Galodo Terjang Arosuka, Padang Pariaman Kirim Bantuan Rp100 Juta dan Logistik

Galodo Terjang Arosuka, Padang Pariaman Kirim Bantuan Rp100 Juta dan Logistik

Bantuan diserahkan Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. pada Rabu malam (23/9/2026) di Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Solok. (Foto: Pemkab Padang Pariaman)

Sumbardaily.com - Musibah galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin malam (21/9/2026) menggerakkan kepedulian dari daerah tetangga.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman datang langsung membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang tersebut.

Bantuan diserahkan Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. pada Rabu malam (23/9/2026) di Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Solok.

Rombongan Pemkab Padang Pariaman tiba di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung. Kedatangan mereka disambut Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Solok.

Bantuan tersebut disalurkan melalui gerakan "Padang Pariaman Peduli". Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan logistik, tetapi juga dukungan uang tunai yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Adapun bantuan yang dibawa terdiri dari Family Kids sebanyak 10 box, Hygiene Kids 20 box, kasur lipat 10 buah, selimut 20 buah, matras 30 buah, serta uang tunai sebesar Rp100 juta.

Dalam penyerahan tersebut, Bupati John Kenedy Azis didampingi Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial P3A, Kepala Pelaksana BPBD, serta jajaran terkait dan Prokopim Kabupaten Padang Pariaman.

John Kenedy mengatakan kedatangan pemerintah daerah yang dipimpinnya tidak sebatas membawa bantuan untuk masyarakat terdampak. Menurutnya, kehadiran tersebut juga menjadi bentuk empati sekaligus solidaritas masyarakat Padang Pariaman kepada warga Kabupaten Solok yang tengah menghadapi bencana.

"Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa rasa kepedulian dan rasa kebersamaan dari masyarakat Padang Pariaman untuk saudara-saudara kita di Kabupaten Solok. Ketika saudara kita mengalami musibah, kita harus hadir dan saling membantu," ujar John Kenedy Azis.

Ia menilai bencana tidak mengenal batas wilayah administrasi. Karena itu, penanganan ketika bencana terjadi juga membutuhkan keterlibatan dan semangat kebersamaan dari berbagai pihak.

John Kenedy menyebut gotong royong menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Dukungan dari pemerintah daerah, lembaga, masyarakat, relawan, dan berbagai unsur lainnya diperlukan agar kebutuhan warga yang terdampak dapat segera dipenuhi.

"Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok, tetap kuat dan tabah menghadapi musibah ini. Kabupaten Solok tidak sendirian," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai unsur yang telah bergerak dalam penanganan bencana di Kabupaten Solok. Apresiasi itu diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Solok, BPBD, BNPB, TNI-Polri, Basarnas, relawan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang ikut bergotong royong dalam proses evakuasi dan pemulihan.

Galodo Terjang Arosuka

Banjir bandang atau galodo melanda kawasan Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin malam (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Derasnya arus membawa material berupa lumpur, batu, pasir, dan kayu hingga menerjang kawasan Arosuka.

Kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok menjadi salah satu kawasan yang terdampak. Sejumlah kantor pemerintahan bahkan tertimbun material lumpur dengan ketebalan yang cukup signifikan.

Berdasarkan pembaruan data BNPB per Selasa (22/9), bencana tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu, satu warga mengalami luka berat, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa juga harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan.

Dampak galodo tidak hanya dirasakan warga yang rumahnya berada di kawasan terdampak. Sejumlah fasilitas publik turut mengalami kerusakan akibat terjangan material banjir bandang.

BNPB mencatat sekitar 100 unit rumah terdampak. Dua kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat, sedangkan sembilan kantor pemerintahan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Satu fasilitas kesehatan juga terdampak. Sementara itu, satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka dilaporkan putus akibat bencana tersebut.

Sejumlah kendaraan juga ikut terdampak setelah material galodo menerjang kawasan tersebut.

Material banjir bandang bahkan menutup akses Jalan Raya Padang-Solok. Kondisi ini mengganggu mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

Pemerintah Kabupaten Solok kemudian menetapkan status tanggap bencana. Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat berbagai langkah penanganan, mulai dari evakuasi, pembersihan material, pendataan kerusakan, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Di tengah situasi tersebut, bantuan dari berbagai daerah dan lembaga terus berdatangan. Dukungan itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus membantu mempercepat proses penanganan dan pemulihan akibat bencana.

Pesan Solidaritas dari Padang Pariaman

Bagi John Kenedy Azis, bantuan yang disalurkan Pemkab Padang Pariaman menjadi bagian dari semangat kebersamaan antardaerah. Ia menyebut semangat tersebut tercermin dalam ungkapan "saciok bak ayam, sadanciang bak basi".

Ungkapan itu, menurutnya, menggambarkan bahwa persoalan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama, terutama ketika masyarakat menghadapi musibah.

Ia berharap bantuan yang telah diserahkan melalui Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Solok dapat segera digunakan oleh warga yang membutuhkan. Distribusi bantuan juga diharapkan dilakukan secara tepat sasaran.

"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada masyarakat Kabupaten Solok, memberikan ketabahan kepada keluarga yang kehilangan, serta memberikan keselamatan bagi seluruh petugas dan relawan yang sedang bekerja di lapangan. Kita doakan proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik," pungkasnya.

Gerakan "Padang Pariaman Peduli" tersebut menjadi bentuk dukungan langsung bagi Kabupaten Solok saat proses penanganan galodo masih berlangsung. Bantuan berupa kebutuhan anak, perlengkapan untuk menjaga kebersihan, perlengkapan tidur, serta uang tunai Rp100 juta diserahkan langsung ke posko utama.

Kepedulian antardaerah juga menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi bencana. Pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, relawan, dan seluruh unsur terkait memiliki peran dalam membantu masyarakat terdampak melewati masa tanggap darurat.

Dengan dukungan tersebut, proses penanganan dan pemulihan diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat yang terdampak galodo dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. (*)

Baca Juga

Bantu Pemulihan Korban Galodo, BPJS Ketenagakerjaan Solok Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Bantu Pemulihan Korban Galodo, BPJS Ketenagakerjaan Solok Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Bantu Pulihkan Galodo Solok, Hutama Karya Grup Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Logistik
Bantu Pulihkan Galodo Solok, Hutama Karya Grup Kerahkan Alat Berat dan Bantuan Logistik
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer
2 Anjing K9 Dikerahkan Cari Korban Hilang Galodo Solok
2 Anjing K9 Dikerahkan Cari Korban Hilang Galodo Solok
Pascagalodo Solok, BPJN Sumbar Siapkan Perbaikan Jalan Arosuka
Pascagalodo Solok, BPJN Sumbar Siapkan Perbaikan Jalan Arosuka
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem
Galodo Solok Terjadi Saat Bulan Kering, Ini Penjelasan Peneliti soal Hujan Ekstrem