Sumbardaily.com - Pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, turut diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air minum yang aman bagi masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mengkaji rencana penerapan teknologi pengolahan air siap minum (ARSINUM) di Jorong Pasia Laweh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh.
Dikutip dari Diskominfo Agam, Senin (19/10/2026), kajian tersebut diawali dengan survei lapangan pada Sabtu (17/10). Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan lokasi, kesiapan lahan, serta kondisi sumber air yang berpotensi dimanfaatkan dalam penerapan teknologi ARSINUM.
Survei itu menjadi bagian dari upaya memulihkan akses air minum bagi masyarakat yang terdampak bencana. Selain memperbaiki infrastruktur dan permukiman, ketersediaan air minum yang aman menjadi salah satu kebutuhan dasar yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, bersama tim dan Wali Nagari Pasia Laweh mendampingi tim BRIN dalam peninjauan lokasi. Tim BRIN yang terlibat berasal dari Kedeputian Pemanfaatan Riset dan Inovasi.
Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat penempatan teknologi ARSINUM. Pengukuran lahan dilakukan untuk memastikan area yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pemasangan peralatan pengolahan air.
Selain memeriksa kesiapan lahan, tim juga melakukan pemeriksaan kualitas air. Langkah ini bertujuan mengetahui kondisi awal sumber air yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku air siap minum.
Hasil pengukuran dan pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari kajian teknis untuk menentukan kelayakan penerapan teknologi ARSINUM di Pasia Laweh. Dengan demikian, rencana pemanfaatan teknologi tersebut perlu mempertimbangkan kondisi lokasi dan sumber air yang tersedia.
Rahmad Lasmono mengatakan survei lapangan merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemulihan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana, terutama dalam penyediaan air minum yang aman.
“Melalui survei ini, kita ingin memastikan lokasi yang direncanakan benar-benar sesuai, baik dari sisi kesiapan lahan maupun sumber airnya. Hasil kajian teknis ini nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerapan teknologi ARSINUM bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Ia berharap rencana penerapan teknologi pengolahan air siap minum tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan air yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Kehadiran teknologi ARSINUM juga diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendukung pemulihan kehidupan warga setelah bencana banjir dan tanah longsor.
Meski demikian, kelayakan penerapan teknologi tersebut masih perlu ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis, termasuk kesesuaian lahan dan kondisi sumber air yang telah diperiksa oleh tim. (*)
















