Sumbardaily.com, Jakarta – Pembiayaan haji khusus (Prohajj Plus) akan menjadi salah satu penopang utama bisnis ritel PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara bank syariah pertama di Indonesia tersebut dengan PT Sahid Gema Wisata (Sahid Tour & Travel).
Direktur Bank Muamalat, Karno, mengungkapkan bahwa langkah ini sejalan dengan posisi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat.
"Sebagai bank syariah pertama, kami berkomitmen memaksimalkan potensi di ekosistem haji dan umrah melalui kolaborasi dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) terkemuka seperti Sahid Tour & Travel," jelasnya dikutip Kamis (7/11/2024).
Kemitraan strategis ini membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengoptimalkan basis nasabah yang mereka miliki. Target pasar mencakup jamaah haji, umrah, serta nasabah pendanaan dan pembiayaan yang berminat menggunakan layanan Prohajj Plus.
"Melalui sinergi ini, kami menargetkan pencairan pembiayaan Prohajj Plus mencapai Rp50 miliar per tahun dengan nilai pembiayaan sekitar Rp70 juta untuk setiap nasabah," ungkap Karno.
Bank Muamalat menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek segmen haji dan umrah. Keyakinan ini didasarkan pada dua faktor utama: status haji sebagai kewajiban religius umat Muslim dan dominasi penduduk Muslim di Indonesia.
Saat ini, Bank Muamalat telah menguasai lebih dari 56 persen pangsa pasar haji khusus.
Prohajj Plus hadir sebagai solusi pembiayaan yang memungkinkan masyarakat mendaftar haji lebih awal tanpa harus menunggu lama mengumpulkan dana.
Inovasi layanan ini memperkuat posisi Bank Muamalat dalam mengembangkan ekosistem haji dan umrah di Indonesia.
Dengan menggandeng Sahid Tour & Travel yang memiliki reputasi kuat di industri perjalanan ibadah, Bank Muamalat semakin memantapkan langkahnya dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan haji khusus bagi masyarakat Indonesia. (red)















