Sumbardaily, Agam — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Bukittinggi – Payakumbuh, tepatnya di Jorong Baso, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.
Insiden yang melibatkan satu unit mobil light truck dan truk tronton ini berlangsung pada Minggu (26/10/2025) pagi dan mengakibatkan satu orang pengemudi mengalami luka-luka.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fathur Rachman, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu siang. Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, kecelakaan tunggal ini terdata terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil light truck dengan nomor polisi BM 8654 ZO yang dikemudikan oleh Fide," ujar AKP M. Irsyad.
Kronologi Tabrakan Usai Pecah Ban
AKP Irsyad menjelaskan, peristiwa bermula ketika truk ringan yang dikemudikan Fide bergerak dari arah Bukittinggi menuju Payakumbuh. Setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut diduga kuat mengalami pecah ban depan sebelah kiri. Kondisi darurat ini membuat kendaraan seketika oleng dan hilang kendali di jalan.
Nahas, pada saat yang bersamaan, di lokasi kejadian terdapat satu unit truk tronton bernomor polisi B 9030 UIS yang tengah berhenti di pinggir jalan. Truk tronton tersebut dikemudikan oleh Dendi. Akibat oleng parah, light truck BM 8654 ZO akhirnya menabrak keras bagian truk tronton yang sedang terparkir itu.
Sopir Luka Ringan, Kerugian Material Capai Rp10 Juta
Satlantas Polresta Bukittinggi mencatat, insiden ini hanya menimbulkan korban luka ringan. Pengemudi light truck, Fide, menderita luka robek pada bagian kaki kiri dan pelipis kanan. Korban segera mendapatkan penanganan medis dan telah menjalani pengobatan di Puskesmas Baso.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam kejadian ini. Tercatat satu orang korban luka ringan,” tambah AKP M. Irsyad.
Selain menimbulkan korban luka-luka, insiden tabrakan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang signifikan. Total kerugian materil akibat kerusakan yang dialami kedua kendaraan diperkirakan mencapai angka Rp10 juta.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya para pengemudi angkutan barang, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam prima, terutama tekanan dan kualitas ban, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Hal ini penting guna menghindari insiden serupa yang disebabkan oleh faktor teknis kendaraan. (ndi)
















