Sumbardaily.com, Agam - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) kembali meningkatkan potensi terjadinya banjir bandang, khususnya di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena wilayah tersebut pernah mengalami banjir bandang dan dinilai masih menyimpan potensi ancaman berulang, terutama saat curah hujan tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Nagari setempat, terjadi peningkatan debit air sungai akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan debit tersebut membuat aliran air kembali mengalir melalui jalur bekas banjir bandang.
“Aliran air meningkat dan mengalir melalui jalur bekas banjir bandang. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum menimbulkan dampak terhadap permukiman ataupun fasilitas umum, lokasi di Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, sampai saat ini kami masih melakukan koordinasi dan pemantauan," katanya.
Meski belum berdampak langsung terhadap rumah warga maupun infrastruktur, BPBD Kabupaten Agam menilai situasi ini tidak boleh dianggap sepele.
"Jalur bekas banjir bandang yang kembali dialiri air berpotensi menjadi titik rawan jika intensitas hujan meningkat atau berlangsung lebih lama," ujarnya.
BPBD Agam saat ini terus memperkuat koordinasi lintas pihak, mulai dari pemerintah nagari, kecamatan, hingga relawan kebencanaan.
"Pemantauan rutin dilakukan guna memastikan perubahan kondisi di lapangan dapat terdeteksi lebih dini. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko serta memberikan waktu bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan," kata Gafur.
Selain faktor lokal, ancaman juga diperkuat oleh peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumbar.
Pada Senin (16/2/2026) pukul 14.50 WIB, BMKG menyampaikan bahwa masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir diserta angin kencang pada pukul 15.00 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Solok, Pesisir Selatan (Pessel), Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Dharmasraya, Pasaman Barat (Pasbar), Kota Padang Sawahlunto, serta sejumlah daerah lainnya di Sumbar.
BMKG juga menyebutkan bahwa potensi hujan tersebut dapat meluas ke berbagai kabupaten dan kota lain, termasuk wilayah pesisir, dataran tinggi, hingga kepulauan. Kondisi cuaca ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Kombinasi antara peningkatan debit sungai di Palembayan dan prakiraan cuaca ekstrem menjadi sinyal kuat bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
BPBD Kabupaten Agam menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau jalur bekas banjir bandang.
"Warga diimbau untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air secara signifikan, perubahan warna air sungai, atau adanya material kayu dan lumpur yang terbawa arus. Informasi cepat dari masyarakat akan sangat membantu petugas dalam mengambil langkah antisipatif," kata Abdul Gafur.
Fokus utama BPBD Agam saat ini, katanya adalah memastikan kesiapan sumber daya, baik personel maupun peralatan, jika sewaktu-waktu diperlukan tindakan tanggap darurat. Selain itu, edukasi kebencanaan kepada masyarakat terus didorong agar warga memahami langkah penyelamatan diri apabila terjadi kondisi darurat.
"Dengan potensi hujan deras yang masih tinggi, Palembayan menjadi salah satu titik yang mendapatkan perhatian khusus. Meski kondisi saat ini masih relatif aman, ancaman banjir bandang yang dapat terjadi secara tiba-tiba membuat kewaspadaan harus terus dijaga," tuturnya. (adl)
















