Fadli Zon: Jejak Rahmah El Yunusiyyah Harus Dikenal Generasi Muda

Fadli Zon: Jejak Rahmah El Yunusiyyah Harus Dikenal Generasi Muda

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat berkunjung ke Museum Rahmah El Yunusiyyah. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Sumbardaily.com – Kunjungan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon ke Museum Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyyah di Kelurahan Pasar Usang, Kota Padang Panjang, menjadi sorotan penting bagi pengembangan destinasi edukasi sejarah di Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026), Fadli Zon menilai museum tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dan layak menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Museum yang menyimpan berbagai jejak perjuangan Rahmah El Yunusiyyah itu dinilai mampu memperkenalkan kembali sosok pelopor pendidikan perempuan di Indonesia kepada publik secara lebih luas.

Kehadiran museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sarana edukasi yang dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan tokoh perempuan dalam dunia pendidikan Islam.

“Tempat ini sangat penting untuk dikunjungi agar masyarakat dapat melihat langsung jejak sejarah perjuangan Rahmah El Yunusiyyah serta memahami kontribusinya terhadap pendidikan perempuan di Indonesia,” ujar Fadli Zon saat melakukan peninjauan museum tersebut.

Dalam kunjungan itu, Fadli Zon didampingi Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra. Turut hadir pula Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, serta Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bukit Surungan, Faiz Fauzan El Muhammadi Datuak Bagindo Marajo.

Selama berada di museum, rombongan melihat langsung berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam membangun pendidikan perempuan di Indonesia. Tokoh yang dikenal sebagai pendiri Perguruan Diniyyah Puteri itu mendirikan lembaga pendidikan tersebut pada tahun 1923.

Menurut Fadli Zon, Rahmah El Yunusiyyah merupakan figur yang memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan nasional sekaligus gerakan pemberdayaan perempuan.

Ia menilai keberanian Rahmah mendirikan lembaga pendidikan khusus perempuan pada usia yang masih sangat muda merupakan langkah visioner yang memberikan dampak besar bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

Menurut Fadli Zon, langkah Rahmah El Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Gagasan dan perjuangannya telah membuka akses pendidikan bagi perempuan pada masa ketika kesempatan tersebut masih sangat terbatas.

Sementara itu, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, menyampaikan harapannya agar kunjungan Menteri Kebudayaan dapat memperkuat perhatian pemerintah terhadap pelestarian sejarah dan nilai perjuangan Rahmah El Yunusiyyah.

Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mendorong pengembangan museum serta memperluas pemanfaatannya sebagai pusat edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda yang ingin memahami perjalanan pendidikan perempuan di Indonesia.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kebudayaan ke museum tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan sejarah yang dimiliki daerah.

Allex menilai Rahmah El Yunusiyyah bukan hanya kebanggaan masyarakat Padang Panjang, tetapi juga tokoh penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Indonesia. Ia berharap Museum Rahmah El Yunusiyyah dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.

“Bunda Rahmah El Yunusiyyah merupakan kebanggaan Kota Padang Panjang sekaligus tokoh penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Indonesia. Kami berharap Museum Rahmah El Yunusiyyah semakin dikenal luas dan menjadi inspirasi,” ujar Allex.

Selain melakukan peninjauan museum, Fadli Zon juga menyempatkan diri menziarahi makam Rahmah El Yunusiyyah. Dalam kesempatan yang sama, ia juga meninjau asrama Perguruan Diniyyah Puteri untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan yang masih berlangsung hingga saat ini.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran museum sebagai destinasi edukasi sejarah yang mampu mengenalkan kembali perjuangan tokoh perempuan dalam membangun pendidikan di Indonesia. (*)

Baca Juga

Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026
Petugas Perumda Air Minum Kota Padang melakukan penanganan terhadap gangguan intake air baku setelah sejumlah titik tertimbun material banjir pasca hujan deras.
Empat Intake Air Minum Padang Tertimbun Material Banjir Pasca Hujan Deras, Distribusi Terganggu