Banjir dan Longsor Terjang Pessel, 2.131 KK Terdampak dan 14 Titik Longsor Ditemukan

Banjir dan Longsor Terjang Pessel, 2.131 KK Terdampak dan 14 Titik Longsor Ditemukan

Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. (Foto: Pemkab Pessel)

Sumbardaily.com - Penanganan dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, masih berlanjut. Sebanyak 14 titik longsor ditemukan di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan dan Basa Ampek Balai (BAB) Tapan. Di tengah upaya pemulihan, sekitar 500 kepala keluarga (KK) juga diperkirakan belum mendapatkan pasokan air bersih akibat terputusnya jaringan distribusi.

Pemkab Pesisir Selatan dikutip Minggu (18/10/2026) menyebutkan, pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan pascabencana melalui peninjauan lapangan, perbaikan infrastruktur, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

Peninjauan dipimpin Sekretaris Daerah Pessel, Zainal Arifin, bersama sejumlah pejabat daerah. Rombongan tersebut terdiri atas Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Pelaksana BPBD Armen, Kepala Baperida Subchandri, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Syamwil, Camat Rahul Tapan Dheno Agnes, serta Camat BAB Tapan Erna Juita.

Dalam kegiatan itu, rombongan memeriksa kondisi jalan, permukiman warga, dan kebutuhan masyarakat setelah banjir serta longsor melanda kawasan tersebut. Pemerintah daerah juga memastikan bantuan berupa kebutuhan pokok disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.

Sebanyak 14 Titik Longsor Ditemukan

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan terdapat 14 titik longsor di wilayah terdampak. Namun, hingga peninjauan berlangsung, baru satu titik yang selesai ditangani. Kondisi tersebut membuat penanganan longsor dan pemulihan akses transportasi masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) turut melakukan pekerjaan di lapangan untuk mengantisipasi longsor sekaligus menangani gangguan pada akses jalan. Upaya tersebut diperlukan agar jalur transportasi dapat kembali digunakan dengan aman oleh masyarakat.

Selain penanganan titik longsor, akses jalan Tapan–Sungai Penuh untuk sementara ditutup karena adanya pekerjaan gorong-gorong. Masyarakat yang hendak melewati jalur tersebut diimbau memperhatikan informasi mengenai kondisi jalan dan mengikuti arahan petugas.

Penutupan sementara itu perlu menjadi perhatian pengguna jalan, terutama masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk bepergian. Pemerintah mengingatkan pentingnya mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Dampak bencana tercatat cukup besar di dua kecamatan yang menjadi lokasi penanganan. Di Kecamatan Rahul Tapan, sebanyak 1.460 KK atau 4.830 jiwa terdampak banjir dan longsor.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, bantuan beras yang dibutuhkan mencapai 7.300 kilogram. Selain itu, sebanyak 26 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana.

Sementara itu, di Kecamatan BAB Tapan, jumlah warga terdampak mencapai 671 KK atau 2.312 jiwa. Pemerintah menyiapkan bantuan beras sebanyak 3.300 kilogram untuk masyarakat di kecamatan tersebut. Satu unit rumah di wilayah ini juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Jika digabungkan, bencana di kedua kecamatan tersebut berdampak pada 2.131 KK atau 7.142 jiwa. Total kebutuhan bantuan beras yang disiapkan mencapai 10.600 kilogram atau 10,6 ton. Adapun jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat tercatat sebanyak 27 unit.

Data tersebut menjadi gambaran kebutuhan penanganan yang harus dipenuhi pemerintah bersama berbagai pihak. Selain memastikan bantuan pangan tersedia, pemulihan rumah warga dan infrastruktur juga menjadi bagian dari upaya penanganan dampak bencana.

Listrik Pulih, Air Bersih Masih Terganggu

Di sektor pelayanan dasar, pasokan listrik di wilayah terdampak telah kembali tersambung sejak Kamis (15/10). Pemulihan ini menjadi salah satu perkembangan dalam upaya mengembalikan layanan publik setelah banjir dan longsor.

Meski demikian, distribusi air bersih masih mengalami kendala. Jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan terputus di dua titik. Akibatnya, sekitar 500 KK diperkirakan belum mendapatkan aliran air bersih.

Gangguan tersebut membuat pemulihan jaringan air bersih menjadi salah satu pekerjaan yang perlu segera ditangani. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi bersamaan dengan perbaikan akses jalan dan penanganan titik longsor.

Pemkab Pesisir Selatan terus mengoordinasikan langkah penanganan dampak bencana, termasuk pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Pemerintah berupaya mempercepat perbaikan akses transportasi, penanganan longsor, serta pemulihan distribusi air bersih agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung normal.

Bantuan Datang dari Berbagai Pihak

Penanganan masyarakat terdampak juga mendapat dukungan dari berbagai instansi, lembaga, dunia usaha, dan elemen masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD Pessel, Baznas, Pegadaian, serta Bank Nagari Cabang Tapan.

Dukungan lainnya datang dari IKAD, BPBD Kabupaten Solok, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BKPSDM, Incasi Raya, Kemilau, Bunda Lisda, Hakimin, Dani Sofyan, serta Darmansyah.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat mendukung warga dalam menghadapi kondisi pascabencana, terutama ketika sebagian infrastruktur dan layanan dasar masih mengalami gangguan.

Sinergi pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah Tapan. Selain penyaluran bantuan, percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik menjadi hal penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penanganan pascabencana di Pesisir Selatan masih membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Pemulihan akses transportasi, penyelesaian titik longsor, serta perbaikan jaringan air bersih menjadi bagian dari upaya agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan memperoleh pelayanan dasar secara memadai. (*)

Baca Juga

Jalan Bayang–Alahan Panjang Buka Akses Ekonomi Baru Solok dan Pesisir Selatan
Jalan Bayang–Alahan Panjang Buka Akses Ekonomi Baru Solok dan Pesisir Selatan
Polsek Ranah Pesisir Bekuk Pengedar Narkoba di Koto Panjang, Satu Tersangka Masih Buron
Polsek Ranah Pesisir Bekuk Pengedar Narkoba di Koto Panjang, Satu Tersangka Masih Buron
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
50,6 Persen Warga Nilai Kinerja Pemerintah Tekan Harga Sembako Memburuk
50,6 Persen Warga Nilai Kinerja Pemerintah Tekan Harga Sembako Memburuk
Asap Karhutla Tak Kunjung Berakhir, DPR RI Dorong Pemerintah Terima Bantuan Singapura
Asap Karhutla Tak Kunjung Berakhir, DPR RI Dorong Pemerintah Terima Bantuan Singapura
MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Singgung Dukungan terhadap Israel
MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Singgung Dukungan terhadap Israel