Sumbardaily.com, Tanah Datar – Upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar terus dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus utama pascabencana adalah pemenuhan akses air bersih, yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga.
Hal tersebut tampak dalam kegiatan pemasangan pipanisasi air bersih di Jorong Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan. Wilayah tersebut sebelumnya terdampak banjir bandang pada akhir November 2025, yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta infrastruktur penunjang penyediaan air bersih.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa program pipanisasi air bersih difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN). Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang turut membantu masyarakat, mulai dari lembaga sosial, relawan, hingga masyarakat luas.
Menurut Mahyeldi, percepatan pemulihan pascabencana di Sumbar tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.
“Pemulihan pascabencana di Sumbar bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan. Bantuan yang datang bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai lembaga dan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus dijaga,” ujar Mahyeldi, dikutip Minggu (18/1/2026).
Sementara itu, Ketua Rangkiang Peduli Negeri (RPN) Sumbar, Zeng Welf, mengungkapkan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun untuk membantu daerah terdampak bencana di Sumbar mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Dana tersebut berasal dari berbagai pihak dan sebagian dialokasikan untuk penyediaan pipanisasi air bersih di Jorong Muaro Ambius.
Zeng Welf menjelaskan, proses pemasangan pipanisasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan relawan pendamping dan masyarakat setempat. Seluruh pipa yang digunakan merupakan hasil wakaf para wakif yang dikoordinasikan melalui Lazisku dan Lazismu, kemudian dipercayakan kepada RPN untuk pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, hingga saat ini sekitar 50 NGO dari luar Sumatera Barat telah menyalurkan donasi melalui RPN. Total donasi yang terkumpul kurang lebih Rp1,5 miliar, dan kami berupaya menyalurkannya secara tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Zeng.
Dari sisi masyarakat, bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur. Jon Simamora (53), perwakilan warga Jorong Muaro Ambius, menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling krusial setelah bencana melanda kawasan mereka.
Ia menyebut, kerusakan sarana air bersih pascabanjir bandang sempat menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Oleh karena itu, bantuan pipanisasi menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada RPN, para donatur, dan Bapak Gubernur yang hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau memacu semangat kami untuk bangkit dan menata kehidupan kembali,” ujar Jon. (red)
















