Sumbardaily.com – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa upaya pengentasan stunting tidak dapat hanya mengandalkan bantuan permakanan. Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting memerlukan pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dikonsumsi secara konsisten oleh anak penerima manfaat.
Pernyataan tersebut disampaikan Annisa berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Senin (6/4/2026) yang menunjukkan masih adanya sejumlah kendala dalam penanganan stunting di Kabupaten Dharmasraya. Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah daerah menemukan bahwa pemberian bantuan makanan tanpa pendampingan intensif belum mampu memberikan hasil yang optimal.
"Dari tinjauan ke lapangan kami melihat stunting bukan hanya soal bantuan makanan. Tanpa pendampingan dan pengawasan untuk memastikan bantuan dikonsumsi secara konsisten, maka hasilnya belum optimal," ujar Annisa Suci Ramadhani.
Ia menjelaskan, terdapat kasus di mana bantuan permakanan telah diberikan selama dua tahun. Namun, program tersebut belum berhasil mengatasi stunting karena konsumsi bantuan tidak termonitor dengan baik.
Selain lemahnya pengawasan, pemerintah daerah juga menemukan adanya faktor lain yang turut memengaruhi kondisi anak, yakni persoalan kesehatan yang dipicu oleh lingkungan yang kurang mendukung.
"Dalam kasus ini, bantuan pemakanan sudah diberikan selama dua tahun, namun belum berhasil karena tidak termonitor dengan baik. Selain itu, ada kondisi lain atau sekunder seperti sanitasi buruk yang memicu masalah kesehatan, termasuk dalam kasus ini cacingan kronis," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Annisa menilai penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi. Menurutnya, perbaikan sanitasi serta penanganan masalah kesehatan penyerta juga menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting.
"Karena itu, penanganan harus menyeluruh—mulai dari perbaikan sanitasi melalui bedah rumah hingga pengobatan kondisi sekunder atau kondisi lain," katanya.
Lebih lanjut, Annisa menekankan bahwa keberadaan bapak dan ibu asuh memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas program penanganan stunting. Pendamping diharapkan dapat melakukan pemantauan secara rutin terhadap konsumsi bantuan makanan sehingga anak memperoleh asupan gizi secara konsisten.
"Yang terpenting, pengentasan stunting tidak cukup dengan bantuan saja, tetapi membutuhkan pendampingan bapak dan ibu asuh yang memantau secara rutin bantuan pemakanan dikonsumsi dengan konsisten agar anak benar-benar keluar dari stunting dan tumbuh dengan baik," tegas Annisa.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya akan menerapkan pola penanganan stunting secara terpadu di seluruh wilayah kabupaten. Strategi tersebut mengintegrasikan bantuan permakanan, pendampingan dan pengawasan, perbaikan sanitasi, serta penanganan kondisi kesehatan penyerta agar program pengentasan stunting dapat berjalan lebih efektif.
"Pola ini akan diterapkan ke depannya secara terpadu di seluruh Dharmasraya agar pengentasan stunting benar-benar tuntas," pungkas Annisa Suci Ramadhani.
Melalui pendekatan yang lebih komprehensif tersebut, Pemkab Dharmasraya berharap upaya pengentasan stunting tidak hanya mampu menurunkan jumlah kasus, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal melalui dukungan gizi, lingkungan yang sehat, serta pendampingan dan pengawasan yang berkesinambungan. (*)
















