Sumbardaily.com - Operator Mentawai Fast menghentikan sementara operasional dua armadanya pasca kapal Mentawai Fast 01 kandas di Pintu Muaro Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Jumat (14/8/2026) malam.
Penghentian dilakukan untuk memastikan kondisi kedua kapal aman sebelum kembali melayani penumpang rute Padang-Mentawai.
Manajer Mentawai Fast, Riswan Ari Bayu mengatakan, pemeriksaan terhadap Mentawai Fast 01 dan Mentawai Fast 02 akan dimulai Sabtu (15/8/2026) ini.
Pemeriksaan difokuskan pada bagian bawah kapal dan baling-baling atau propeller yang diduga mengalami kerusakan setelah Mentawai Fast 01 menghantam batu ketika kandas.
"Untuk seminggu sampai dua minggu ke depan, kami periksa armada dan tidak beroperasi," kata Riswan kepada awak media, Jumat (14/8/2026) malam.
Menurut Riswan, keputusan tersebut berlaku untuk kedua armada Mentawai Fast. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan apabila kapal kembali digunakan untuk mengangkut penumpang.
"Kedua armada kami tidak beroperasi. Kami cek kondisi keduanya sebelum bisa dioperasikan kembali," ujarnya.
Sebelum kejadian, kata Riswan, Mentawai Fast 01 berangkat dari Tua Pejat menuju Padang pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut pihak operator, kapal berangkat dalam kondisi baik.
Waktu keberangkatan tersebut bahkan dipercepat dari jadwal sebelumnya karena operator mempertimbangkan kondisi cuaca dan badai yang terjadi di wilayah perairan Mentawai.
"Dari Tua Pejat kami percepat berangkatnya pukul 14.00 WIB karena badai," kata Riswan.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Padang dengan membawa ratusan penumpang. Namun, ketika kapal mendekati Pintu Muaro Padang, kondisi cuaca memburuk.

Angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal terdorong ke sisi muara. Kondisi tersebut menyebabkan bagian bawah kapal menghantam batu hingga akhirnya kandas.
"Bagian bawah kapal terkena batu karena sudah kandas setelah terhempas angin dan gelombang," ujar Riswan.
Benturan tersebut juga berdampak pada sistem penggerak kapal. Propeller Mentawai Fast 01 ikut terkena batu sehingga tidak dapat berfungsi secara normal.
"Propeller (baling-baling) kapal juga kena batu sehingga tak bisa berfungsi lagi," katanya.
Kapal kemudian mengalami gangguan dan sempat terombang-ambing di kawasan Pintu Muaro Padang. Dalam kondisi tersebut, ratusan penumpang masih berada di dalam kapal sambil menunggu proses penyelamatan.
Situasi di lokasi ketika itu cukup menegangkan. Hujan deras mengguyur kawasan Muaro Padang, sementara angin kencang dan gelombang laut terus menghantam kapal.
Mentawai Fast 01 dilaporkan mengalami gangguan sekitar pukul 17.30 WIB dan kemudian kandas ketika hendak memasuki kawasan Muaro Padang. Kapal sempat terombang-ambing selama kurang lebih tiga jam sebelum akhirnya berhasil ditarik menuju dermaga.
Untuk membantu proses evakuasi, Mentawai Fast 02 dikerahkan untuk menarik Mentawai Fast 01. Proses penarikan dilakukan dalam kondisi cuaca yang masih buruk.
Sekitar pukul 20.50 WIB, Mentawai Fast 01 akhirnya berhasil ditambatkan di dermaga. Sebelumnya, proses kapal menepi juga mendapat bantuan petugas kepolisian dan Tim SAR Gabungan yang turut menarik dan mengarahkan tali kapal agar posisi kapal dapat bersandar dengan aman.

Setelah kapal berhasil ditambatkan, seluruh penumpang kemudian turun dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Suasana haru dan lega langsung terasa di lokasi. Riuh tepuk tangan terdengar dari penumpang, kru kapal, petugas dan keluarga yang sejak sore menunggu kepastian keselamatan para penumpang.
Keluarga penumpang sebelumnya datang silih berganti ke Pintu Air Muaro Padang. Mereka menunggu informasi mengenai kondisi anggota keluarga yang berada di dalam Mentawai Fast 01.
Salah seorang anggota keluarga penumpang, Cece (41), sebelumnya berharap proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya. Kekhawatiran keluarga semakin besar karena proses penanganan berlangsung di tengah hujan deras, angin kencang dan gelombang yang membesar.
Kepastian bahwa seluruh penumpang berhasil turun dengan selamat akhirnya membuat penantian keluarga berakhir dengan rasa lega.
Di antara ratusan penumpang Mentawai Fast 01, terdapat sejumlah tokoh dan pejabat. Salah satunya Kapolsek Sipora AKP Herlina.

Ketua KONI Sumbar Hamdanus juga berada di dalam kapal dalam perjalanan dari Mentawai menuju Padang. Ia diketahui datang ke Mentawai untuk bertemu pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai terkait persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XVI.
Hamdanus mengatakan suasana di dalam kapal sempat diwarnai kepanikan ketika kapal mengalami gangguan. Namun, para penumpang berusaha tetap tenang sembari menunggu proses penanganan.
Situasi di dalam kapal kemudian berangsur terkendali setelah petugas melakukan upaya evakuasi. Para penumpang akhirnya dapat turun setelah kapal berhasil ditarik dan ditambatkan di dermaga.
Tim Gabungan Dikerahkan
Penanganan Mentawai Fast 01 melibatkan berbagai unsur. Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang Hendri, serta jajaran Tim SAR Gabungan berada di lokasi untuk memantau proses evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton beserta jajaran juga hadir. Unsur TNI, Polri, nelayan dan sejumlah pihak lainnya ikut membantu proses penanganan dan pengamanan kapal.
Dari unsur kepolisian, Kapolresta Padang Kombes Apri Wibowo, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Muhammad Yasin, Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, Kasubdit Dalmas Dit Samapta Polda Sumbar AKBP Efdar Roza serta Kabag Ops Dit Samapta Polda Sumbar AKBP Dedy turut berada di lokasi.
Kehadiran Tim SAR Gabungan dan unsur terkait menjadi penting mengingat proses penanganan berlangsung dalam kondisi cuaca buruk. Petugas harus memastikan kapal dapat ditarik dan diarahkan ke dermaga tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi penumpang maupun personel yang terlibat.

Pasca insiden tersebut, operator mengambil keputusan untuk menghentikan sementara seluruh operasional Mentawai Fast. Riswan mengatakan pemeriksaan kedua armada diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua minggu.
Fokus pemeriksaan antara lain bagian bawah kapal dan propeller Mentawai Fast 01 yang mengalami benturan dengan batu. Namun, Mentawai Fast 02 juga akan diperiksa meskipun kapal tersebut berfungsi membantu proses penarikan Mentawai Fast 01.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sebelum kedua kapal kembali mengangkut penumpang.
Riswan menegaskan insiden Mentawai Fast 01 terjadi akibat kondisi cuaca ketika kapal mendekati Pintu Muaro Padang. "Inisiden tadi murni karena cuaca," katanya.
Meski kapal mengalami kerusakan setelah kandas, pihak operator memastikan seluruh penumpang berada dalam kondisi aman.
"Alhamdulillah sampai saat ini seluruh penumpang aman dan selamat," ujar Riswan.
Penghentian sementara dua armada Mentawai Fast berdampak terhadap pilihan transportasi masyarakat antara Padang dan Kepulauan Mentawai.
Selama ini, Mentawai Fast menjadi salah satu moda transportasi cepat yang banyak digunakan masyarakat untuk perjalanan antarpulau.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, masyarakat masih dapat menggunakan kapal penumpang Ambu-ambu. Namun, perjalanan menggunakan kapal tersebut membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 15 jam.

Pilihan lainnya adalah menggunakan transportasi udara dari Mentawai menuju Padang maupun sebaliknya. Moda udara menawarkan waktu tempuh yang lebih singkat, tetapi kapasitas penumpangnya jauh lebih terbatas dibandingkan kapal.
Dengan kondisi tersebut, penghentian sementara Mentawai Fast diperkirakan akan berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat Mentawai, terutama penumpang yang selama ini mengandalkan kapal cepat untuk perjalanan menuju Padang.
Operator Mentawai Fast memastikan pemeriksaan dilakukan terlebih dahulu sebelum armada kembali beroperasi. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan kapal benar-benar dalam kondisi layak dan aman bagi penumpang.
Insiden Mentawai Fast 01 ini pun berakhir tanpa korban jiwa. Setelah sempat terombang-ambing selama berjam-jam akibat cuaca buruk dan kandas setelah menghantam batu, seluruh penumpang akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Saat ini, perhatian perhatian tertuju kepada hasil pemeriksaan terhadap dua armada Mentawai Fast. Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan kapan layanan kapal cepat Padang-Mentawai dapat kembali beroperasi secara normal. (*)
















