Sumbardaily.com – Nadin Amizah membuka babak baru perjalanan musiknya melalui Moonlight, single terbaru yang memiliki cerita panjang sejak masa remajanya. Lagu tersebut akhirnya resmi dirilis setelah bertahun-tahun hanya dikenal melalui penampilan langsung sang penyanyi di atas panggung.
Yang menarik, Moonlight menjadi karya dengan pendekatan berbeda dari sejumlah karya Nadin sebelumnya. Jika selama ini ia dikenal melalui penggunaan lirik berbahasa Indonesia dengan pilihan kata yang puitis dan sarat metafora, kali ini Nadin menghadirkan lagu dengan lirik sepenuhnya dalam bahasa Inggris.
Single tersebut dirilis di bawah label rekaman milik Nadin sendiri, Sorai. Kehadiran Moonlight sekaligus menjadi cara bagi musisi tersebut untuk membuka kembali bagian dari perjalanan awal kariernya yang belum pernah sebelumnya dituangkan dalam rilisan komersial.
Moonlight ternyata bukan lagu yang baru diciptakan Nadin menjelang perilisan. Lagu itu sudah ditulis ketika dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pada masa awal perjalanan kariernya, lagu tersebut bahkan beberapa kali dibawakan Nadin dalam pertunjukan secara langsung. Kala itu, nama Nadin mulai dikenal luas melalui lagu Sorai dan Rumpang yang tengah populer.
Namun, meski sudah cukup lama menjadi bagian dari repertoar penampilan panggungnya, Moonlight belum pernah direkam secara resmi ataupun tersedia sebagai lagu yang dapat dinikmati secara komersial.
Nadin menyebut perilisan lagu tersebut menghadirkan perasaan nostalgia terhadap masa ketika dirinya belum dikenal seperti sekarang.
“Ini lagu lama, ditulis waktu SMA, bahkan sebelum Nadin Amizah seperti yang dikenal sekarang itu ada. Jadi rasanya setengah nostalgia,” ungkap Nadin dalam siaran pers resminya, dikutip Minggu (9/8/2026).
Kini, lagu yang selama bertahun-tahun hanya hadir dalam sejumlah penampilan tersebut mendapatkan bentuk rekaman resmi. Kehadiran Moonlight juga menjadi bagian penting dari perjalanan musikal Nadin menuju karya yang lebih besar.
Jadi Pembuka Album Ketiga Nadin Amizah
Moonlight tidak hadir sebagai single yang berdiri sendiri. Lagu tersebut diposisikan sebagai pembuka menuju album penuh ketiga Nadin Amizah yang akan menggunakan judul Laika, Yang Ditinggalkan.
Nadin menempatkan Moonlight sebagai lagu intro sekaligus pintu masuk bagi pendengar untuk memahami atmosfer album mendatang. Menurut konsep yang dibangun, lagu ini menjadi fondasi yang membantu menentukan warna dan suasana dari komposisi-komposisi lain yang nantinya terdapat di dalam album.
Melalui Moonlight, Nadin juga mulai memperkenalkan sosok utama yang menjadi bagian penting dari konsep album, yakni Laika.
Nama tersebut memiliki keterkaitan dengan kisah nyata dalam sejarah. Laika merupakan nama anjing betina yang menjadi hewan pertama yang diluncurkan ke luar angkasa oleh Uni Soviet. Perjalanan tersebut kemudian berakhir secara tragis.
Kisah Laika menjadi salah satu sumber inspirasi yang memberikan pengaruh besar terhadap Nadin dalam membangun gagasan album terbarunya.
“Kisah Laika punya impact yang cukup besar untukku. Tentang bagaimana makhluk mendambakan cinta, mencari arti rumah, hingga berubah menjadi amarah,” terang Nadin.
Dari gagasan tersebut, Moonlight menjadi salah satu pintu awal bagi pendengar untuk masuk ke dunia yang hendak dibangun Nadin melalui album Laika, Yang Ditinggalkan.
Libatkan 10 Produser
Tidak hanya mengandalkan satu sosok dalam proses kreatif album ketiganya, Nadin melibatkan 10 produser berbeda untuk mengerjakan rangkaian musik yang akan mengisi album tersebut.
Sejumlah nama dari kalangan musisi dan produser turut terlibat dalam proses pengerjaan. Mereka di antaranya Baskara Putra yang dikenal melalui Hindia, Lafa Pratomo, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri.
Untuk Moonlight secara khusus, Nadin mempercayakan posisi kepala produksi kepada Dissa Kamajaya.
Kolaborasi tersebut menghasilkan pendekatan audio yang dirancang untuk mengawali fase baru dalam perjalanan musikal Nadin Amizah. Karakter musiknya tetap mempertahankan kesan magis yang selama ini melekat, tetapi hadir dengan kematangan musikal yang semakin berkembang.
Perilisan Moonlight pun menjadi penanda bahwa Nadin mulai membawa pendengar memasuki dunia musik yang akan dibangun melalui album ketiganya. Di sisi lain, lagu tersebut juga menghadirkan kembali karya lama yang memiliki hubungan erat dengan masa awal perjalanan kariernya.
Bagi pendengar yang telah menantikan karya baru Nadin Amizah, Moonlight kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform musik.
Dengan dirilisnya lagu tersebut, kisah lama yang sebelumnya hanya hidup dalam penampilan panggung Nadin kini mendapatkan ruang dalam rekaman resmi. Moonlight sekaligus menjadi titik awal bagi pendengar untuk mengenal lebih jauh konsep dan atmosfer album Laika, Yang Ditinggalkan. (*)
















