Cerry Mundur usai Video Viral, Eks Pesaingnya Kini Ditunjuk jadi Plh Kabiro PBJ Sumbar

Andre Setiawan S.STP., MPA ditunjuk Pemprov Sumbar sebagai Pelaksana Harian Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumbar.

Andre Setiawan resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat. Sebelumnya, Andre menjabat sebagai Kepala Bagian Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setdaprov Sumbar. (Dok. Istimewa)

Sumbardaily.com - Kursi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat (Setda Prov Sumbar) yang ditinggalkan Cerry M kini diisi sementara oleh sosok yang sebelumnya pernah menjadi pesaingnya untuk posisi tersebut.

Pemprov Sumbar menunjuk Andre Setiawan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kabiro PBJ Sumbar.

Penunjukan Andre menjadi perkembangan terbaru setelah Cerry mengundurkan diri dari jabatan Kabiro PBJ di tengah mencuatnya rekaman video viral yang diduga melibatkan dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar.

Andre bukan nama baru di lingkungan Biro PBJ. Sebelum ditunjuk sebagai Plh, dia menjabat sebagai Kepala Bagian Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setdaprov Sumbar.

Yang menarik, Andre sebelumnya juga disebut pernah menjadi pesaing Cerry dalam proses perebutan posisi Kabiro PBJ Sumbar.

Kini, setelah Cerry meninggalkan jabatan tersebut, Andre justru dipercaya menjalankan tugas kepala biro untuk sementara waktu.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Prov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, membenarkan penunjukan Andre tersebut.

“Pasca tindak lanjut, Kabag Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik Andre Setiawan telah resmi ditunjuk sebagai Plh Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumbar,” kata Nolly kepada awak media, Kamis (27/8/2026).

Penunjukan tersebut membuat roda organisasi di Biro PBJ tetap berjalan meskipun posisi Kabiro PBJ definitif kini kosong setelah Cerry M mengundurkan diri.

Sebelumnya, nama Cerry M menjadi sorotan setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dua orang mengenakan pakaian dinas dan diduga bermuatan kemesraan.

Video tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap lingkungan Pemprov Sumbar.

Pemprov Sumbar merespons dengan memanggil pihak yang diduga berada dalam rekaman untuk menjalani klarifikasi.

Sekda Sumbar, Arry Yuswandi sebelumnya mengatakan, pejabat yang ketika itu menjabat sebagai Kabiro PBJ mengakui dirinya merupakan pria yang terdapat dalam rekaman tersebut.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil dan telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya ada dalam rekaman tersebut,” ujar Arry dalam keterangan sebelumnya.

Setelah kasus tersebut mencuat, Cerry kemudian mengundurkan diri dari jabatan Kabiro PBJ.

Namun, pengunduran diri tersebut tidak membuat Pemprov Sumbar menghentikan proses pemeriksaan. Pemerintah provinsi tetap melanjutkan penanganan untuk mengetahui fakta dan menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin ASN.

Tim Ad Hoc Tetap Bekerja

Pemprov Sumbar sebelumnya juga telah membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc untuk mendalami persoalan tersebut.

Tim tersebut diketuai langsung oleh Arry Yuswandi selaku Sekda Sumbar. Anggotanya terdiri atas Inspektur, Kepala BKD, serta Asisten II selaku atasan langsung ASN yang bersangkutan.

Pembentukan tim tersebut dilakukan untuk memastikan pemeriksaan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Insya Allah, proses pemeriksaan akan segera dimulai. Tim akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan yang diperlukan secara objektif, kemudian memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Arry.

Pemeriksaan tersebut tetap menjadi bagian penting meski Cerry telah meninggalkan jabatan Kabiro PBJ. Sebab, pengunduran diri dari jabatan tidak otomatis menghapus proses pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran disiplin apabila memang terdapat persoalan yang harus dipertanggungjawabkan.

Arry juga sebelumnya meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.

Pemprov Sumbar memastikan persoalan tersebut akan ditangani melalui mekanisme yang berlaku dan berdasarkan fakta yang diperoleh tim pemeriksa.

“Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan dan sanksi sesuai aturan. Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Sosiolog Soroti Relasi Kuasa di Balik Rekaman Viral Eks Kabiro PBJ Sumbar
Sosiolog Soroti Relasi Kuasa di Balik Rekaman Viral Eks Kabiro PBJ Sumbar
2,12 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim ke NTT untuk Korban Gempa
2,12 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim ke NTT untuk Korban Gempa
Video tak senonoh yang diduga memperlihatkan dua ASN Pemprov Sumbar berciuman di sebuah ruangan.
Fakta-fakta di Balik Rekaman Video Viral yang Seret Eks Kabiro PBJ Pemprov Sumbar
Pemprov Sumbar Bentuk Tim Khusus Usut Rekaman Video yang Diduga Libatkan Kabiro PBJ
Pemprov Sumbar Bentuk Tim Khusus Usut Rekaman Video yang Diduga Libatkan Kabiro PBJ
Video tak senonoh yang diduga memperlihatkan dua ASN Pemprov Sumbar berciuman di sebuah ruangan.
Video tak Senonoh Diduga Libatkan Oknum ASN Sumbar, Pemprov Tunggu Konfirmasi dan Verifikasi
Sempat Viral, Kasus Cekcok hingga Pemukulan Pejabat Polda Sumbar dan Driver Pemprov Berakhir Damai
Sempat Viral, Kasus Cekcok hingga Pemukulan Pejabat Polda Sumbar dan Driver Pemprov Berakhir Damai