Sumbardaily.com - Kebakaran hebat terjadi di kawasan permukiman Jalan Piai, Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (31/8/2026) malam.
Kobaran api menghanguskan dua petak bangunan rumah dan menyebabkan dua unit sepeda motor matic mengalami kerusakan berat.
Belakangan diketahui, dua bangunan yang terbakar diketahui berkaitan dengan dua pemilik rumah. Pemilik pertama adalah Yuli Indriani (46) seorang Pegawai Negeri Sipil dan rumah pertama diketahui Muhammad Hafidz (39).
Peristiwa kebakaran rumah yang berada tak jauh dari Masjid Al Khair tersebut dilaporkan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 19.35 WIB.
Hanya berselang satu menit, tepatnya pukul 19.36 WIB, unit pemadam kebakaran diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 19.46 WIB setelah menempuh jarak kurang lebih delapan kilometer.
"Kondisi kawasan yang merupakan permukiman padat dan berada di jalan utama menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran karena akses menuju lokasi tergolong sempit," kata Kepala Dinas Damkar Kota Padang, Budi Payan.
Informasi awal menyebutkan api pertama kali diketahui oleh seorang saksi. Saksi bernama Benny Faisal (46) melihat kobaran api disertai asap tebal berasal dari salah satu rumah warga di kawasan Piai. Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkan kejadian kepada Dinas Damkar Kota Padang.
Sebanyak dua petak bangunan terbakar dalam kejadian tersebut. Satu bangunan merupakan bangunan permanen, sedangkan satu lainnya berupa bangunan semi permanen. Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 25x20 meter persegi.
"Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain bangunan, dua unit sepeda motor matic juga ikut mengalami kerusakan berat akibat peristiwa tersebut," katanya.
Meski kebakaran cukup besar, tidak terdapat laporan korban luka-luka maupun korban meninggal dunia. Data penanganan juga mencatat dua kepala keluarga atau penghuni, dengan keterangan nihil pada bagian pengungsian.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Di sisi lain, petugas memperkirakan aset senilai kurang lebih Rp1 miliar berhasil diselamatkan dari ancaman kobaran api.
Ancaman kebakaran juga berpotensi meluas. Dalam laporan penanganan disebutkan terdapat dua bangunan lain yang berpotensi terdampak, dengan luas area yang dapat terkena dampak diperkirakan mencapai 700 meter persegi.
"Untuk mengendalikan api, sebanyak delapan armada Damkar dikerahkan. Rincinya, tujuh unit berasal dari Damkar Kota Padang dan satu armada dari Damkar Semen Padang," kata Budi Payan.
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 140 personel. Selain petugas pemadam kebakaran, sejumlah unsur turut berada di lokasi untuk mendukung proses penanganan, yakni Damkar Kota Padang, Damkar Semen Padang, Camat Lubuk Begalung, Lurah, PLN, PMI, TNI, Polri, Rumah Zakat serta Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Hingga laporan ini dibuat, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dengan demikian, belum ada keterangan mengenai sumber awal api maupun faktor yang menyebabkan api kemudian membesar.
Kondisi lokasi yang merupakan kawasan padat perumahan dengan akses jalan yang sempit membuat penanganan kebakaran membutuhkan pengerahan personel dan armada dalam jumlah cukup besar.
Sebanyak 140 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk mengantisipasi api sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap bangunan di sekitar lokasi.
Masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan dapat menghubungi Call Center Padang Sigap 112. Untuk layanan pemadam kebakaran, masyarakat juga dapat menghubungi Mako Damkar 113 di Jalan Rasuna Said nomor 56 Padang melalui telepon (0751) 28558 atau nomor seluler 0811-6606-113. (*)
















