Dari Bangkit hingga Cari Pembeli, 190 UMKM Sumbar Masuk Program Pemulihan

Sumbardaily.com - Sebanyak 190 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak bencana di Sumatera Barat mulai disiapkan untuk kembali mengembangkan usahanya. Tidak hanya diarahkan agar mampu memulihkan produksi, para pelaku usaha tersebut juga dibidik untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas melalui Business Matching.

Tahap awal program itu berlangsung melalui kegiatan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan tersebut digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026).

Program yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia itu diikuti peserta dari sejumlah daerah di Sumatera Barat. Sebanyak 190 pelaku UMKM mengikuti kegiatan secara hybrid.

Dari jumlah tersebut, 85 pelaku UMKM berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan 15 pelaku UMKM dari Kota Pariaman mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara 90 peserta lainnya mengikuti pembekalan secara daring dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Turut hadir Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari beserta jajaran kementerian, staf ahli, kepala OPD, tamu undangan, serta para pelaku UMKM.

Bagi pemerintah, pemulihan UMKM setelah bencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas usaha seperti sebelum bencana. Pelaku usaha juga perlu dibantu agar mampu memperbaiki akses produksi, memperluas pasar, dan membangun hubungan bisnis baru.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi keputusan Kementerian UMKM RI menjadikan Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemulihan UMKM terdampak bencana.

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari langkah mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan juga merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar, dan naik kelas," ujar John Kenedy Azis. Dicuplik resmi Rabu (7/10/2026).

Persoalan yang dihadapi pelaku usaha setelah bencana, kata dia, tidak berhenti pada kerusakan tempat atau sarana usaha. Gangguan produksi dan rantai pasok dapat ikut memengaruhi kemampuan UMKM memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi tersebut kemudian dapat berpengaruh terhadap distribusi hingga hubungan pelaku usaha dengan konsumen.

Karena itu, Pra-Business Matching menjadi salah satu tahapan yang dinilai penting. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembekalan sebelum para pelaku UMKM dipertemukan dengan pihak yang berpotensi membuka peluang kerja sama.

Pada tahap berikutnya, pelaku usaha yang dinilai siap akan memiliki kesempatan bertemu usaha besar, BUMN, asosiasi, maupun calon offtaker yang berpotensi menjadi mitra bisnis.

John Kenedy Azis meminta para pelaku UMKM tidak melewatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, pembekalan yang diberikan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga kesiapan memenuhi permintaan pasar.

Para pelaku usaha juga didorong memperkuat legalitas serta meningkatkan kapasitas produksi. Hal tersebut menjadi penting karena peluang masuk ke pasar yang lebih luas membutuhkan kesiapan produk dan kemampuan menjaga pasokan.

"Prestasi itu membuktikan bahwa produk UMKM Padang Pariaman mampu bersaing di tingkat nasional. Saya berharap ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha bahwa produk lokal kita memiliki peluang besar untuk tampil dan dikenal lebih luas," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan John Kenedy Azis saat mencontohkan produk unggulan daerah, Sulaman Kapalo Samek dan Kampia Siriah. Kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan pada ajang KriyaNusa 2026 di Jakarta.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan produk yang berasal dari daerah memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan itu sekaligus diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk.

Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pengembangan usaha. John Kenedy Azis menegaskan pemerintah berperan sebagai fasilitator yang membuka akses, sedangkan perkembangan usaha tetap membutuhkan kesungguhan dari masing-masing pelaku UMKM.

"Kami memfasilitasi dan membuka akses. Namun untuk berkembang dan maju, tentu harus dibarengi dengan kemauan serta kerja keras dari pelaku usahanya sendiri. Serap ilmu yang diberikan hari ini dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha masing-masing," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari berharap pembekalan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Ia menargetkan program tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM yang mengikuti program.

Astri menjelaskan, rangkaian program masih akan berlanjut. Setelah kegiatan Pra-Business Matching dan pembekalan, para peserta akan melalui proses identifikasi serta kurasi.

Tahapan tersebut dilakukan untuk menentukan UMKM yang dinilai telah siap mengikuti Business Matching. Proses kurasi tidak hanya melihat produk yang dimiliki pelaku usaha.

Potensi produk, kapasitas produksi, kualitas dan konsistensi menjadi sejumlah aspek yang akan dipertimbangkan. Kesiapan legalitas serta kemampuan UMKM memenuhi kebutuhan pasar juga menjadi bagian dari penilaian.

Selain itu, peserta akan dinilai dari komitmennya dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk. Hal ini menjadi penting karena calon mitra usaha membutuhkan kepastian ketika menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM.

Setelah proses tersebut, Business Matching dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 November 2026. Dalam kegiatan itu, pelaku UMKM akan dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, BUMN, asosiasi, dan offtaker potensial.

Dengan demikian, program pemulihan UMKM terdampak bencana tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kegiatan usaha. Ada tahapan lanjutan yang disiapkan agar pelaku usaha memiliki kesempatan membangun jaringan dan mendapatkan akses pasar.

"Kami berharap melalui program ini UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan omzet, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan," ujarnya.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kementerian UMKM RI berharap para pelaku usaha terdampak bencana dapat kembali produktif. Mereka juga diharapkan mampu memperkuat daya saing setelah menghadapi gangguan terhadap kegiatan usaha akibat bencana.

Program ini sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau mitra yang lebih luas. Pertemuan dengan usaha besar, BUMN, asosiasi, calon pembeli, dan offtaker diharapkan menjadi pintu bagi terbentuknya kemitraan baru.

Pada akhirnya, pemulihan UMKM diharapkan tidak hanya membuat pelaku usaha kembali menjalankan aktivitasnya, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas. Dengan semakin luasnya akses pasar dan jaringan usaha, UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat diharapkan dapat kembali menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Baca Juga

73 Wali Nagari Baru di Padang Pariaman Diingatkan Jangan Asal Kelola Anggaran
73 Wali Nagari Baru di Padang Pariaman Diingatkan Jangan Asal Kelola Anggaran
Harga Cabai Naik, Gerakan Pangan Murah Padang Panjang Bantu Tekan Modal Pedagang Ayam Geprek
Harga Cabai Naik, Gerakan Pangan Murah Padang Panjang Bantu Tekan Modal Pedagang Ayam Geprek
Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Belanda, Bakal Dipajang di Amsterdam
Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Belanda, Bakal Dipajang di Amsterdam
Bukan Sekadar Pelatihan, UMKM Agam Dibidik Masuk Jaringan Usaha Besar
Bukan Sekadar Pelatihan, UMKM Agam Dibidik Masuk Jaringan Usaha Besar
Dugaan Pelanggaran Prosedur di Nagari Kajai Disorot Ombudsman, Bupati Pasaman Barat Buka Suara
Dugaan Pelanggaran Prosedur di Nagari Kajai Disorot Ombudsman, Bupati Pasaman Barat Buka Suara
Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM, Tak Lagi Hanya Urus Ibu dan Anak
Pariaman Luncurkan Posyandu 6 SPM, Tak Lagi Hanya Urus Ibu dan Anak