Karhutla Sumatera: Riau-Jambi Nihil Hotspot, Sumsel Turun 23 Titik

Karhutla Sumatera: Riau-Jambi Nihil Hotspot, Sumsel Turun 23 Titik

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)

Sumbardaily.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Riau dan Jambi bahkan tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence dalam pemantauan terakhir Kementerian Kehutanan.

Sementara itu, Sumatera Selatan masih mencatat 11 hotspot high confidence. Jumlah tersebut turun cukup signifikan dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencapai 34 titik.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan kondisi tersebut hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 21.15 WIB.

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, konsentrasi hotspot saat ini lebih banyak terlihat di Kalimantan.

Dalam keterangan yang dikutip dari Kementerian Kehutanan, Minggu (13/9/2026), secara nasional terdapat 688 hotspot high confidence. Angka itu meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 569 titik pada 10 September 2026.

"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran," demikian keterangan Kementerian Kehutanan yang dikutip Minggu (13/9/2026).

Kementerian Kehutanan menjelaskan satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, keberadaan hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran yang terjadi di lapangan.

Setiap indikasi yang terdeteksi satelit tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan.

Pada enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan menjadi satu-satunya wilayah Sumatera yang masih mencatat hotspot high confidence. Sebanyak 11 titik terdeteksi, turun dari 34 titik pada pemantauan sebelumnya.

Penurunan juga terlihat lebih tajam di Riau. Provinsi tersebut sebelumnya mencatat 18 hotspot high confidence, tetapi dalam pemantauan terakhir jumlahnya menjadi nol.

Jambi juga berada dalam kondisi serupa. Dari sebelumnya dua hotspot high confidence, provinsi itu tidak lagi mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan terakhir.

Kondisi tersebut membuat perkembangan karhutla di tiga provinsi prioritas di Sumatera relatif lebih baik dibandingkan sejumlah wilayah di Kalimantan. Meski demikian, aktivitas patroli dan pencegahan tetap dilakukan karena kondisi karhutla dapat berubah mengikuti cuaca serta kondisi bahan bakar di lapangan.

Sementara di Kalimantan, tekanan pengendalian masih cukup tinggi. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot high confidence terbanyak di antara enam wilayah prioritas, yakni 271 titik. Jumlah tersebut meningkat dari 96 titik.

Kalimantan Barat mencatat 51 titik, naik dari 39 titik. Kemudian Kalimantan Selatan memiliki 47 titik, meningkat dari sembilan titik.

Kondisi itu membuat penguatan operasi pengendalian karhutla saat ini terutama diarahkan ke wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Kapasitas operasi udara juga terus diperkuat untuk menghadapi kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat.

Pemerintah sebelumnya telah menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada lainnya dimanfaatkan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kemampuan operasi udara tersebut kini mendapat tambahan dukungan dari Pemerintah Jepang. Tiga helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) telah tiba di Kalimantan Barat dan dipersiapkan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.

Ketiga helikopter tersebut dibawa menggunakan kapal JMSDF JS Kunisaki yang telah tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat. Sebelum digunakan dalam operasi, kesiapan teknis dan keselamatan penerbangan dipastikan melalui tahapan persiapan dan flight test.

Dukungan Jepang juga melibatkan sekitar 180 personel. Dalam pelaksanaannya, pengawasan operasional helikopter berada pada TNI, termasuk aspek keamanan, flight clearance, dan penempatan Safety Officer. Sementara itu, misi penerbangan dikoordinasikan bersama BNPB.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Jepang dalam bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Kehadiran tiga Chinook diharapkan memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau kawasan kebakaran yang sulit ditangani dengan operasi darat.

Penggunaan armada udara tetap disesuaikan dengan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, serta keadaan meteorologis. Operasi Modifikasi Cuaca juga tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memenuhi persyaratan guna membantu pembasahan lahan.

Di wilayah gambut, penanganan juga dilakukan secara berkelanjutan. Pemadaman, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api sudah tidak terlihat.

Selain memantau titik panas dan kondisi api, pemerintah juga memperhatikan kualitas udara. Berdasarkan pemantauan PM2,5, kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah kawasan di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Pada bagian tertentu di Kalimantan, kualitas udara bahkan masih berada dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut terus dipantau bersamaan dengan perkembangan hotspot, kondisi kebakaran di lapangan, sebaran asap, curah hujan, serta faktor meteorologis.

Informasi BMKG pada 11 September juga menunjukkan jarak pandang di sejumlah wilayah masih berubah-ubah. Di Pontianak, pemantauan BMKG di kawasan Pelabuhan Dwikora menunjukkan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1-3 kilometer pada beberapa periode pengamatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengaruh partikel di udara masih perlu diperhatikan di Kalimantan Barat.

Di Banjarmasin, BMKG mencatat udara kabur dengan jarak pandang sekitar 4 kilometer pada awal periode. Jarak pandang kemudian membaik hingga sekitar 10 kilometer seiring perubahan kondisi cuaca.

Perubahan jarak pandang tersebut menunjukkan bahwa kondisi udara dapat berubah secara dinamis. Konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan dapat memengaruhinya.

Karena itu, hotspot tidak menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan kondisi karhutla. Pemerintah melihatnya bersama kondisi aktual kebakaran, kualitas udara, cuaca, sebaran asap, dan jarak pandang.

Kementerian Kehutanan bersama Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para pihak lainnya terus menjalankan patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, dan pendinginan.

Untuk wilayah Sumatera, nihilnya hotspot high confidence di Riau dan Jambi serta turunnya jumlah titik di Sumatera Selatan menjadi perkembangan yang perlu dipertahankan. Pencegahan tetap menjadi bagian penting karena perubahan cuaca dan kondisi bahan bakar dapat kembali memicu kebakaran.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. (*)

Baca Juga

Harga Emas Terbaru Minggu 13 September 2026 Naik Semua, Ini Rinciannya
Harga Emas Terbaru Minggu 13 September 2026 Naik Semua, Ini Rinciannya
Jalan Sungai Taleh Tak Bisa Dilalui Mobil, Bupati Agam Pastikan Penanganan Dipercepat
Jalan Sungai Taleh Tak Bisa Dilalui Mobil, Bupati Agam Pastikan Penanganan Dipercepat
Gugatan Sertifikat Hak Pakai Lahan Pasar Payakumbuh Blok Barat Ditolak PTUN Padang
Gugatan Sertifikat Hak Pakai Lahan Pasar Payakumbuh Blok Barat Ditolak PTUN Padang
Dari Lahan Basah Taratak ke Pasar Dunia, Anyaman Mansiang Raih Sertifikat Indikasi Geografis
Dari Lahan Basah Taratak ke Pasar Dunia, Anyaman Mansiang Raih Sertifikat Indikasi Geografis
Kebersihan Jam Gadang Jadi Perhatian, Gebu Minang Sumbang 50 Tong Sampah
Kebersihan Jam Gadang Jadi Perhatian, Gebu Minang Sumbang 50 Tong Sampah
Program Kebun Pangan Perempuan Disiapkan untuk Korban Bencana di Padang Panjang
Program Kebun Pangan Perempuan Disiapkan untuk Korban Bencana di Padang Panjang