Sumbardaily.com - Penguatan fasilitas kesehatan di Sumatera Barat menjadi perhatian dalam agenda Presentasi Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat memaparkan sejumlah target pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan hingga 2030.
Kegiatan digelar di Auditorium lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil, Kota Padang, Jumat (18/9/2026). Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai kabupaten/kota mulai 2026.
Wali Kota Pariaman Yota Balad turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR dan Wakil Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade.
Agenda itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Reski Wahyudi, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua serta sejumlah undangan lainnya.
Yota Balad menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat fasilitas serta prasarana pendukung rumah sakit rujukan di daerah, termasuk Kota Pariaman.
“Kami di daerah sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi, apalagi dengan semakin dilengkapinya fasilitas dan prasarana pendukung di Rumah Sakit rujukan Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.
Kehadiran Wamenkes dalam agenda tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai langkah yang telah dilakukan di daerah. Salah satunya terkait Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) yang dikembangkan oleh Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA), dan Farmasi dan Terapi (FT) RSUP Dr. M Djamil Padang Dr. dr. Andani Eka Putra, M. Sc.
Yota Balad berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dapat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung pembangunan di daerah, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, Provinsi dan Pusat dalam hal ini Kementerian, dapat terus kita tingkatkan, sehingga berbagai pembangunan dapat kita wujudkan di daerah, apalagi dalah hal pelayanan Kesehatan yang prima,” tutupnya.
Sementara itu, Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan fasilitas kesehatan dan kolaborasi lintas sektoral.
Ia menyoroti keberadaan Sumur Bor di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang dibangun dengan dukungan BWS Sumatera V Padang. Sumur tersebut memiliki kedalaman mencapai 124 meter.
Keberadaan sumur bor itu menjadi bagian dari upaya penanganan darurat pascabencana sekaligus penguatan layanan dasar. Salah satu kebutuhan yang ditunjang fasilitas tersebut adalah penyediaan air bersih untuk fasilitas kesehatan rujukan regional.
“Dibawah arahan bapak Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan tengah mendorong penguatan fasilitas pelayanan kesehatan melalui berbagai program pembangunan dan revitalisasi yang ada di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Benjamin kemudian memaparkan target pembangunan kesehatan yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Mulai 2026, pemerintah menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp 120 triliun rupiah.
Tidak hanya rumah sakit, pemerintah juga menyiapkan program renovasi puskesmas. Sebanyak 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan ditargetkan menjalani renovasi mulai 2027 mendatang.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang tersebar di 514 kabupaten atau kota. Program tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 2030.
Selain membahas penguatan fasilitas kesehatan, agenda di RSUP Dr. M. Djamil Padang juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
PKS dilakukan antara RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan sejumlah instansi dan mitra di bidang kesehatan, yakni Badan POM RI, PT Biofarma, dan PT Kimia Farma.
Dalam kegiatan yang sama, dilakukan serah terima Sumur Bor RSUP Dr. M. Djamil Padang oleh BWS Sumatera V Padang.
Suasana acara kemudian menjadi lebih meriah ketika panitia memberikan kejutan kepada Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus. Kejutan tersebut diberikan untuk merayakan hari ulang tahunnya yang ke-63 tahun.
Panitia menyiapkan kue ulang tahun dan lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan bersama. Perayaan tersebut dilakukan bersama para tamu dan undangan yang hadir dalam kegiatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. (*)
















