Sumbardaily.com, Padang Pariaman - Tim gabungan pencarian dan pertolongan berhasil menemukan seorang bocah perempuan berusia delapan tahun yang terseret ombak di Pantai Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (3/4/2025).
Korban bernama Zea ditemukan dalam kondisi selamat sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian setelah pencarian intensif selama kurang lebih satu jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Padang menerima laporan adanya seorang anak yang terseret ombak di kawasan Pantai Tiram pada sore hari. Merespons kejadian tersebut, tim rescue segera dikerahkan menuju lokasi kejadian.
"Tim rescue KPP Kelas A Padang langsung bergerak ke lokasi pada pukul 18.10 WIB dengan menerjunkan tujuh personel," kata Kepala Kantor SAR A Padang, Abdul Malik.
Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 18.40 WIB dan segera melakukan koordinasi dengan berbagai unsur SAR yang telah berada di tempat kejadian.
Pencarian dilakukan dengan strategi terpadu, dibagi menjadi dua tim operasional.
Tim pertama melakukan pencarian menggunakan perahu karet (LCR) di sekitar lokasi kejadian perkara, sementara tim kedua ditugaskan menyisir sepanjang bibir pantai untuk memperluas area pencarian korban.
Upaya pencarian membuahkan hasil setelah kurang lebih 25 menit beroperasi. Zea ditemukan dalam keadaan selamat pada koordinat 0° 43.811'S -100° 13.030'T, sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.
Penemuan ini terjadi pada pukul 19.05 WIB, dan korban kemudian dievakuasi ke rumah keluarganya.
"Korban ditemukan dengan metode penyisiran bibir pantai oleh tim yang diterjunkan," katanya.
Setelah korban berhasil ditemukan dan dipastikan dalam kondisi selamat, dilakukan debriefing atau evaluasi singkat operasi pencarian.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur dari beberapa instansi dan masyarakat, menunjukkan koordinasi yang baik dalam menghadapi situasi darurat.
Unsur-unsur yang terlibat antara lain KPP Kelas A Padang dengan tujuh personel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman dengan 12 anggota, Komunitas SAR Bencana (KSB) Padang Pariaman dengan dua orang, perangkat nagari setempat dengan lima orang, serta melibatkan sekitar 50 orang masyarakat setempat.
Setelah memastikan keselamatan korban dan menyelesaikan evaluasi operasi, pada pukul 19.45 WIB seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
"Kami mengusulkan penutupan operasi SAR setelah memastikan tidak ada lagi korban yang memerlukan pertolongan," kata Abdul Malik.
Kejadian ini, katanya, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan ketika berada di kawasan pantai, terutama bagi anak-anak.
"Ombak dan arus laut yang tidak dapat diprediksi bisa menjadi ancaman serius, terlebih di pantai-pantai terbuka seperti Pantai Tiram," katanya.
Sementara itu, Kantor SAR Padang tetap siaga dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masyarakat dapat menghubungi nomor darurat 115 (Nasional) atau kontak lain yang tersedia jika terjadi keadaan darurat yang membutuhkan bantuan tim SAR.
"Koordinasi yang baik antara berbagai unsur merupakan kunci keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan ini. Kita beruntung korban dapat ditemukan dalam waktu singkat dan dalam kondisi selamat " kata Abdul Malik.
Kejadian terseret ombak merupakan salah satu risiko yang sering terjadi di kawasan pantai di Sumbar, yang memiliki garis pantai panjang dan menjadi destinasi wisata populer.
Pantai Tiram di Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu pantai yang cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
"Kantor SAR Padang sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Sumbar selalu berupaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personelnya dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk kejadian orang terseret ombak di pantai," katanya.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi petunjuk keselamatan yang ada di kawasan pantai, memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut, serta tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di kawasan pantai untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (red)















