Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan pengembangan sekolah terintegrasi.
Melansir Facebook Dinas Kominfo Pasaman Barat, Upaya tersebut dibahas langsung Bupati Pasaman Barat, Yulianto, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026) kemarin.
Dalam pertemuan itu, Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, yang menangani program pembangunan sekolah melalui dana revitalisasi.
Fokus utama yang disampaikan pemerintah daerah yakni percepatan revitalisasi sekolah terdampak bencana banjir dan longsor tahun 2025.
Pasaman Barat telah memperoleh bantuan anggaran revitalisasi sebesar Rp11 miliar untuk perbaikan sejumlah fasilitas pendidikan.
Dana tersebut akan digunakan untuk revitalisasi enam taman kanak-kanak (TK) dan sembilan sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Program itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak.
Selain bantuan revitalisasi bencana, Pemkab Pasaman Barat juga mengajukan tambahan revitalisasi reguler untuk puluhan sekolah lain yang dinilai membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengusulkan tambahan revitalisasi reguler untuk 59 sekolah lainnya yang dinilai membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana,” ujar Yulianto.
Tidak hanya fokus pada perbaikan sekolah, pemerintah daerah juga membawa rencana pembangunan sekolah terintegrasi yang diajukan kepada Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Usulan tersebut diterima oleh Subdirektorat Sarana yang diwakili Riqsal Hidayat.
Konsep sekolah terintegrasi yang diusulkan Pemkab Pasaman Barat mengedepankan pembangunan kawasan pendidikan terpadu dalam satu kompleks. Kawasan itu nantinya mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK.
Selain fasilitas pembelajaran, sekolah terintegrasi tersebut juga dirancang memiliki fasilitas olahraga yang lengkap dan modern untuk mendukung pengembangan pendidikan.
Pemkab Pasaman Barat juga mengusulkan pembangunan satu unit SMP negeri di pusat ibu kota kabupaten guna memperluas akses pendidikan masyarakat.
Yulianto menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan dokumen pendukung agar program pembangunan pendidikan tersebut dapat segera direalisasikan.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan infrastruktur yang memadai dan berkelanjutan,” kata Yulianto.
Melalui revitalisasi dan pembangunan sekolah terintegrasi tersebut, Pemkab Pasaman Barat berharap kualitas pendidikan di daerah itu dapat meningkat secara berkelanjutan.(*)
















