Sumbardaily.com - Pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak se-Kabupaten Solok Selatan tinggal menghitung hari. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan setiap persiapan teknis berjalan sesuai jadwal, termasuk pencetakan surat suara.
Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi secara khusus meminta proses pencetakan surat suara terus dipantau. Hal itu disampaikan mengingat pelaksanaan pemungutan suara Pilwana Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.
"Seminggu lagi Pilwana akan dilaksanakan. Seluruh masyarakat diharapkan berpartisipasi. Proses pencetakan surat suara jangan sampai terlambat, mohon dipantau terus," kata Yulian dalam Apel Gabungan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di Halaman Kantor Bupati, Senin (28/9/2026).
Yulian mengatakan seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan Pilwana perlu mengikuti perkembangan persiapan secara berkelanjutan. Pemantauan tersebut diperlukan agar tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Selain hari pemungutan suara pada 7 Oktober 2026, tahapan Pilwana juga memasuki masa tenang. Masa tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 5-6 Oktober 2026.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, persiapan teknis menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Salah satunya memastikan kebutuhan surat suara tersedia sesuai tahapan yang telah ditentukan.
Yulian juga mengingatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mulai mempersiapkan perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Penyusunan anggaran tersebut diminta memperhatikan kondisi keuangan negara.
Menurut Yulian, kondisi APBD pada tahun depan diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan kondisi anggaran pada tahun berjalan. Karena itu, masing-masing OPD diminta memahami situasi fiskal nasional sebelum menyusun kebutuhan dan rencana anggaran.
Perencanaan APBD 2027, kata dia, perlu dilakukan secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara. OPD juga diingatkan agar tetap menyesuaikan rencana pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Di sisi lain, pemerintah kabupaten diminta tetap aktif mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.
“Untuk mencapai visi dan misi, kita harus jemput bola sampai ke tingkat APBN dan APBD provinsi. Silaturahmi dan komunikasi harus disiapkan,” ujarnya.
Namun, Yulian mengingatkan upaya mendapatkan dukungan anggaran tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi. Setiap usulan pembangunan juga harus disertai administrasi serta dokumen perencanaan yang lengkap.
Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam menyampaikan usulan pembangunan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Karena itu, OPD diminta menyiapkan administrasi bersamaan dengan membangun komunikasi.
“Kalau tidak diiringi administrasi, tidak bisa. Jangan hanya komunikasi, tetapi siapkan administrasi dan perencanaan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kini menghadapi dua agenda yang perlu dipersiapkan secara bersamaan, yakni memastikan pelaksanaan Pilwana Serentak pada 7 Oktober berjalan sesuai tahapan serta mulai menyusun perencanaan APBD 2027 dengan mempertimbangkan kondisi fiskal nasional. (*)















