Harimau Nan Salapan, Filosofi di Balik Arsitektur Masjid Ampek Lingkuang yang Dikunjungi Wagub Sumbar

Sumbardaily.com, Padang Pariaman - Dalam rangkaian Safari Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengunjungi salah satu warisan budaya bersejarah di Kabupaten Padang Pariaman.

Tim Safari Ramadan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, mengunjungi Masjid Cagar Budaya Ampek Lingkuang di Lubuk Aluang, Kamis (6/3/2025).

Kunjungan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Wagub Sumbar, tetapi juga Bupati Padang Pariaman H Jhon Kenedy Aziz, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumbar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Padang Pariaman beserta pengurus masjid dan masyarakat setempat.

"Saya merasa sangat bangga bisa hadir di masjid yang penuh dengan nilai sejarah ini bersama masyarakat. Kami sangat berharap dukungan masyarakat untuk mempercepat pembangunan Sumatera Barat," katanya.

Masjid Ampek Lingkuang merupakan masjid tertua di kawasan Lubuk Aluang yang dibangun pada tahun 1867.

Masjid ini memiliki keunikan arsitektur yang tidak ditemukan di tempat lain. Salah satu keistimewaannya adalah konstruksi bangunan yang menggunakan kayu tanpa sambungan.

Bangunan masjid ini ditopang oleh delapan tonggak utama yang dalam filosofi Minangkabau dikenal sebagai simbol 'harimau nan salapan'.

Keunikan lainnya terletak pada detil ukiran yang seluruhnya dikerjakan menggunakan pisau dengan ketelitian tinggi.

Berbeda dengan bangunan modern, masjid ini dibangun tanpa menggunakan besi atau semen, melainkan dengan bahan kapur tradisional.

"Keunikan arsitektur dan nilai sejarah masjid ini menjadikannya aset budaya yang sangat berharga. Kita harus berupaya maksimal untuk melestarikannya sebagai warisan untuk anak cucu kita," katanya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi terhadap pelestarian cagar budaya, Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan dan pemeliharaan Masjid Ampek Lingkuang.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu upaya pelestarian dan pengembangan masjid bersejarah tersebut.

"Kami ingin menguatkan kembali sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada pada masjid ini. Terima kasih kepada masyarakat yang telah menyambut kami dengan begitu hangat," kata Vasko saat menyerahkan bantuan tersebut.

Kunjungan ke Masjid Cagar Budaya Ampek Lingkuang ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sumbar dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

"Program Safari Ramadan 1446 Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran," katanya.

Pelestarian masjid bersejarah seperti Ampek Lingkuang, kata Vasko Ruseimy, merupakan upaya strategis dalam menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.

"Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan warisan budaya tersebut dapat terus terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat untuk generasi mendatang," katanya.

Keberadaan Masjid Ampek Lingkuang sebagai cagar budaya, sambungnya, juga berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat.

"Perhatian Pemprov Sumbar melalui program Safari Ramadan diharapkan dapat menjadi katalisis untuk pengembangan potensi tersebut secara berkelanjutan," kata Vasko.

Kunjungan Safari Ramadan ini mendapat sambutan baik dari pengurus masjid. Ketua Pengurus Cagar Budaya Masjid Ampek Lingkuang, Aldo Restu mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa terpilih sebagai tuan rumah untuk kunjungan Tim Safari Ramadan Pemprov Sumbar. Ini tentu menjadi berkah bagi jamaah masjid dan masyarakat sekitar," kata Aldo.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Aziz juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Pemprov.

Ia berharap kunjungan semacam ini dapat dilakukan lebih sering untuk mendorong pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman.

"Kami berharap kunjungan ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi lebih sering, karena semakin sering Wakil Gubernur berkunjung, semakin banyak berkah yang dapat kami terima. Kami siap menerima arahan untuk pembangunan Padang Pariaman," imbuhnya. (red)

Baca Juga

Dari Rendang hingga Galamai, Festival Kuliner Jam Gadang Perkuat Identitas Budaya Sumbar
Dari Rendang hingga Galamai, Festival Kuliner Jam Gadang Perkuat Identitas Budaya Sumbar
Momen Dramatis Puluhan Warga Pasaman Tumbangkan Sapi Kurban Wagub Sumbar Seberat 1,2 Ton
Momen Dramatis Puluhan Warga Pasaman Tumbangkan Sapi Kurban Wagub Sumbar Seberat 1,2 Ton
Kecelakaan Lalu Lintas Dialami Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, Begini Kondisinya
Kecelakaan Lalu Lintas Dialami Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, Begini Kondisinya
15 Titik Ilegal Logging di Hulu DAS Air Dingin Padang, Walhi Desak Penegakan Hukum
15 Titik Ilegal Logging di Hulu DAS Air Dingin Padang, Walhi Desak Penegakan Hukum
Wagub Vasko Ungkap Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang saat Dampingi Titiek Soeharto ke Pengungsian Padang
Wagub Vasko Ungkap Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang saat Dampingi Titiek Soeharto ke Pengungsian Padang
Prabowo Bantu Korban Terdampak Banjir ke Sumbar, Wagub Vasko: Tidak Ada yang Boleh Menumpuk di Posko
Prabowo Bantu Korban Terdampak Banjir ke Sumbar, Wagub Vasko: Tidak Ada yang Boleh Menumpuk di Posko