Sumbardaily.com, Padang - Operasi evakuasi medis terhadap seorang warga negara asing (WNA) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal kargo internasional berlangsung dramatis di perairan Sumatera Barat (Sumbar).
Tim SAR Gabungan mengevakuasi kru kapal Besiktas Kazakhstan, sebuah kapal bulk carrier berbendera Kepulauan Marshall, yang tengah berlayar dari Indonesia menuju India.
Permintaan evakuasi medis (medevac) diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang pada Kamis (18/12/2025) pukul 15.33 GMT.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh kapten kapal, Cihan Altinok, melalui komunikasi resmi, yang melaporkan kondisi darurat satu orang ABK yang membutuhkan penanganan medis segera di tengah laut.
Kapal kargo dengan nomor IMO 9461271 itu berada sekitar 30 nautical mile (NM) atau sekitar 55 kilometer dari Pelabuhan Barau Bungus, Kota Padang, tepatnya pada koordinat 0°58'13.39" LS – 99°53'19.28" BT.
Lokasi tersebut berada di arah barat laut dari garis pantai Sumbar sehingga membutuhkan perencanaan evakuasi yang presisi dan cepat.
Kepala Kantor SAR Padang yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa korban merupakan ABK berkewarganegaraan Filipina bernama Mamerto Jr Mangadlao Mongado (51).
Berdasarkan laporan awal, korban mengalami kondisi medis yang mengharuskan segera dilakukan evakuasi udara.
“Begitu informasi diterima, kami langsung mengaktifkan operasi SAR dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Prioritas utama adalah keselamatan korban dan memastikan proses evakuasi berjalan aman sesuai prosedur,” ujar Abdul Malik.
Tim SAR Gabungan bergerak pada Jumat (19/12/2025) pukul 06.30 WIB. menggunakan RIB 02 dari Pelabuhan Bungus menuju titik temu dengan kapal kargo.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.30 GMT, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan terlebih dahulu naik ke kapal untuk memeriksa kondisi korban dan memastikan tidak terdapat indikasi penyakit menular.
"Setelah pemeriksaan medis dinyatakan aman, rescuer SAR naik ke kapal untuk melakukan pengemasan pasien menggunakan peralatan evakuasi khusus," katanya.
Selanjutnya, evakuasi dilaksanakan melalui Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan mengerahkan helikopter HR-3604 dari Lanud Sutan Sjahrir.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri, menyampaikan bahwa helikopter lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir pada pukul 09.26 GMT menuju titik intercept di tengah laut.
“Proses hoisting dilakukan sesuai rencana evakuasi dengan mempertimbangkan keselamatan kru, pasien, dan awak heli,” kata Hendri.
Helikopter kemudian mendarat kembali di Lanud Sutan Sjahrir pada pukul 10.05 GMT dengan membawa korban untuk selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang guna mendapatkan perawatan lanjutan.
"Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 3 knot dari arah tenggara dan tinggi gelombang berkisar 0,75 hingga 1 meter, sehingga mendukung kelancaran proses evakuasi di laut terbuka," imbuh Hendri. (adl)
















