Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengubah suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Pantai Ketaping, Minggu (27/9/2026), menjadi ruang layanan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Selain berolahraga dan menikmati rekreasi, warga dapat memanfaatkan sejumlah pelayanan kesehatan gratis dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
CFD kali ini memang dirancang berbeda karena aktivitas masyarakat tidak berhenti pada senam atau kegiatan fisik. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggabungkannya dengan program GERMAS dalam Pengendalian Penyakit Prioritas untuk mendorong masyarakat lebih aktif melakukan pencegahan dan menjaga kesehatan sejak dini.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan kesehatan menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan daerah. Menurut dia, kesadaran menjaga kesehatan perlu dibangun sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan.
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang berobat ketika sudah sakit. Kita harus membangun kesadaran bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Hidup sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujar Bupati JKA.
Ia menjelaskan, perpaduan CFD dan GERMAS menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara bersama-sama. Aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, edukasi, konsumsi makanan bergizi, tidak merokok, hingga kepedulian terhadap lingkungan disebut menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit prioritas.
Menurutnya, membangun masyarakat yang sehat tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga kesehatan. Peran dunia usaha, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, pemerintah kecamatan dan nagari, kader, komunitas, serta masyarakat juga dibutuhkan.
“Pemerintah menyiapkan kebijakan dan pelayanan, dunia usaha memberikan dukungan, tenaga kesehatan memberikan pelayanan, dan masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan,” katanya.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut juga dikaitkan dengan upaya memperluas Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Padang Pariaman. Bupati mengajak dunia usaha ikut memperhatikan kepesertaan jaminan kesehatan para pekerja dan keluarganya.
Dunia usaha juga didorong memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kita ingin seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Untuk itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dr. Engga, mengatakan konsep GERMAS dalam kegiatan tersebut dibuat agar masyarakat bisa memperoleh manfaat langsung. Sejumlah layanan promotif dan preventif disiapkan di lokasi CFD.
Layanan yang tersedia mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan HPV DNA gratis, USG gratis, donor darah, tes kebugaran, hingga pelayanan akupresur. Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengendalian penyakit prioritas.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut turut ditandai dengan peluncuran Budi Pintar atau Buletin Digital Promotif, Inovatif, Normatif, Terpadu, Aktif, Responsif. Inovasi itu disiapkan sebagai media edukasi kesehatan bagi masyarakat.
“GERMAS kita hadirkan agar masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga mendapatkan edukasi dan layanan kesehatan secara langsung. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan,” ujar dr. Engga.
Suasana CFD di Pantai Ketaping juga semakin ramai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Penampilan drum band SMP se-Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu agenda yang memeriahkan kegiatan tersebut.
Masyarakat juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan bersama dokter spesialis, senam massal, dan fun bike. Bazar UMKM turut hadir sehingga kegiatan yang menggabungkan olahraga, kesehatan, dan interaksi masyarakat tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha.
Bupati JKA mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan CFD dan GERMAS. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif, sehat, dan produktif sekaligus memperkuat interaksi sosial.
“Mari kita mulai hidup sehat dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Kabupaten Sehat adalah kerja bersama. Pemerintah hadir, dunia usaha berkontribusi, tenaga kesehatan melayani, dan masyarakat bergerak bersama,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap penerapan pola hidup sehat tidak berhenti selama CFD berlangsung. Budaya hidup sehat diharapkan tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
















