Sumbardaily.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia. Di Sumatera, Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian setelah jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sehari.
Berdasarkan pemantauan Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, secara nasional terdapat 331 hotspot high confidence hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 21.15 WIB. Jumlah tersebut bertambah 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 213 hotspot.
Kenaikan itu membuat pengendalian karhutla kembali diperkuat, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan titik panas. Sumatera Selatan termasuk dalam enam provinsi prioritas pengendalian karhutla yang mendapat perhatian pemerintah.
Kemenhut, dikutip Senin (28/9/2026), menyebut perubahan jumlah hotspot menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pemeriksaan kondisi di lapangan.
"Hotspot harian menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat verifikasi serta respons lapangan, terutama pada wilayah yang menunjukkan kenaikan," kata Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan.
Di Sumatera Selatan, SiPongi mencatat 38 hotspot high confidence. Jumlah itu meningkat dari 17 titik pada hari sebelumnya.
Kenaikan di Sumatera Selatan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengendalian karhutla di kawasan Sumatera. Dari enam provinsi prioritas, total terdapat 111 hotspot high confidence.
Selain Sumatera Selatan, sejumlah provinsi lain juga mencatat perubahan. Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi dalam pemantauan tersebut, yakni 40 titik atau meningkat dari enam titik sehari sebelumnya.
Kalimantan Tengah berada di angka 30 hotspot, turun cukup jauh dari 57 titik. Sementara Kalimantan Barat turun dari 14 menjadi dua titik.
Di Sumatera, Jambi tercatat memiliki satu hotspot high confidence, sama dengan jumlah sehari sebelumnya. Adapun Riau tidak mencatat hotspot high confidence dalam pemantauan tersebut.
Kemenhut menyatakan penurunan hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tetap harus dipertahankan melalui berbagai kegiatan pengendalian. Patroli, groundcheck, pemadaman, serta pembasahan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah kebakaran berkembang atau kembali muncul.
Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran
Kemenhut menjelaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang dideteksi menggunakan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
Karena satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai lebih dari satu hotspot, jumlah titik panas tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah kejadian kebakaran.
Hal serupa berlaku terhadap luas area yang terbakar. Jumlah hotspot tidak dapat secara langsung digunakan untuk menentukan luas lahan yang mengalami kebakaran.
Setiap indikasi yang terdeteksi melalui satelit tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Karena itu, peningkatan hotspot menjadi dasar untuk memperkuat pemantauan sekaligus mempercepat respons terhadap indikasi kebakaran.
61 Armada Udara Disiagakan
Pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemantauan satelit dan operasi darat. Pemerintah juga memperkuat operasi udara dengan menyiagakan 61 unit armada.
Dari jumlah tersebut, 17 unit digunakan untuk patroli dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak 44 unit lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.
Sebanyak 55 unit armada ditempatkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Sementara itu, enam unit water bombing lainnya digunakan untuk membantu penanganan di wilayah terdampak lainnya.
Operasi udara tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan di darat. Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya terlibat dalam pengendalian karhutla.
Berbagai langkah dilakukan di lapangan, mulai dari patroli dan groundcheck hingga pemadaman langsung. Petugas juga melakukan penyekatan untuk mencegah penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.
Lahan gambut menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan gambut sehingga kebakaran berpotensi kembali muncul ketika kondisi lahan mengering dan angin menguat.
Asap Masih Pengaruhi Sejumlah Wilayah Sumatera
Persoalan karhutla tidak hanya terlihat dari jumlah hotspot. Dampak asap juga masih terpantau melalui kondisi kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah.
Pemantauan PM2,5 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, masih terdapat sejumlah kawasan di Kalimantan dan sebagian Sumatera yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Pada lokasi tertentu, kondisi udara bahkan terpantau berada dalam kategori berbahaya.
Pemantauan meteorologi penerbangan BMKG juga menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah daerah.
Pada pengamatan dini hari, Palangka Raya tercatat berasap dengan jarak pandang sekitar 0,6 kilometer. Banjarmasin memiliki jarak pandang sekitar 1,7 kilometer, sedangkan Pontianak sekitar dua kilometer.
Di wilayah Sumatera, Jambi tercatat memiliki jarak pandang sekitar 4,8 kilometer. Palembang berada dalam kondisi berawan dengan jarak pandang sekitar tujuh kilometer.
Sementara itu, Pekanbaru memiliki jarak pandang sekitar tiga kilometer dengan kondisi hujan ringan.
Kondisi tersebut menunjukkan jumlah hotspot tidak selalu berbanding lurus dengan perubahan kualitas udara. Ketika jumlah hotspot turun, kondisi udara belum tentu langsung membaik.
Asap dapat bertahan di suatu wilayah maupun berpindah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin. Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara bersamaan terhadap hotspot, kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang.
Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta mengikuti perkembangan kondisi udara dan arahan dari pemerintah daerah.
Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masker juga disarankan digunakan apabila masyarakat harus beraktivitas di luar.
Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Kemenhut juga mengingatkan dampak karhutla tidak berhenti pada manusia. Kebakaran hutan dapat mengancam satwa liar sekaligus merusak habitat dan sumber pakan mereka.
Kondisi tersebut juga dapat membuat satwa keluar dari kawasan hutan untuk mencari tempat yang lebih aman.
Jika menemukan satwa liar yang keluar dari habitat atau terdampak kebakaran, masyarakat diminta tidak melakukan penanganan sendiri.
Warga diminta menjaga jarak dan mencatat lokasi apabila memungkinkan. Selanjutnya, temuan tersebut dapat dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) atau petugas kehutanan terdekat agar satwa dapat ditangani secara aman.
Di tengah peningkatan hotspot tersebut, masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.
Informasi mengenai asap, titik api, ataupun aktivitas pembakaran diminta segera dilaporkan kepada petugas. Langkah cepat diperlukan agar indikasi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (*)
















