Sumbardaily.com, Padang - Sebuah peristiwa mengenaskan kembali terjadi di kawasan Pesisir Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan Pantai Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat pada Minggu sore (20/4/2025). Pencarian terhadap korban bernama Ridho Ramadhan segera dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kejadian ini terjadi belum genap seminggu setelah peristiwa serupa yang menimpa Erlangga (10), siswa SDN 38 Lubuk Buaya yang tenggelam di Sungai Batang Kandis, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Bocah tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (16/4/2025).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, kejadian bermula saat empat remaja penghuni Panti Asuhan Al Hurul Ain Wisma Indah V Tabing sedang berolahraga di sekitar pantai pada pukul 16.30 WIB.
Setelah beristirahat dan merasa bugar kembali, mereka memutuskan untuk mandi di pantai.
Keempat remaja tersebut terbagi menjadi dua kelompok yang mandi di lokasi berbeda. Ridho Ramadhan bersama temannya, Ilham Sidiq (16), mandi di satu lokasi.
"Tiba-tiba ombak yang cukup besar menerjang mereka. Kedua remaja terseret arus, namun Ilham berhasil diselamatkan oleh teman-temannya. Sementara Ridho hingga kini belum ditemukan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton.
Korban dan teman-temannya masing-masing bernama Ridho Ramadhan (16), Ilham (16 tahun), Yoga (16 tahun) dan Rudi (16).
"Keempatnya merupakan penghuni Panti Asuhan Al Hurul Ain yang berlokasi di Wisma Indah V Tabing," katanya.
Respons Tim SAR
Laporan kejadian diterima oleh Kantor SAR Kelas A Padang pada pukul 17.50 WIB dari Bapak Eri (Padang Baywatch).
Tim rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang segera bergerak menuju lokasi pada pukul 18.02 WIB dengan mengerahkan enam personil.
"Operasi pencarian langsung dilakukan di lokasi dengan koordinat 0°50'39.74"S - 100°18'58.29"T, yang berjarak sekitar 4,21 km (lurus) atau 8,4 km (jarak darat) dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pencarian, ini kata Abdul Malik, antara lain, BPBD Kota Padang, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, PMI Kota Padang, Polri, TNI.
Kemudian, pihak Kecamatan, Kelurahan, Kelompok Siaga Bencana (KSB), KPB Kota Padang, Relawan Rumah Zakat, RT, RW setempat, masyarakat sekitar serta insan kebencanaan.
"Tim SAR menggunakan berbagai peralatan dalam proses pencarian, di antaranya Rescue Car Double Cabin, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta alat pendeteksi di dalam air (Aqua Eye)," katanya.

Peringatan
Tragisnya, peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, meninjau lokasi tenggelamnya Erlangga di Sungai Batang Kandis.
Pada kesempatan tersebut, Wawako telah mengimbau orang tua untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya, namun himbauan tersebut sepertinya belum diindahkan dengan baik.
Menurut informasi dari BPBD Kota Padang, lokasi terjadinya insiden berada di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasie Nan Tigo. Meskipun belum ada kerugian material yang dilaporkan, namun potensi kehilangan nyawa terus mengancam.
"Pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di bawah komando Kepala Pelaksana dan Kabid KL BPBD Kota Padang bersama masyarakat," demikian keterangan dari Pusdalops PB BPBD Kota Padang.
Kantor SAR Padang juga terus memantau perkembangan pencarian dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Masyarakat dapat melaporkan informasi apapun terkait kejadian ini melalui nomor pengaduan (0751) 484534 atau 0813-7700-0115.
Kejadian Beruntun di Pesisir Padang
Peristiwa hilangnya Ridho menambah daftar panjang tragedi di kawasan pesisir dan aliran sungai di Kota Padang.
Sebelumnya, pada Rabu (16/4/2025), bocah berusia 10 tahun bernama Erlangga ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Batang Kandis di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.
Kedua lokasi kejadian berada di kecamatan yang sama, menunjukkan tingginya risiko bencana di kawasan tersebut.
Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar pantai dan sungai, terutama ketika kondisi alam sedang tidak bersahabat.
Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat, terutama orangtua dan pengasuh, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di sekitar badan air, baik itu pantai maupun sungai.
Penting juga untuk memperhatikan peringatan cuaca dan kondisi alam sebelum melakukan aktivitas di perairan.
Sementara operasi pencarian Ridho Ramadhan masih berlangsung, masyarakat diharapkan untuk berperan aktif dengan memberikan informasi yang berguna bagi tim SAR dan menghindari aktivitas yang dapat mengganggu proses pencarian. (red)
















