Sumbardaily.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan peringatan dini hujan untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir pekan ini, 19 hingga 20 Juni 2026. Sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Informasi tersebut disampaikan BMKG Minangkabau melalui unggahan peringatan dini hujan wilayah Sumbar yang diperbarui pada Kamis (18/6/2026) pukul 09.00 WIB.
Dalam informasi tersebut, BMKG menyebutkan bahwa kondisi cuaca pada Jumat (19/6/2026) berstatus Waspada akibat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumbar.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada hari tersebut meliputi:
- Kepulauan Mentawai
- Agam
- Tanah Datar
- Padang Pariaman
- Pesisir Selatan
- Pasaman
- Lima Puluh Kota
- Dan sekitarnya
BMKG Minangkabau menandai wilayah-wilayah tersebut dengan kategori Waspada untuk mengantisipasi dampak cuaca yang mungkin terjadi akibat peningkatan curah hujan.
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih berlanjut pada Sabtu (20/6/2026). Bahkan, jumlah wilayah yang masuk dalam peringatan dini bertambah dibandingkan hari sebelumnya.
Adapun daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada hari tersebut meliputi:
- Kepulauan Mentawai
- Pasaman Barat
- Agam
- Bukittinggi
- Tanah Datar
- Padang Panjang
- Padang Pariaman
- Padang
- Pesisir Selatan
- Pasaman
- Lima Puluh Kota
- Kabupaten Solok
- Solok Selatan
- Sijunjung
- Dan sekitarnya
BMKG kembali menetapkan kategori Waspada untuk wilayah-wilayah tersebut.
Dari data yang dirilis BMKG Minangkabau, terlihat bahwa beberapa daerah seperti Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Lima Puluh Kota berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat selama dua hari berturut-turut, yakni pada 19 dan 20 Juni 2026.
Sementara itu, pada 20 Juni 2026 daftar wilayah yang berstatus waspada bertambah dengan masuknya Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Sijunjung.
BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peringatan dini hujan tersebut menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu wilayah kabupaten atau kota. Informasi ini menjadi acuan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini terbaru dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi pada 19 dan 20 Juni 2026. (*)















