Sumbardaily.com, Padang – Peringatan dini cuaca dikeluarkan BMKG Minangkabau untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama beberapa hari ke depan.
Peringatan ini menempatkan sejumlah daerah di Sumbar dalam status Waspada, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak cuaca.
Informasi tersebut disampaikan BMKG Minangkabau melalui pembaruan resmi yang dirilis pada Selasa (3/2/2026), pukul 09.10 WIB.
Dalam peringatan dini tersebut, BMKG menyebutkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan berlangsung hingga Kamis (5/2/2026), dengan cakupan wilayah yang berubah dari hari ke hari.
Pada Selasa (3/2/2026), BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, serta Sijunjung, termasuk wilayah di sekitarnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk mewaspadai dampak cuaca yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Memasuki Rabu (4/2/2026), wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat tercatat semakin luas.
BMKG Minangkabau mencantumkan sejumlah daerah yang masih berada dalam kategori Waspada, antara lain Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, serta Dharmasraya, dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, pada Kamis (5/2/2026), BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini dengan status Waspada untuk wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, serta Dharmasraya, termasuk daerah sekitarnya.
Pada hari tersebut, intensitas hujan masih diperkirakan berada pada kategori sedang hingga lebat.
BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peringatan dini hujan ini didasarkan pada nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi yang diprakirakan terjadi dalam satu wilayah kabupaten atau kota.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi dampak lanjutan, seperti genangan air, banjir lokal, dan gangguan aktivitas, khususnya di wilayah yang berulang kali masuk dalam daftar peringatan. (pooke)
BMKG juga menegaskan bahwa informasi cuaca dapat mengalami perubahan seiring dengan dinamika atmosfer yang terjadi. Masyarakat Sumbar diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi BMKG, terutama selama periode peringatan dini cuaca yang diperkirakan berlangsung hingga 5 Februari 2026.















