Sumbardaily.com, Padang Panjang - Kecelakaan maut menimpa bus milik PT ALS dengan nomor polisi B 7512 FGA di kawasan Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).
Peristiwa nahas yang terjadi di area simpang Terminal Busur ini menewaskan 12 orang dan mengakibatkan 22 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Berdasarkan keterangan dari pihak Polres Padang Panjang, bus Mercy PT ALS tersebut datang dari arah Bukittinggi menuju Terminal Padang Panjang dengan membawa 33 penumpang.
Tragedi bermula ketika bus yang dikemudikan oleh Muhammad Seu Sibuan (50) kehilangan fungsi rem (rem blong) saat berada di simpang MTSN.
"Pengemudi berusaha keras mengendalikan kendaraannya yang tak bisa direm hingga sampai di simpang Terminal Busur. Namun, bus dalam kondisi tak terkendali kemudian oleng ke kiri dan menabrak pagar rumah warga yang berada di sisi kiri jalan," kata Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro.
Akibat benturan keras tersebut, bus mengalami kerusakan parah. Dampak terburuk dialami oleh para penumpang, dengan 12 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan rumah sakit sekitar, sementara 22 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Identitas Korban dan Awak Bus
Polres Padang Panjang telah mengidentifikasi seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan tragis ini.
Selain Muhammad Seu Sibuan sebagai pengemudi utama, terdapat Zulhanuar (44) yang juga berprofesi sebagai sopir, serta Feri Sanan (32) dan Putra Irwandi (34) yang bertugas sebagai kernet bus.
Di antara korban yang meninggal dunia terdapat beberapa penumpang dari berbagai daerah di Sumatera dan Jakarta, termasuk:
- Atas Silaen (30) dari Kabupaten Toba, Sumatera Utara
- Aryudi (38) dari Deli Serdang, Sumatera Utara
- Nurul Mayasari (30) dari Kepulauan Meranti, Riau
- Meleaki Sinaga (74) dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
- Desrita Nainggolan (50) dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
- Romaida Sitanggang (74) dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
- Karmina Gultom (74) dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
- Etrick Gustaf Wenas (26) dari Jakarta Selatan
- Sri Rejeki (38) dari Pekanbaru, Riau
- Rema Andini Pane (1,5 tahun)
- Naufal Rehan Pane (6 tahun)
- Riski Agustini Lubis (32 tahun)
"Tragisnya, di antara korban terdapat dua anak berusia 1,5 tahun dan 6 tahun, membuat peristiwa ini semakin menyayat hati bagi keluarga korban dan masyarakat setempat," kata Kartyana.
Segera setelah kejadian, kata Kartayana, aparat Polres Padang Panjang bersama tim medis bergerak cepat mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Para korban luka ringan dan luka berat langsung mendapatkan perawatan medis.
Di antara penumpang yang mengalami luka-luka adalah Fitri Lia Lestari (34), M. Alby Nurosyid, Fahrudin Tanjung (46), Ikbal Farabi, Arkanalgazali, Akil Zayan Farabi, M Jasa Lubis (70), Ali Bahri Pasaribu, Japidoli Lubis, Elida Lubis, Sakti, Sapriani Lubis, Ronal Maunurun, Mario Rensus Purhasip, Siti Rahayu, Ratna Lubis, Desmon Lumban Gaol, dan Fadillah.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kecelakaan. Meski dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman bus (rem blong), pihak berwenang masih mengumpulkan bukti-bukti teknis untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan maut tersebut.
"Kami sedang memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pastinya. Pemeriksaan terhadap awak bus juga terus dilakukan," kata Kapolres.
Kerugian Material
Selain korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Berdasarkan estimasi awal, kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta, meliputi kerusakan pada bus, pagar rumah warga, dan properti lainnya yang terdampak.
Pihak PT ALS sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Namun, diperkirakan pihak perusahaan akan bertanggung jawab terhadap penanganan korban dan kerugian yang timbul akibat kecelakaan ini.
Peringatan Keselamatan Transportasi
Tragedi bus ALS di Padang Panjang menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan transportasi publik.
"Kecelakaan ini kembali mengingatkan akan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kendaraan umum, terutama pada sistem-sistem vital seperti rem, kemudi, dan kelistrikan," kata Kartayana.
Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi umum juga diimbau untuk selalu waspada dan memilih operator transportasi yang memprioritaskan aspek keselamatan penumpang.
Polres Padang Panjang, katanya, terus melakukan upaya pencegahan kecelakaan serupa dengan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan umum, khususnya di rute-rute pegunungan yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi akibat kontur jalan yang menantang.
"Kecelakaan bus ALS ini tercatat sebagai salah satu kecelakaan transportasi darat terbesar di Sumbar dalam beberapa tahun terakhir, yang semakin menegaskan perlunya perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi umum di Indonesia," tuturnya. (red)
















