Ribuan Warga Padati Pantai Cimpago, Pawai Telong-telong HJK Padang ke-357 Pamerkan Kekayaan Budaya

Pawai Telong-telong HJK Padang ke-357 berlangsung meriah di Pantai Cimpago dengan peserta menampilkan mobil hias dan budaya daerah.

Peserta Festival Pawai Telong-telong menampilkan kreasi budaya dan potensi daerah dalam rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 di kawasan Pantai Cimpago, Kamis (6/8/2026) malam. (Dok. Diskominfo)

Sumbardaily.com - Pantai Cimpago, Kota Padang, berubah menjadi panggung besar yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan potensi daerah dalam Festival Pawai Telong-telong memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun, Kamis (6/8/2026) malam.

Bukan sekadar arak-arakan untuk memeriahkan hari jadi kota, festival tersebut menjadi ruang bagi 11 kecamatan di Kota Padang untuk memperkenalkan identitas masing-masing kepada masyarakat.

Berbagai simbol perjuangan, seni budaya, kuliner, hingga potensi unggulan daerah dikemas dalam kreasi pawai yang menarik perhatian ribuan warga.

Semangat yang terlihat di sepanjang kawasan Pantai Cimpago juga membawa pesan lebih besar. Wali Kota Padang, Fadly Amran menilai Pawai Telong-telong dapat menjadi pengingat terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurut Fadly, semangat tersebut penting untuk terus dijaga, terutama dalam mendorong masyarakat bangkit setelah bencana yang melanda Kota Padang.

"Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang," katanya.

Festival Pawai Telong-telong dibuka langsung oleh Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir. Sejumlah tokoh dan tamu dari dalam maupun luar negeri turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wali Kota Hildesheim Jerman, Ingo Meyer, Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri RI Tri Purnajaya, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Kecamatan Padang Utara. Kontingen kecamatan tersebut tidak hanya mengandalkan kemeriahan arak-arakan, tetapi membawa identitas lokal melalui dua mobil hias yang mengangkat tradisi dan potensi wilayah.

Mobil hias pertama mengusung tradisi malamang melalui replika Kadai Lamang. Konsep tersebut menggambarkan proses pembuatan lamang sekaligus menampilkan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Sementara mobil hias kedua mengangkat kekayaan hasil laut. Ornamen ikan, udang, dan berbagai jenis seafood digunakan untuk merepresentasikan potensi kawasan Ulak Karang Utara.

Nuansa budaya semakin kuat karena rombongan Kecamatan Padang Utara mengenakan pakaian adat Minangkabau selama mengikuti festival.

Camat Padang Utara, Sa'at mengatakan, persiapan untuk mengikuti kegiatan tersebut sudah dilakukan jauh sebelum malam pelaksanaan.

"Kami telah mempersiapkan Festival Telong-Telong ini jauh sebelum pelaksanaan. Alhamdulillah, pada malam puncak seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Sa'at, pemilihan tradisi malamang dan potensi hasil laut bukan tanpa alasan. Kedua unsur tersebut dinilai merepresentasikan karakter wilayah Padang Utara.

"Kami memilih konsep ini karena tradisi malamang merupakan salah satu identitas masyarakat di wilayah kami. Sementara tema hasil laut kami angkat karena Ulak Karang Utara dikenal memiliki potensi perikanan dan kuliner seafood," ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar momentum HJK Padang dapat menjadi bagian dari perjalanan pembangunan kota.

"Selamat Hari Jadi Kota Padang. Semoga Kota Padang semakin maju, semakin sukses, dan terus berkembang sesuai dengan visi pembangunan yang telah dicanangkan demi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Kepala Seksi Perizinan dan Pendapatan Kecamatan Padang Utara, Susi Fitria, menambahkan bahwa antusiasme peserta telah terlihat sejak awal hingga kegiatan berakhir.

"Suasananya sangat meriah. Kami mengikuti Festival Telong-Telong ini dengan penuh semangat. Seluruh persiapan kami lakukan dengan maksimal agar penampilan Kecamatan Padang Utara terlihat menarik dan dapat menghibur masyarakat," katanya.

Hiburan Sekaligus Edukasi

Kemeriahan Festival Pawai Telong-telong tidak hanya terlihat dari peserta yang tampil. Masyarakat juga datang memadati kawasan kegiatan sejak pagi hingga pelaksanaan festival.

Warga dari berbagai kalangan, termasuk pendidik, kontingen kecamatan, dan masyarakat umum, menunjukkan antusiasme terhadap festival yang digelar sebagai bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 tahun tersebut.

Pengunjung menilai keberagaman penampilan dari setiap kecamatan membuat festival terasa lebih hidup. Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut juga dianggap memiliki nilai edukasi karena memperkenalkan seni dan kebudayaan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Siti Nuraini, salah seorang pengunjung, mengaku menikmati berbagai penampilan yang disuguhkan dalam festival tersebut.

"Kesannya kami sangat senang, bahagia, dan terhibur dengan bermacam-macam penampilan yang disajikan oleh setiap kecamatan. Sungguh kami sangat terhibur dan senang. Luar biasa, bagus, dan keren. Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357," katanya.

Pengunjung lainnya, Dinda, juga memberikan penilaian positif. Ia menilai festival tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun.

"Karena acaranya cuma satu kali satu tahun dilaksanakan di Kota Padang, jadi kami sangat antusias buat meramaikan acaranya. Menurut aku, karena ini pertama kali datang, jadinya makin banyak belajar. Untuk rating-nya 10/10. Keren menampilkan dari beberapa kecamatan di Kota Padang, terus ada hiburannya. Keren pokoknya, semoga acaranya ada setiap tahun," ucap Dinda.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Festival Pawai Telong-telong tidak hanya berfungsi sebagai agenda perayaan HJK.

Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan kekayaan budaya dan potensi yang dimiliki setiap wilayah di Kota Padang.

Jalan Menuju Kota Gastronomi

Di sisi lain, Fadly Amran menempatkan Festival Pawai Telong-telong sebagai salah satu agenda pembuka rangkaian HJK Padang ke-357. Perayaan tahun ini mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City".

Tema tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia.

Fadly Amran menyebut potensi gastronomi Kota Padang memiliki kekuatan besar, salah satunya melalui Nasi Padang yang telah dikenal hingga mancanegara.

"Kami berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO. Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya keberlanjutan program pembangunan yang tengah berjalan, baik yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) maupun pemerintah pusat.

"Kami berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemko Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tuturnya. (*)

Baca Juga

Petugas Polresta Padang bersama Basarnas mengevakuasi warga terdampak banjir akibat hujan deras yang merendam sejumlah kawasan di Kota Padang.
HJK Padang ke-357 Tahun Punya Misi Baru Pasca Banjir, Donasi untuk Korban Terdampak Bencana Digencarkan
Tiga Alat Berat Diterjunkan, Tanggul Batang Guo Padang Mulai Diperbaiki, Warga Kuranji Bernapas Lega
Tiga Alat Berat Diterjunkan, Tanggul Batang Guo Padang Mulai Diperbaiki, Warga Kuranji Bernapas Lega
Seminar Pendidikan di Auditorium Universitas Negeri Padang dihadiri 2.334 peserta dari berbagai unsur pendidikan.
Seminar Pendidikan di Padang Diikuti 2.334 Peserta, Wali Kota Dorong Inovasi Sekolah tak Berhenti di Ruang Diskusi
KRI Teluk Kendari-518 bersandar di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur dalam rangkaian HJK Padang ke-357 pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kapal Perang KRI Teluk Kendari-518 Hadir di HJK Padang, Warga Bisa Jelajahi Geladak Tanpa Biaya
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran TNI, Polri, OPD dan stakeholder mengikuti aksi bersih Sungai Batang Arau dalam rangka HJK Padang ke-357.
Kolaborasi Pemko Padang dan Lintas Sektor Lakukan Aksi Bersih-bersih Sungai Batang Arau di HJK ke-357
Kepala Divisi Trans Padang Perumda Padang Sejahtera Mandiri Aulil Amri menjelaskan penyesuaian rute Koridor 2 dan 4 untuk akses menuju Pelabuhan Teluk Bayur.
HJK ke-357: Rute Trans Padang Koridor 2 dan 4 Diubah untuk Layani Pengunjung Open Ship, Tarif Rp1