Gempa M 4,0 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi dan Padang Panjang

Gempa M 4,0 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi dan Padang Panjang

Titik gempa M 4,0 yang mengguncang Pasaman, Minggu sore (11/10/2026) sekitar pukul 17.17.12 WIB. (Foto: BMKG Padang Panjang)

Sumbardaily.com – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada Minggu (11/10/2026) sore. Guncangan tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa, tetapi juga menjangkau Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Sumur. Episenter atau pusat gempa berada di daratan, sekitar 5 kilometer di selatan Pasaman, dengan kedalaman 16 kilometer.

Informasi Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat gempa terjadi pada pukul 17.17.12 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter berada pada koordinat 0,09 derajat Lintang Utara (LU) dan 100,16 derajat Bujur Timur (BT).

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami. Kendati demikian, getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Barat dengan tingkat intensitas yang berbeda.

“Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Sumatera Barat, dengan tingkat intensitas berbeda-beda,” kata Tony Agus Wijaya, dikutip dalam keterangan resminya.

Gempa Pasaman Dipicu Aktivitas Sesar Sumur

BMKG mengategorikan gempa yang mengguncang Pasaman tersebut sebagai gempa bumi dangkal berdasarkan analisis lokasi dan kedalaman episenternya. Aktivitas Sesar Sumur disebut sebagai penyebab terjadinya gempa.

Pusat gempa yang terletak di daratan dengan kedalaman 16 kilometer menjadi bagian dari parameter yang dianalisis BMKG untuk mengetahui karakteristik kejadian tersebut.

Gempa terjadi pada sore hari ketika guncangan turut dirasakan di beberapa daerah di Sumbar. Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, Kabupaten Pasaman mengalami intensitas III MMI, sedangkan Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang diperkirakan merasakan getaran dengan intensitas II–III MMI.

Perbedaan intensitas tersebut menggambarkan tingkat getaran yang dirasakan masyarakat di masing-masing wilayah. Hasil estimasi itu juga menjadi gambaran sebaran dampak guncangan berdasarkan analisis BMKG.

Getaran Gempa Terasa hingga Bukittinggi dan Padang Panjang

Berdasarkan keterangan BMKG, intensitas III MMI di Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasi yang ditimbulkan digambarkan menyerupai getaran ketika sebuah truk sedang melintas.

Sementara itu, wilayah Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang diperkirakan mengalami intensitas II–III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang hingga banyak orang, bergantung pada kondisi setempat.

Dalam penjelasan BMKG, intensitas III MMI menggambarkan guncangan yang dirasakan banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang berlalu. Selain itu, benda-benda ringan yang digantung juga dapat bergoyang akibat getaran.

Peta estimasi guncangan tersebut digunakan untuk menggambarkan wilayah yang merasakan gempa berdasarkan hasil analisis BMKG. Meski tingkat intensitas menunjukkan adanya getaran yang dirasakan masyarakat, informasi itu tidak serta-merta menandakan terjadinya kerusakan bangunan.

Belum Ada Laporan Kerusakan dan Gempa Susulan

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,0 yang mengguncang Pasaman.

BMKG juga memantau kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan atau aftershock setelah peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu (11/10/2026) pukul 17.40 WIB, belum terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan.

Dengan demikian, berdasarkan hasil pemantauan hingga waktu tersebut, belum ada laporan kerusakan akibat gempa dan belum terdeteksi gempa susulan. BMKG juga menyatakan gempa itu tidak berpotensi tsunami.

BMKG Imbau Masyarakat Mengakses Informasi Resmi

BMKG mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi mengenai kejadian gempa bumi diperoleh melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Masyarakat diimbau untuk merujuk pada informasi yang disampaikan melalui saluran resmi BMKG ketika mencari perkembangan terbaru terkait aktivitas gempa bumi. (*)

Baca Juga

Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Barat Daya Pariaman, BMKG Ungkap Lokasi Episentrum
Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Barat Daya Pariaman, BMKG Ungkap Lokasi Episentrum
BMKG Padang Panjang Catat 23 Gempa Bumi di Sumbar, Dua Dirasakan Warga
BMKG Padang Panjang Catat 23 Gempa Bumi di Sumbar, Dua Dirasakan Warga
Sepekan Terakhir 28 Gempa Terjadi di Sumbar, Satu Getaran Dirasakan Warga
Sepekan Terakhir 28 Gempa Terjadi di Sumbar, Satu Getaran Dirasakan Warga
BMKG Catat Ribuan Gempa Guncang Sumbar dalam Setahun, 48 Kali Dirasakan Warga
BMKG Catat Ribuan Gempa Guncang Sumbar dalam Setahun, 48 Kali Dirasakan Warga
Dalam Sepekan 12 Gempa Dirasakan Warga Sumbar, Ini Penjelasan BMKG
Dalam Sepekan 12 Gempa Dirasakan Warga Sumbar, Ini Penjelasan BMKG
Gempa Bumi Tektonik M4,7 Guncang Pasaman, BMKG Catat Satu Gempa Susulan
Gempa Bumi Tektonik M4,7 Guncang Pasaman, BMKG Catat Satu Gempa Susulan