Sumbardaily.com – Sebuah inovasi Sistem Udara Rumah Sakit Tropis yang dikembangkan Universitas Andalas (Unand) menjadi sorotan dalam forum ilmiah internasional.
Teknologi Sistem HVAC Hibrida yang memadukan teknologi desiccant, filtrasi HEPA, sterilisasi UV-C, serta pengendalian ventilasi otomatis dirancang untuk menciptakan kualitas udara yang lebih aman di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Inovasi hasil riset kolaboratif Unand dan Thu Dau Mot University, Vietnam, itu dipresentasikan oleh Dr. Dendi Adi Saputra M, sebagai Invited Speaker pada International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 di Bali.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Unand. Dosen sekaligus peneliti dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unand itu dipercaya menjadi pembicara undangan dalam konferensi internasional yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut mempertemukan ilmuwan, insinyur, pembuat kebijakan, serta pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas berbagai inovasi di bidang teknik lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dendi Adi Saputra sebagai pembicara undangan menjadi pengakuan internasional atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi di bidang teknik termal, indoor environmental quality atau kualitas lingkungan dalam ruangan, serta sistem heating, ventilation, and air-conditioning (HVAC) untuk fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Dendi mempresentasikan hasil penelitian berjudul Experimental Assessment of Thermal Comfort and Indoor Environmental Conditions in a Tropical NICU Equipped with a Hybrid HVAC–Desiccant System. Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Unand dan Thu Dau Mot University, Vietnam.
Riset tersebut menghadirkan Sistem HVAC Hibrida yang mengintegrasikan beberapa teknologi dalam satu sistem, yakni Teknologi Desiccant, Filtrasi HEPA, Sterilisasi UV-C, serta Pengendalian Ventilasi Otomatis. Kombinasi teknologi tersebut dikembangkan untuk menciptakan kualitas udara yang lebih aman, bersih, dan stabil di ruang perawatan intensif neonatal atau NICU.
Menurut Dendi, inovasi yang dikembangkan bukan hanya berfungsi sebagai sistem pendingin ruangan, tetapi juga menjadi platform terpadu dalam mengelola kualitas udara di lingkungan rumah sakit.
"Teknologi ini bukan sekadar sistem pendingin ruangan, tetapi platform pengelolaan kualitas udara yang mengintegrasikan pengendalian kelembapan, filtrasi udara standar rumah sakit, sterilisasi ultraviolet, dan ventilasi cerdas untuk melindungi pasien, tenaga kesehatan, serta bayi baru lahir yang rentan," ujarnya dikutip Sabtu (1/8/2026).
Teknologi tersebut telah melalui tahap uji coba secara eksperimental di Rumah Sakit Unand. Berdasarkan hasil penelitian, sistem yang dikembangkan mampu menjaga kondisi udara tetap stabil, mengurangi pertumbuhan mikroorganisme, serta menekan konsentrasi partikel halus yang berpotensi menjadi media penyebaran penyakit melalui udara.
Selain memberikan kualitas udara yang lebih baik, sistem ini juga mampu menurunkan konsumsi energi secara signifikan dibandingkan penggunaan sistem pendingin udara konvensional.
Dendi menjelaskan bahwa rumah sakit yang berada di kawasan tropis selama ini menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas udara sesuai standar kesehatan tanpa menyebabkan penggunaan energi listrik meningkat secara berlebihan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti menerapkan pendekatan yang memisahkan proses pengendalian kelembapan dengan proses pendinginan udara. Melalui metode tersebut, efisiensi energi dapat ditingkatkan tanpa mengurangi standar kebersihan udara yang dibutuhkan di fasilitas kesehatan.
Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian ini mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas lingkungan rumah sakit serta upaya pencegahan infeksi.
Di sisi lain, pengembangan Sistem HVAC Hibrida juga mendukung SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau karena mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada fasilitas kesehatan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Keikutsertaan Dendi Adi Saputra sebagai Invited Speaker di ICOEE 2026 turut memperkuat posisi Unand sebagai salah satu pusat pengembangan riset HVAC tropis dan teknologi bangunan berkelanjutan di tingkat internasional.
Melalui pengakuan yang diperoleh di forum internasional tersebut, Inovasi Sistem Udara Rumah Sakit Tropis yang dikembangkan Unand menunjukkan potensi besar sebagai solusi bagi fasilitas kesehatan di kawasan tropis.
Pemanfaatan Teknologi Desiccant, Filtrasi HEPA, Sterilisasi UV-C, dan Pengendalian Ventilasi Otomatis diharapkan mampu menghadirkan lingkungan rumah sakit yang lebih aman, hemat energi, dan mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan. (*)
















