Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring

Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring

Ilustrasi siswa pakai masker. (Foto: Dok Diskominfo Padang)

Sumbardaily.com - Kondisi kualitas udara di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang berada pada rentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 51 hingga 152 membuat kegiatan belajar di sejumlah jenjang pendidikan harus disesuaikan. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengambil langkah pencegahan karena kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak, peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Karena itu, kegiatan pembelajaran di sejumlah satuan pendidikan tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara tatap muka.

Dikutip dari Pemkab Tanah Datar, Selasa (15/9/2026), kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Bupati Tanah Datar Nomor 100.3.4.2/2027/DIKBUD-2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan dalam rangka Antisipasi Penurunan Kualitas Udara di Kabupaten Tanah Datar.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat sejumlah skema pembelajaran yang diterapkan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), kegiatan belajar mengajar secara tatap muka diliburkan sepenuhnya.

Selama kegiatan tatap muka dihentikan, anak-anak PAUD dan TK diarahkan untuk belajar secara mandiri dari rumah dengan pengawasan orang tua.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring dan terstruktur.

Ketentuan tersebut juga berlaku bagi satuan pendidikan nonformal, baik negeri maupun swasta. Dengan kebijakan ini, aktivitas pembelajaran tetap dapat berlangsung tanpa mengharuskan peserta didik berada di lingkungan sekolah ketika kondisi kualitas udara belum stabil.

"Pembatasan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker jika berada di luar rumah serta pemantauan kesehatan anak," demikian disampaikan dalam surat edaran tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan peserta didik.

Selain pembatasan aktivitas di luar rumah atau ruangan, orang tua juga diminta menjalankan sejumlah peran selama anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Orang tua wajib mendampingi anak, memantau kondisi kesehatannya, mengatur waktu belajar mandiri, serta membatasi penggunaan gawai untuk hiburan di luar jam pelajaran.

Adapun untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB sederajat, pelaksanaan pembelajaran mengikuti petunjuk teknis serta kebijakan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama, yakni RA, MI, MTs, dan MA sederajat, juga melakukan penyesuaian pembelajaran. Kegiatan tersebut dialihkan ke PJJ atau BDR secara daring dan terstruktur sesuai petunjuk teknis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar.

Surat Edaran Bupati Tanah Datar tersebut berlaku mulai Selasa, 15 September 2026, hingga Jumat, 18 September 2026. Namun, pelaksanaan kebijakan dapat disesuaikan kembali dengan situasi dan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut.

Dengan adanya pengaturan tersebut, pemerintah daerah menempatkan perlindungan kesehatan peserta didik sebagai bagian dari langkah antisipasi selama kualitas udara Tanah Datar masih berfluktuasi dari kategori sedang hingga tidak sehat. (*)

Baca Juga

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
Kualitas Udara Padang Panjang Memburuk, Sekolah PAUD-TK Diliburkan 14-16 September
Kualitas Udara Padang Panjang Memburuk, Sekolah PAUD-TK Diliburkan 14-16 September
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan
Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong