Penerbangan Internasional BIM Bertambah, Karantina Sumbar Perkuat Pengawasan

Sumbardaily.com – Bertambahnya konektivitas penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diikuti langkah Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat (Sumbar) untuk memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas. Pengawasan tersebut dilakukan melalui Operasi Patuh Karantina yang melibatkan sejumlah pihak di lingkungan bandara.

Operasi Patuh digelar dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-149 Tahun 2026. Pelaksanaannya melibatkan sinergi antara Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumbar dengan berbagai stakeholder, mulai dari maskapai penerbangan atau airlines, Bea dan Cukai, InJourney Airports, hingga kepolisian.

Bertambahnya penerbangan internasional dari BIM dinilai memberikan dampak terhadap semakin terbukanya konektivitas Sumbar dengan dunia. Kondisi tersebut membawa peluang bagi mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, perdagangan, serta perekonomian daerah.

Namun, peningkatan pergerakan orang dan barang juga membuat aspek pengawasan perlu diperkuat. Salah satu perhatian Karantina adalah mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan karantina, organisme pengganggu tumbuhan karantina, dan penyakit ikan karantina.

Melalui Operasi Patuh, petugas Karantina bersama stakeholder terkait melakukan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang yang melewati jalur penerbangan internasional. Pemeriksaan secara khusus menyasar komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya.

Selain menjalankan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi secara langsung kepada para penumpang. Edukasi tersebut mencakup kewajiban melaporkan komoditas yang dibawa serta memastikan berbagai persyaratan karantina telah dipenuhi.

Kesadaran Penumpang Jadi Perhatian

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumbar RM Ende Dezeanto mengatakan, peningkatan konektivitas internasional perlu berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perkarantinaan.

“Bertambahnya penerbangan internasional dari BIM merupakan peluang bagi Sumbar untuk semakin terhubung dengan dunia. Bersamaan dengan itu, pengawasan juga harus diperkuat. Karena itu, sinergi antara Karantina, airlines, Bea dan Cukai, InJourney Airports, Kepolisian, serta stakeholder lainnya menjadi sangat penting untuk memastikan pintu gerbang internasional kita tetap aman,” ujarnya.

Menurut Ende, pengawasan karantina tidak sebatas melakukan pemeriksaan terhadap barang yang dibawa penumpang. Upaya tersebut juga berkaitan dengan membangun pemahaman masyarakat mengenai risiko dari setiap komoditas yang dibawa dari maupun ke luar wilayah Indonesia.

Komoditas yang dilalulintaskan memiliki potensi risiko terhadap kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus dapat berkaitan dengan kelestarian sumber daya hayati. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengawasan karantina.

“Operasi Patuh ini kami jadikan momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa melapor kepada petugas Karantina bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi negeri,” tambahnya.

Libatkan Berbagai Stakeholder

Pelaksanaan Operasi Patuh di BIM sekaligus memperlihatkan keterlibatan lintas stakeholder dalam pengawasan di pintu masuk dan keluar negara. Masing-masing pihak memiliki peran dalam mendukung kelancaran sekaligus keamanan aktivitas penerbangan internasional.

Airlines berperan mendukung penyampaian informasi kepada para penumpang. Sementara itu, Bea dan Cukai menjalankan peran dalam pengawasan kepabeanan.

InJourney Airports turut berperan melalui pengelolaan layanan dan ekosistem bandara. Di sisi lain, kepolisian mendukung aspek keamanan dan ketertiban dalam kegiatan tersebut.

Sinergi tersebut dilakukan seiring semakin terbukanya akses penerbangan internasional melalui BIM. Peningkatan konektivitas tersebut membuat lalu lintas orang dan barang turut menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian dalam aspek perkarantinaan.

Karantina Sumbar menempatkan pengawasan dan edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya menghadapi meningkatnya mobilitas melalui jalur penerbangan internasional. Pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang berjalan bersamaan dengan penyampaian informasi mengenai kewajiban pelaporan dan pemenuhan persyaratan karantina.

Dengan semakin terbukanya akses penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Minangkabau, Karantina Sumbar menyatakan komitmennya untuk terus hadir dalam pengawasan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengedepankan sinergi bersama stakeholder serta pelayanan kepada masyarakat secara humanis, tanpa mengesampingkan aturan perkarantinaan. (*)

Baca Juga

180 Jemaah Umrah Batal Berangkat dari BIM, Travel Rugi Rp100 Juta
180 Jemaah Umrah Batal Berangkat dari BIM, Travel Rugi Rp100 Juta
Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman Belum Bersurat
Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman Belum Bersurat
Pemkab Padang Pariaman Ungkap Asal Usul Wacana Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin
Pemkab Padang Pariaman Ungkap Asal Usul Wacana Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin
Respons BIM Soal Ganti Nama jadi Bandara Syekh Burhanuddin
Respons BIM Soal Ganti Nama jadi Bandara Syekh Burhanuddin
Rencana Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin Segera Diproses
Rencana Ganti Nama BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin Segera Diproses
Pesawat Minangkabau Air terbakar setelah diserang drone rakitan dalam simulasi keadaan darurat di Bandara Internasional Minangkabau.
Satu Pesawat Terbakar di Bandara Internasional Minangkabau Gegara Drone Rakitan