Sumbardaily.com, Padang – Musim kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 memberikan kesan mendalam bagi gelandang Semen Padang FC, Ricky Ariansyah. Bermain hingga pekan terakhir, ia ikut mengawal perjuangan Kabau Sirah untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bagi pemain kelahiran Medan itu, musim lalu adalah salah satu periode paling emosional dalam kariernya. Tak hanya karena tekanan di papan bawah klasemen, tetapi juga karena ia harus beradaptasi dengan peran baru sebagai bek tengah.
"Musim kemarin benar-benar penuh cerita. Jika sebelumnya saya bermain untuk Madura United dan mengejar gelar juara, kali ini bersama Semen Padang saya berjuang agar tim tidak terdegradasi. Dua pengalaman yang sangat berbeda, tapi sama-sama berkesan," ujar Ricky.
Dua Cerita, Dua Tantangan
Ricky mengenang, saat membela Madura United pada musim sebelumnya, ia turut terlibat dalam perburuan gelar yang berakhir di posisi runner-up setelah kalah dari Persib Bandung di fase Championship Series. Sebaliknya, di musim teranyar bersama Semen Padang, ia justru berjibaku agar tim tidak turun kasta.
"Setiap tim punya cerita masing-masing. Tapi semangat dan perjuangan selalu sama. Bedanya, kali ini lebih menegangkan karena menyangkut kelangsungan tim di Liga 1," katanya.
Peran Baru, Tantangan Baru
Perjalanan Ricky musim lalu juga diwarnai oleh perubahan posisi. Dari peran aslinya sebagai gelandang bertahan, ia diposisikan sebagai bek tengah (center back) oleh pelatih Eduardo Almeida.
"Ketika kami mengalami krisis pemain belakang, Coach Eduardo mempercayakan saya untuk mengisi posisi bek tengah, mulai dari laga tandang melawan PSS Sleman di pekan ke-20. Syukurnya, kami menang dan sejak itu saya rutin bermain di posisi tersebut," ungkap pemain bernomor punggung 8 itu.
Meskipun lebih nyaman bermain di lini tengah, Ricky tidak mempermasalahkan rotasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai pemain profesional, ia harus siap menjalankan peran apa pun yang diberikan oleh pelatih.
"Kalau ditanya, tentu saya lebih suka jadi gelandang. Tapi kepercayaan pelatih adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan maksimal," imbuhnya.
Harmoni Tim dan Dukungan Manajemen
Selain keberhasilan beradaptasi dengan posisi baru, Ricky juga menyoroti pentingnya suasana tim yang positif. Ia memuji pendekatan pelatih Eduardo Almeida yang dikenal humoris dan mampu menciptakan atmosfer santai di tengah tekanan besar.
"Coach Eduardo itu sosok yang suka bercanda. Dalam situasi menegangkan, hal itu sangat membantu kami untuk tetap rileks dan kompak. Suasana tim jadi lebih harmonis," jelas Ricky.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi dukungan dari manajemen klub yang memberikan insentif sebagai penyemangat. Menurutnya, bonus yang diberikan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil habis-habisan demi mempertahankan status klub di Liga 1.
"Bonus dari manajemen jelas memicu semangat kami. Itu bukti nyata bahwa manajemen juga total mendukung perjuangan tim," ujarnya.
Bertahan di Liga 1
Pada akhirnya, perjuangan Semen Padang FC membuahkan hasil. Di pekan ke-34 yang menentukan, Kabau Sirah berhasil memastikan diri bertahan di Liga 1 musim depan.
"Syukur Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan musim dengan status bertahan di Liga 1. Ini bukan hanya kerja keras pemain, tapi juga seluruh elemen klub," kata Ricky.
Dengan musim baru di depan mata, Ricky berharap Semen Padang FC dapat melangkah lebih stabil dan tidak lagi berjuang di papan bawah. (red)
















