Sumbardaily.com - Video mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) berjalan jongkok saat hendak memasuki lingkungan kampus menjadi perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat (DPRD Sumbar), Albert Hendra Lukman.
Ia meminta kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang selama ini dikenal dengan istilah ospek, dievaluasi agar setiap aktivitas yang diberikan kepada maba benar-benar memiliki manfaat.
Perhatian tersebut muncul setelah video yang memperlihatkan sejumlah maba UNP berjalan jongkok beredar. Dalam rekaman itu, mahasiswa baru tampak mengenakan seragam hitam putih, menggunakan berbagai atribut, serta berada di bawah pengawasan mahasiswa senior.
Albert menilai persoalan tersebut tidak semata-mata harus dilihat dari aksi berjalan jongkoknya, tetapi juga dari konsep kegiatan pengenalan mahasiswa baru secara keseluruhan.
Menurutnya, kampus perlu memastikan bahwa setiap bentuk kegiatan yang diberikan kepada mahasiswa baru memiliki tujuan yang jelas.
"Pertama kita harus mencoba mencari makna tentang istilah perkenalan kampus maba. Kalau ospek masih dilakukan, tentu kita harus lihat sejauh mana konsep ospek atau perkenalan kampus tersebut," kata Albert kepada awak media, Rabu (19/8/2026) siang.
Menurut Albert, perkembangan zaman membuat pola pelaksanaan kegiatan mahasiswa baru tidak dapat disamakan begitu saja dengan masa lalu.
Aktivitas yang dahulu mungkin masih dianggap sesuai, menurutnya, perlu kembali dilihat relevansinya dalam kondisi sekarang.
Ia menilai kemajuan teknologi dan media sosial membuat berbagai aktivitas di lingkungan kampus dapat dengan mudah diketahui masyarakat.
Karena itu, katanya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa baru harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
"Kalau dulu mungkin masih relevan dilaksanakan, tetapi sekarang dengan kondisi kemajuan teknologi dan sebagainya, hal seperti itu dengan cepat menyebar," ujarnya.
Bagi Albert, kritik publik yang muncul dari kegiatan mahasiswa baru seharusnya tidak hanya dipandang sebagai reaksi masyarakat, tetapi dapat dijadikan bahan evaluasi oleh pihak kampus.
Ia menilai kegiatan yang manfaatnya tidak terlalu signifikan sebaiknya dipertimbangkan kembali.
"Kalau manfaatnya itu tidak terlalu signifikan dalam istilah ospek tersebut, lebih bagus ditiadakan. Daripada mengundang kritikan dari masyarakat," ucapnya.
Albert juga menyoroti alasan bahwa aktivitas tersebut merupakan spontanitas mahasiswa senior.
Menurutnya, status spontanitas tidak serta-merta membuat sebuah aktivitas dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
Ia menekankan pentingnya aturan yang jelas dalam setiap kegiatan mahasiswa, termasuk saat mahasiswa senior berinteraksi dengan mahasiswa baru. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui manfaat maupun potensi dampak negatif dari kegiatan tersebut.
"Namanya kampus harus ada aturan. Mahasiswa-mahasiswa yang menerima mahasiswa baru ini harus direspons dan dievaluasi. Manfaatnya apa, mudaratnya apa," katanya.
Albert mengatakan perubahan teknologi juga harus menjadi bagian dari pertimbangan kampus dalam menyusun kegiatan pengenalan mahasiswa baru.
Menurutnya, pola yang dahulu dianggap sebagai spontanitas dan masih relevan belum tentu cocok diterapkan dalam situasi saat ini.
"Kalau dulu spontanitas itu dianggap masih relevan. Kemudian dulu teknologi tidak semaju sekarang. Sekarang kemajuan teknologi tidak bisa terbendung," jelasnya.
Pria yang duduk di Komisi III DPRD Sumbar itu meminta pihak kampus memastikan kegiatan mahasiswa memiliki manfaat yang jelas dan tidak justru memunculkan persoalan di tengah masyarakat.
Ia menilai kritik terhadap pelaksanaan kegiatan maba perlu didengar sebagai bagian dari evaluasi institusi pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris UNP Erianjoni sebelumnya menjelaskan bahwa aksi berjalan jongkok dalam video tersebut bukan bentuk perpeloncoan.
Menurut pihak kampus, kegiatan itu merupakan pemanasan atau peregangan dan dilakukan secara spontan oleh sejumlah senior di tingkat program studi.
"Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh," imbuhnya. (*)
















