Dari GPIB Efrata Padang, Stafsus Menag Ajak Perkuat Kerukunan Hadapi Tantangan Global

Dari GPIB Efrata Padang, Stafsus Menag Ajak Perkuat Kerukunan Hadapi Tantangan Global

Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, saat memberikan pembinaan di Gereja GPIB Efrata Padang, Jumat (24/7/2026) malam. (Foto: Kemenag Sumbar)

Sumbardaily.com - Kerukunan umat beragama disebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, saat memberikan pembinaan di Gereja GPIB Efrata Padang, Jumat (24/7/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Gugun menegaskan bahwa Indonesia tidak dibangun dengan sistem kapitalis maupun sosialis, melainkan sebagai negara beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan sebagai dasar kehidupan berbangsa. Menurutnya, kerukunan hanya dapat tumbuh apabila setiap pemeluk agama menjalankan ajaran keyakinannya dengan penuh kesadaran, bukan melalui pemaksaan terhadap pihak lain.

Ia menjelaskan, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

"Kita bukan negara kapitalis atau sosialis, tetapi negara beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial yang terbingkai dalam Pancasila," ujar Gugun.

Kegiatan pembinaan berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Agama RI setelah sebelumnya menghadiri pertemuan di Pura Jagatnatha, kawasan Lanud TNI AU Tabing.

Dalam kunjungan itu, Gugun didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Mustafa, Kepala Bagian Tata Usaha Edison, Pembimas Kristen Yesri Elfis, Kabid Penaiszawa Abrar Munanda, Kabid Papkis Joben, Kabid Penmad Tan Gusli, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Yasril, Kasubbag TU Rinaldi, para kepala seksi, jajaran kepala madrasah, penyuluh, penghulu, serta kepala madrasah di Kota Padang.

Di hadapan peserta pembinaan, Gugun menekankan bahwa umat beragama memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan peradaban bangsa. Menurutnya, toleransi tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga harus tercermin dalam cara berpikir, berbicara, dan bersikap terhadap sesama.

"Toleransi adalah sikap dari pikiran, lisan, hati, dan perbuatan untuk menyayangi serta menghargai perbedaan," tegasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain. Sebaliknya, setiap individu perlu saling menguatkan dan membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan.

"Kerukunan lahir dari hati, pikiran, dan lisan yang bersih," imbuhnya.

Menghadapi target Indonesia Emas 2045, Gugun juga mengingatkan adanya berbagai tantangan global, mulai dari perlambatan perekonomian dunia, perang dagang, hingga ancaman disintegrasi yang terjadi di sejumlah kawasan. Karena itu, ia memaparkan empat pilar yang perlu dijaga bersama.

Pilar pertama adalah menjaga kerukunan dengan menghindari fitnah maupun ujaran kebencian dalam kehidupan sehari-hari. Pilar kedua, memelihara kebaikan karena setiap perbuatan akan memperoleh balasan yang setimpal.

Selanjutnya, ia menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas. Menurut Gugun, ilmu pengetahuan merupakan manifestasi dari rasa takut kepada Tuhan. Oleh sebab itu, generasi muda tidak hanya diarahkan untuk akrab dengan perkembangan teknologi dan gawai, tetapi juga dibiasakan mendekatkan diri kepada rumah ibadah serta dibekali adab, sopan santun, dan akhlakul karimah.

Pilar keempat adalah memperkuat literasi keagamaan. Ia menilai pemahaman terhadap kitab suci harus dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada pemaknaan tekstual semata, sehingga ajaran agama tidak disalahgunakan.

Selain itu, Gugun turut mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang menurutnya memerlukan perhatian lebih dari orang tua maupun guru.

"Kita harus memiliki fondasi iman yang kuat. Jika tidak menjaga iman dan takwa, kerukunan tidak akan terwujud," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Petugas Satreskrim Polresta Padang memperlihatkan tersangka kasus pencurian komponen listrik ruko beserta barang bukti berupa pakaian yang dibeli menggunakan uang hasil penjualan kabel tembaga curian.
Pria di Padang Curi Tembaga di Ruko, Uang Hasil Curian Dipakai Belanja Pakaian
Kabar Baik untuk Pedagang! Pemko Padang Bebaskan Denda Retribusi Pasar Sambut HJK Padang ke-357
Kabar Baik untuk Pedagang! Pemko Padang Bebaskan Denda Retribusi Pasar Sambut HJK Padang ke-357
Demi Baju Baru, Pemuda di Padang Curi Komponen Listrik Ruko Senilai Rp20 Juta
Demi Baju Baru, Pemuda di Padang Curi Komponen Listrik Ruko Senilai Rp20 Juta
Pemulihan Perikanan Agam Pascabencana Jadi Fokus Kunjungan Direktorat KKP
Pemulihan Perikanan Agam Pascabencana Jadi Fokus Kunjungan Direktorat KKP
Inovasi Sabtu Ceria SDN 08 Pulau Punjung Dharmasraya, Bangun Karakter Anak Lewat Kolaborasi Orang Tua
Inovasi Sabtu Ceria SDN 08 Pulau Punjung Dharmasraya, Bangun Karakter Anak Lewat Kolaborasi Orang Tua
AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom
AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom