Sumbardaily.com - Kontingen Kota Payakumbuh mulai mendekati target besar yang dipasang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.
Hingga Selasa (6/10/2026), kontingen Payakumbuh telah mengumpulkan 21 medali emas dan semakin percaya diri mengejar target 40 emas.
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta ketika memberikan dukungan langsung kepada tim futsal daerahnya yang tengah berlaga di Porprov Sumbar 2026.
Tim futsal Payakumbuh berhasil mengamankan kemenangan kedua setelah mengalahkan Kota Sawahlunto dengan skor 2-1. Pertandingan tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (6/10/2026).
Hasil itu melanjutkan tren positif tim futsal Payakumbuh setelah pada pertandingan sebelumnya berhasil menundukkan Kota Padang dengan skor 3-1.
Performa tersebut turut memperkuat keyakinan Zulmaeta bahwa kontingen Payakumbuh mampu memenuhi target 40 medali emas yang telah ditetapkan.
"Kami optimistis target 40 medali emas tercapai. Saat ini sudah 21 emas, lebih dari separuh target yang kami tetapkan," kata Wali Kota Zulmaeta.
Dengan raihan 21 emas tersebut, Payakumbuh kini telah mengamankan lebih dari separuh target yang dipatok sejak awal. Pemerintah daerah pun menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil memberikan prestasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Zulmaeta mengatakan anggaran bonus untuk atlet berprestasi telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Pencairan bonus tersebut akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Porprov Sumbar 2026 selesai.
"Anggaran bonus sudah kami siapkan penuh. Pencairannya nanti sekaligus setelah seluruh rangkaian kejuaraan selesai," ujarnya.
Tidak hanya mengejar prestasi pada Porprov 2026, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mulai menatap penyelenggaraan Porprov edisi berikutnya. Zulmaeta menyatakan kesiapan daerahnya untuk mengajukan Payakumbuh sebagai tuan rumah Porprov 2028.
Menurutnya, Payakumbuh memiliki fasilitas olahraga yang dinilai cukup memadai untuk menunjang pelaksanaan berbagai cabang olahraga. Karena itu, peluang menjadi tuan rumah dinilai terbuka apabila terdapat kemauan dan komitmen bersama.
"Sarana olahraga kita sudah terfokus dan cukup memadai. Tinggal bagaimana kemauan dan komitmen bersama untuk mewujudkan Payakumbuh sebagai tuan rumah Porprov 2028," katanya.
KONI Bidik Posisi Runner-up
Optimisme serupa disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh Chairul Mufti. Berdasarkan hitungan cepat internal KONI, kontingen Payakumbuh sejauh ini telah mengoleksi 21 medali emas.
Raihan tersebut membuat Payakumbuh berada di papan atas klasemen sementara Porprov Sumbar XVI 2026. KONI Payakumbuh pun tidak hanya membidik jumlah medali, tetapi juga menargetkan posisi akhir yang lebih tinggi.
"Kami optimistis dengan progres perolehan medali saat ini dan menargetkan posisi akhir sebagai juara dua atau runner-up," kata Chairul.
Salah satu harapan besar Payakumbuh berada pada cabang olahraga sepak bola dan futsal. KONI berharap kedua cabang olahraga tersebut dapat sama-sama menyumbangkan medali emas.
Target tersebut menjadi penting karena pada Porprov sebelumnya, perjalanan tim sepak bola dan futsal Payakumbuh harus berakhir di babak semifinal.
"Kami target sepak bola dan futsal bisa mengawinkan medali emasnya. Ini akan menjadi peningkatan prestasi yang signifikan dibanding Porprov sebelumnya," ujarnya.
Futsal Lolos 8 Besar
Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFKOT) Payakumbuh Nofriwandi memastikan tim futsal Payakumbuh telah melangkah ke babak delapan besar Porprov Sumbar 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah tim meraih dua kemenangan secara beruntun. Setelah menundukkan Kota Padang 3-1 dan Kota Sawahlunto 2-1, Payakumbuh selanjutnya akan menghadapi Kabupaten Solok Selatan.
Pertandingan tersebut akan menjadi penentu untuk memperebutkan status juara grup.
"Alhamdulillah, kami sudah meraih dua kemenangan. Selanjutnya kami menargetkan poin penuh menghadapi Solok Selatan agar bisa keluar sebagai juara grup," katanya.
Nofriwandi mengatakan perkembangan prestasi futsal Payakumbuh tidak terlepas dari pembinaan pemain muda yang dilakukan melalui klub dan akademi. Keberadaan klub serta akademi yang aktif dinilai menjadi salah satu faktor berkembangnya futsal di daerah tersebut.
Saat ini, Akademi AFKOT Payakumbuh tercatat memiliki lebih dari 100 anak didik. Besarnya minat masyarakat terhadap olahraga futsal juga terlihat ketika proses seleksi pemain untuk Porprov berlangsung.
"Minat masyarakat terhadap futsal sangat tinggi. Saat seleksi untuk Porprov saja, lebih dari 150 pemain ikut bersaing untuk mendapatkan tempat di tim," pungkasnya. (*)
















