Barang Tertinggal di Kereta Api Sumbar Bernilai Puluhan Juta Berhasil Kembali ke Pemilik

Petugas KAI Divre II Sumbar menunjukkan barang-barang tertinggal milik penumpang yang diamankan melalui layanan Lost and Found di stasiun.

Berbagai barang milik penumpang yang tertinggal di kereta api maupun area stasiun diamankan petugas KAI Divre II Sumbar sebelum dikembalikan kepada pemiliknya melalui sistem Lost and Found. (Dok. KAI)

Sumbardaily.com - Barang tertinggal saat bepergian menggunakan kereta api menjadi salah satu kejadian yang kerap membuat penumpang panik. Mulai dari telepon genggam, laptop, dompet, dokumen penting hingga uang tunai, seluruh barang tersebut berpotensi hilang apabila tidak segera ditemukan.

Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) memastikan setiap barang yang ditemukan mendapat penanganan khusus melalui layanan Lost and Found sehingga dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Komitmen tersebut terus diperkuat KAI Divre II Sumbar, terutama selama periode libur sekolah 2026 yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api.

Selain menjamin keselamatan perjalanan, perusahaan juga berupaya memberikan rasa aman kepada pelanggan melalui sistem penanganan barang hilang yang terintegrasi di seluruh stasiun KAI.

Layanan Lost and Found menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dioptimalkan untuk membantu pelanggan yang kehilangan atau meninggalkan barang di dalam rangkaian kereta maupun di lingkungan stasiun.

Sistem ini memungkinkan proses pelacakan barang dilakukan secara lebih cepat dan terhubung antarstasiun.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, layanan tersebut telah membantu banyak pelanggan mendapatkan kembali barang-barang berharganya.

“Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp. 46.150.000. Sementara hingga Semester I tahun 2026, telah tercatat 14 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp. 46.002.500. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Data tersebut menunjukkan bahwa sepanjang dua periode pencatatan itu terdapat puluhan kasus barang tertinggal dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, seluruh barang yang ditemukan berhasil diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Beragam jenis barang tercatat masuk dalam laporan Lost and Found. Mulai dari telepon genggam, laptop, tablet, dompet, tas, dokumen penting hingga uang tunai menjadi barang yang paling sering tertinggal selama perjalanan maupun ketika berada di area stasiun.

“KAI berkomitmen penuh untuk menjaga setiap barang yang ditemukan dan mengupayakan pengembaliannya kepada pemilik yang sah. Kami mengimbau pelanggan agar tidak ragu segera melapor apabila merasa kehilangan barang selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api,” kata Reza.

Bagi pelanggan yang menyadari barangnya tertinggal atau hilang, KAI mengimbau agar segera menyampaikan laporan. Pelaporan dapat dilakukan kepada kondektur selama perjalanan, petugas stasiun, petugas Polsuska maupun melalui Contact Center KAI 121.

Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang barang dapat ditemukan dan segera dikembalikan kepada pemiliknya.

Reza menjelaskan, setiap barang yang ditemukan akan langsung diamankan oleh petugas. Apabila diperlukan, informasi mengenai barang temuan akan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun.

Setelah itu, barang diberi label identitas, didokumentasikan, dan dicatat ke dalam Database Lost and Found KAI yang telah terintegrasi secara daring di seluruh stasiun.

“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melaporkan maupun melakukan pengecekan barang yang hilang di seluruh stasiun KAI. Hal tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif,” jelas Reza.

Selain mengoptimalkan layanan penanganan barang hilang, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan agar lebih waspada terhadap barang bawaannya selama perjalanan.

Penumpang disarankan membawa barang secukupnya serta selalu memeriksa rak bagasi, area tempat duduk, maupun sekeliling kursi sebelum turun dari kereta api agar tidak ada barang yang tertinggal.

“Kami berharap setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain tiba di tujuan dengan selamat, kami juga ingin memastikan seluruh pelanggan membawa kembali barang bawaannya dengan lengkap. Namun apabila terjadi kehilangan, pelanggan tidak perlu panik karena KAI siap membantu melalui layanan Lost and Found yang tersedia di seluruh stasiun,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Kasus Keracunan MBG Berulang, LBH Padang Minta SPPG Bermasalah Diusut hingga Dugaan Korupsi
Kasus Keracunan MBG Berulang, LBH Padang Minta SPPG Bermasalah Diusut hingga Dugaan Korupsi
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air