Sumbardaily.com, Padang Panjang – Kondisi harga berbagai komoditas kebutuhan pokok di Padang Panjang menunjukkan tren fluktuatif setelah perayaan Idul Fitri 2025.
Berdasarkan pemantauan pada minggu kedua April 2025, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga signifikan, terutama cabai hijau, cabai merah, dan bawang merah. Sementara itu, sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga.
Analis Perekonomian dari Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas tersebut dipicu oleh pasokan yang menurun di pasaran.
"Penurunan stok diindikasikan akibat masih terbatasnya jalur distribusi selama libur Lebaran. Selain itu, perubahan cuaca yang ekstrem dan bencana alam banjir di beberapa daerah sentra sangat mempengaruhi pemenuhan pasokan di pasar," jelas Chandra pada Sabtu (12/4/2025).
Komoditas dengan Tren Kenaikan Harga
Data terkini menunjukkan tujuh komoditas utama yang mengalami peningkatan harga cukup signifikan. Telur ayam kampung tercatat naik Rp2.300 dari sebelumnya Rp51.367 menjadi Rp53.667 per kilogram.
Kenaikan paling drastis terjadi pada bawang merah yang melambung hingga Rp9.366, dari Rp39.134 menjadi Rp48.500 per kilogram.
Cabai hijau juga tidak luput dari kenaikan harga, bertambah Rp6.000 dari Rp42.667 menjadi Rp48.667 per kilogram. Sementara cabai merah mengalami peningkatan sebesar Rp2.850, dari Rp66.484 menjadi Rp69.334 per kilogram.
Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan antara lain kacang kedelai yang naik Rp1.000 dari Rp10.750 menjadi Rp11.750 per kilogram. Bawang daun dan seledri masing-masing naik Rp2.000, dengan harga bawang daun dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram dan seledri dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.
Komoditas dengan Tren Penurunan Harga
Di tengah tren kenaikan beberapa komoditas, terdapat tujuh komoditas lain yang justru mengalami penurunan harga pada minggu kedua April 2025. Penurunan ini lebih banyak dibandingkan dengan kondisi sebelum libur Lebaran.
"Penurunan harga tujuh komoditas ini lebih banyak dibandingkan dengan minggu terakhir sebelum libur Lebaran. Ini terjadi karena mulai menurunnya permintaan konsumen pascalibur Idul Fitri," terang Chandra.
Ketiga jenis beras mengalami penurunan harga, dengan beras kualitas I turun Rp83 dari Rp16.667 menjadi Rp16.584 per kilogram. Beras kualitas II turun lebih banyak yaitu Rp166, dari Rp15.750 menjadi Rp15.584 per kilogram.
Sementara beras kualitas III mencatat penurunan paling signifikan sebesar Rp333, dari Rp15.000 menjadi Rp14.667 per kilogram.
Daging sapi mengalami penurunan cukup besar sebesar Rp5.000, dari Rp146.667 menjadi Rp141.667 per kilogram. Daging ayam broiler turun Rp1.666 dari Rp32.000 menjadi Rp30.334 per kilogram.
Penurunan paling drastis terjadi pada cabai rawit yang turun hingga Rp10.000, dari Rp40.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Bawang putih juga mengalami penurunan sebesar Rp650, dari Rp43.650 menjadi Rp43.000 per kilogram.
Komoditas dengan Harga Stabil
Di antara fluktuasi harga tersebut, beberapa komoditas kebutuhan pokok lainnya relatif stabil. Gula pasir tetap berada pada harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu segitiga biru stabil di harga Rp13.000 per kilogram.
Harga daging ayam kampung juga tidak mengalami perubahan, dengan daging ayam kampung ukuran besar tetap di harga Rp90.000 per kilogram, ukuran sedang Rp80.000 per kilogram, dan ukuran kecil Rp70.000 per kilogram.
"Telur ayam ras Rp28.284 per kilogram, telur itik Rp32.400 per kilogram, bawang bombai Rp28.000 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp17.667 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter, dan minyak goreng curah Rp20.000 per kilogram," tambah Chandra.
Fluktuasi harga kebutuhan pokok ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga situasi distribusi dan pasokan kembali normal sepenuhnya pasca periode libur panjang Idul Fitri.
Pemerintah Kota Padang Panjang diharapkan terus memantau perkembangan harga untuk mengantisipasi lonjakan yang dapat memberatkan masyarakat. (red)
















