JIPFest 2026 Hadirkan 50 Lebih Proyek Fotografi dari 19 Negara, Angkat Tema Resilience

JIPFest 2026 Hadirkan 50 Lebih Proyek Fotografi dari 19 Negara, Angkat Tema Resilience

JIPFest 2026 hadir di TIM pada 11-20 September dengan 50 lebih proyek fotografi dari 19 negara, mengangkat tema Resilience dan perubahan. (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com – Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 kembali hadir dengan membawa fotografi ke dalam percakapan tentang perubahan, ketidakpastian, hingga cara manusia mempertahankan harapan. Memasuki edisi keenam, JIPFest mengangkat tema “Resilience” yang mengajak publik melihat ketangguhan manusia dari sudut pandang yang lebih luas.

JIPFest 2026 akan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 11-20 September 2026. Berpusat di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, festival fotografi tersebut menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia yang berasal dari 19 negara.

Tidak sekadar menjadi ruang untuk memamerkan karya visual, JIPFest 2026 dirancang sebagai tempat bertemunya berbagai gagasan dan pengalaman mengenai bagaimana manusia menghadapi perubahan. Melalui fotografi, festival ini mengangkat kisah tentang upaya bertahan, kemampuan beradaptasi, proses memulihkan diri, menjaga harapan, serta keberanian membayangkan masa depan.

Selama penyelenggaraan, JIPFest 2026 menghadirkan 29 program publik dengan melibatkan 52 fotografer, seniman, pembicara, dan praktisi lintas disiplin. Pameran serta program publik yang disiapkan menjadi medium bagi masyarakat untuk melihat kembali makna resiliensi.

Dalam konteks JIPFest 2026, resiliensi tidak ditempatkan hanya sebagai kemampuan seseorang atau kelompok untuk bertahan ketika menghadapi tekanan. Konsep tersebut juga dilihat sebagai perjalanan untuk beradaptasi terhadap keadaan, memulihkan diri setelah menghadapi tantangan, membangun solidaritas, serta menemukan berbagai cara baru agar tetap dapat tumbuh di tengah perubahan.

Fotografi Jadi Bahasa untuk Membaca Perubahan

Pemilihan tema “Resilience” tidak terlepas dari berbagai perubahan yang saat ini membentuk kehidupan manusia. JIPFest melihat perubahan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari krisis iklim dan lingkungan, pergeseran sosial dan budaya, tekanan ekonomi, sampai dinamika politik.

Berbagai persoalan tersebut kemudian diterjemahkan melalui karya fotografi yang membawa pengalaman dan narasi dari para partisipan JIPFest 2026. Fotografi digunakan sebagai bahasa untuk membicarakan pengalaman manusia sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk melihat isu yang sama melalui perspektif yang beragam.

Dengan pendekatan tersebut, JIPFest 2026 tidak hanya mengajak pengunjung untuk melihat karya sebagai objek visual. Festival ini juga memberikan ruang untuk memahami cerita, pengalaman, serta konteks yang berada di balik setiap karya.

Salah satu bagian penting dari penyelenggaraan tahun ini berasal dari JIPFest Open Call 2026. Melalui program tersebut, kurator Chelsea Chua dari Singapura dan Yoppy Pieter dari Indonesia menyeleksi proyek-proyek fotografi yang akan ditampilkan dalam festival.

Dari total 408 proposal yang dikirimkan oleh para praktisi yang tersebar di 58 negara, Chelsea Chua dan Yoppy Pieter memilih 22 proyek fotografi yang mewakili 19 negara.

Puluhan proyek tersebut menghadirkan pengalaman personal maupun kolektif dalam menghadapi berbagai kondisi yang tidak pasti. Karya-karya yang terpilih sekaligus memperluas cara melihat dan memahami resiliensi, tidak hanya sebagai ketahanan menghadapi situasi sulit, tetapi juga sebagai kemampuan untuk merespons perubahan.

Kurator JIPFest 2026, Chelsea Chua, mengatakan karya-karya yang ditampilkan membawa beragam sudut pandang personal dalam memahami ketangguhan, harapan, dan solidaritas.

“Karya-karya yang ditampilkan menawarkan beragam perspektif personal dalam menafsirkan ketangguhan, harapan, dan solidaritas. Melalui fotografi, kita dapat melihat bagaimana pengalaman menghadapi perubahan dapat dipahami dari berbagai konteks dan sudut pandang,” jelas Chelsea Chua, kurator JIPFest 2026, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana fotografi ditempatkan sebagai medium yang dapat mempertemukan pengalaman manusia dari berbagai latar. Perbedaan konteks yang muncul dalam karya-karya tersebut memberikan kesempatan kepada publik untuk melihat resiliensi dari lebih dari satu perspektif.

Sementara itu, Yoppy Pieter menekankan bahwa resiliensi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan untuk melewati sebuah persoalan.

“Tidak hanya tentang ketangguhan untuk bertahan, karya-karya yang terkurasi juga berbicara tentang kemampuan untuk beradaptasi di tengah perubahan, memulihkan diri, dan terus tumbuh melalui berbagai tantangan,” sebutnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam melihat karya-karya yang hadir di JIPFest 2026. Ketangguhan dalam festival ini tidak hanya berkaitan dengan bertahan dalam situasi sulit, tetapi juga bagaimana manusia merespons keadaan, melakukan pemulihan, kemudian melanjutkan kehidupan dengan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.

JIPFest Connect Perluas Kolaborasi

Selain menghadirkan karya dari berbagai negara, JIPFest 2026 juga memperkenalkan inisiatif baru bernama JIPFest Connect. Program tersebut menjadi bagian dari upaya festival untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap fotografi dan praktik lintas medium.

Melalui JIPFest Connect, kolaborasi festival diperluas dengan melibatkan lembaga, komunitas, institusi, serta pelaku industri kreatif. Lebih dari 30 fotografer, seniman, pegiat fotografi, dan praktisi lintas medium ikut memperkaya narasi serta percakapan mengenai resiliensi manusia.

Kehadiran para kolaborator tersebut juga menjadi bagian dari upaya JIPFest membangun ekosistem fotografi yang lebih terbuka. Pertemuan antara berbagai praktik dan perspektif diharapkan dapat memperluas ruang percakapan mengenai fotografi sekaligus mempertemukan lebih banyak pihak dalam satu ekosistem.

Selama 10 hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya dapat menikmati pameran. Di antara puluhan program yang disiapkan, publik dapat mengikuti Walking Tour, Artist Talk, Discussion, Portfolio Review, Workshop, hingga Public Lecture.

Program-program tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara publik dengan fotografer, seniman, kurator, dan praktisi. Melalui berbagai kegiatan tersebut, pengunjung dapat berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memahami isu yang diangkat dalam festival melalui perspektif yang lebih beragam.

Dengan demikian, JIPFest 2026 tidak berhenti pada pengalaman melihat karya fotografi di ruang pamer. Rangkaian kegiatan yang disiapkan memberikan kesempatan kepada publik untuk berinteraksi langsung dengan pelaku di dalam ekosistem fotografi dan mendiskusikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian festival.

Indonesia Photo Fair Digelar di TIM

Rangkaian perhelatan fotografi tersebut kemudian berlanjut dengan Indonesia Photo Fair (IPF). Kegiatan ini akan berlangsung pada 18-20 September 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, Taman Ismail Marzuki.

Indonesia Photo Fair mengusung semangat “Where Photography Meets Culture, Commerce, and Community”. Konsep tersebut mempertemukan fotografer, penerbit, kolektor, pelaku industri, komunitas, serta publik dalam satu ruang yang menggabungkan fotografi, kebudayaan, dan pasar.

Kehadiran IPF menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem fotografi di Indonesia. Selain itu, kegiatan tersebut membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, sekaligus berinteraksi dengan berbagai karya fotografi.

JIPFest 2026 dan Indonesia Photo Fair dengan demikian menghadirkan rangkaian kegiatan yang mempertemukan karya, komunitas, pelaku industri, serta masyarakat. Fotografi tidak hanya hadir sebagai karya yang dinikmati secara visual, tetapi juga sebagai bagian dari ruang pertemuan kebudayaan, komunitas, dan berbagai praktik kreatif.

Pilihan Akses JIPFest 2026

Masyarakat yang ingin mengunjungi JIPFest 2026 dapat memilih sejumlah akses sesuai periode kunjungan. Untuk 11-13 September 2026, pengunjung dapat melakukan registrasi melalui situs resmi jipfest.com dan kanal Instagram @jipfest.

Registrasi tersebut juga tersedia melalui tautan bit.ly/RegistrasiJIPFEST2026.

Selanjutnya, untuk periode 14-20 September 2026, publik dapat membeli Daily Pass secara daring melalui Loket.com. Akses tersebut tersedia melalui tautan bit.ly/TiketJIPFEST2026.

Sementara bagi masyarakat yang ingin menikmati rangkaian JIPFest sekaligus Indonesia Photo Fair, tersedia Bundling Pass JIPFest & IPF untuk periode 18-20 September 2026. Tiket tersebut dapat dibeli melalui Loket.com melalui tautan bit.ly/TiketIPF2026.

Informasi mengenai program, jadwal, dan tiket JIPFest 2026 juga tersedia melalui situs resmi JIPFest dan kanal media sosial JIPFest.

Didukung Berbagai Lembaga dan Mitra

JIPFest 2026 diselenggarakan oleh Panna. Penyelenggaraan festival ini mendapat dukungan dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kharisma Event Nusantara (KEN), serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Festival juga memperoleh dukungan dari sejumlah Mitra Strategis, yakni Kedutaan Besar Kolombia, Kedutaan Besar Peru, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, dan Erasmus Huis. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat pertukaran budaya serta kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan JIPFest 2026.

Dalam penyelenggaraannya, Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Jakpro hadir sebagai Mitra Lokasi. Sementara itu, mitra program JIPFest 2026 terdiri atas Pulitzer Center, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, dan Festival Lestari.

JIPFest 2026 juga bekerja sama dengan this.PLAY sebagai Mitra Pameran. Untuk kebutuhan percetakan, festival menggandeng Ekta Imaging sebagai Mitra Percetakan. Sementara Loket.com menjadi Mitra Tiket dalam penyelenggaraan festival.

Upaya memperluas jangkauan JIPFest serta percakapan mengenai fotografi turut diperkuat melalui dukungan dari berbagai Mitra Media. Daftar tersebut mencakup Project Multatuli, Hype! ID, Harian Kompas, Arttaca, Geometry Media, Whiteboard Journal, Manual Jakarta, Now! Jakarta, Magdalene, dan Berita Satu.

Dukungan media juga datang dari MRA Media melalui Casa Indonesia dan The Rockin’ Life Jakarta.

Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, JIPFest 2026 menjadi ruang yang mempertemukan fotografi dengan beragam bidang, komunitas, lembaga, serta pelaku industri kreatif. Kolaborasi yang dibangun juga memperkuat upaya festival dalam menghadirkan pertukaran perspektif, baik dari dalam negeri maupun internasional.

Melalui tema “Resilience”, JIPFest 2026 pada akhirnya mengajak publik melihat fotografi sebagai medium untuk merekam sekaligus memahami perubahan. Lebih dari sekadar mengabadikan sebuah peristiwa, karya-karya yang ditampilkan membawa cerita tentang manusia yang menghadapi ketidakpastian, beradaptasi, memulihkan diri, membangun solidaritas, mempertahankan harapan, dan terus mencari kemungkinan untuk tumbuh.

Selama 11-20 September 2026, Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, menjadi pusat pertemuan berbagai kisah tersebut. Puluhan proyek dari 19 negara, puluhan pelaku lintas disiplin, serta 29 program publik menjadi bagian dari upaya JIPFest 2026 memperluas percakapan mengenai resiliensi melalui fotografi.

Pada saat yang sama, kehadiran Indonesia Photo Fair pada 18-20 September 2026 melengkapi rangkaian tersebut dengan mempertemukan fotografi, kebudayaan, perdagangan, komunitas, serta publik. Seluruh rangkaian itu memperlihatkan upaya memperkuat ekosistem fotografi sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, dan berinteraksi dengan karya fotografi.

Informasi lengkap mengenai JIPFest 2026, termasuk program, jadwal, dan tiket, dapat diperoleh melalui situs resmi JIPFest dan kanal media sosial JIPFest. (*)

Baca Juga

Karhutla Nasional: Sumsel Catat 35 Hotspot, Riau 15 Titik, Kalimantan Barat Tertinggi
Karhutla Nasional: Sumsel Catat 35 Hotspot, Riau 15 Titik, Kalimantan Barat Tertinggi
Jalan provinsi di Jorong Sungai Taleh Agam amblas akibat tanah longsor setelah hujan deras.
Hujan Deras Picu Jalan Amblas di Agam, Akses Jalan Provinsi Putus Total
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada
Fadly Amran dan Andre Rosiade menghadiri Penanaman Perdana Festival Tanam Hulu di kawasan Guo, Kuranji, Padang.
Fadly Amran dan Andre Rosiade Siapkan 60 Ribu Pohon untuk Pulihkan Hulu DAS Batang Kuranji Padang
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
BMKG dan Badan Geologi Diusulkan Gabung, DPR Ungkap Kesamaan Tugas dan Alat
Kecelakaan Beruntun di Tol Palembang-Indralaya, Hutama Karya Tegaskan Bukan karena Karhutla
Kecelakaan Beruntun di Tol Palembang-Indralaya, Hutama Karya Tegaskan Bukan karena Karhutla