ekstrem ini diprakirakan muncul pada siang hingga sore hari, seiring dengan meningkatnya pembentukan awan konvektif.
Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, dan Kota Solok diperkirakan mengalami kondisi berawan hingga cerah berawan pada pagi hari. Kendati demikian, peluang hujan tetap terbuka pada siang atau sore hari, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca.
Dari sisi suhu udara, BMKG Minangkabau mencatat suhu di wilayah Sumbar berada pada kisaran 17 hingga 31 derajat Celsius. Suhu terendah umumnya terjadi di kawasan dataran tinggi, khususnya Bukittinggi dan Padang Panjang, sedangkan suhu tertinggi terpantau di wilayah pesisir dan kepulauan.
Adapun kecepatan angin diprakirakan berkisar antara 6 hingga 36 kilometer per jam. Angin dengan kecepatan tertinggi berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, yang dapat memperburuk kondisi cuaca apabila disertai hujan lebat. Tingkat kelembaban udara di Sumbar terbilang tinggi, berada pada rentang 67 hingga 100 persen, yang turut mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, terutama potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang. Kondisi tersebut berisiko memicu genangan air, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi, khususnya di wilayah yang dikenal rawan bencana hidrometeorologi. (pooke)
















