JKA Usulkan Nama Baru Tol Padang-Sicincin, Dinilai Lebih Mewakili Jalur Aktual

JKA Usulkan Nama Baru Tol Padang-Sicincin, Dinilai Lebih Mewakili Jalur Aktual

Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, saat menghadiri rapat koordinasi yang digelar Direktorat IV Jaksa Agung Muda Intelijen di Ruang Rapat Nike Hotel Mercure Padang, Kamis (4/6/2026). (Foto: Pemkab Padang Pariaman)

Sumbardaily.com - Usulan perubahan nama ruas Tol Padang-Sicincin menjadi Tol Batang Anai–Kapalo Hilalang mencuat dalam rapat koordinasi percepatan penyelesaian berbagai kendala pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Lubuak Aluang–Padang di Provinsi Sumatera Barat.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, saat menghadiri rapat koordinasi yang digelar Direktorat IV Jaksa Agung Muda Intelijen di Ruang Rapat Nike Hotel Mercure Padang, Kamis (4/6/2026).

Selain membahas percepatan pembangunan jalan tol, forum tersebut juga mengupas berbagai Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang masih muncul dalam proses pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

Dalam kegiatan itu, John Kenedy Azis hadir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (LHPKPP) Andri Satria Masri, Sekretaris Dinas PUPR Fauzil Irawadi, Camat Lubuak Aluang Dion Franata, Camat 2x11 Kayu Tanam Junaidi, Wali Nagari Singguliang Romi Hadi Putra, serta Wali Nagari Kapalo Hilalang Hendrizal.

Rapat juga diikuti Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Kementerian ATR/BPN, Kantor Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman, Dinas Perkimtan Sumbar, Satker Pengadaan Tanah Wilayah II Kementerian PUPR, BKSDA Sumbar, dan Dinas Kehutanan Sumbar.

Pembahasan utama difokuskan pada sejumlah persoalan yang masih ditemui dalam pembangunan jalan tol, terutama pada trase Exit Tol Sungai Abang yang berada di Kecamatan Lubuak Aluang. Selain itu, beberapa titik lain di wilayah Kecamatan Lubuak Aluang dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Tak hanya membahas penyelesaian kendala pembangunan, forum koordinasi itu turut menyinggung rencana lanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini berakhir di Exit Tol Kapalo Hilalang. Dalam pemaparan yang disampaikan, sejumlah hasil perencanaan beserta alternatif trase untuk tahap pengembangan berikutnya turut diperkenalkan kepada peserta rapat.

Pada kesempatan tersebut, John Kenedy Azis menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk mendukung penuh percepatan pembangunan dan keberlanjutan proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Lubuak Aluang–Padang.

Menurutnya, keberadaan jalan tol memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing wilayah.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mendukung penuh percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang menghambat pembangunan jalan tol. Kehadiran jalan tol ini sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar JKA.

Dalam forum yang sama, JKA turut menyoroti tingkat pemanfaatan ruas Tol Padang-Sicincin yang menurutnya masih belum optimal. Ia menilai terdapat beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian agar penggunaan jalan tol oleh masyarakat dapat meningkat.

Salah satu hal yang disampaikan adalah terkait penamaan ruas tol tersebut. Menurutnya, nama Tol Padang-Sicincin belum sepenuhnya menggambarkan titik awal dan titik akhir jalur yang dilalui kendaraan.

Karena itu, JKA mengusulkan kepada PT Hutama Karya untuk mempertimbangkan perubahan nama ruas tol menjadi Tol Batang Anai–Kapalo Hilalang.

Menurutnya, penggunaan nama yang lebih sesuai dengan lokasi aktual dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada pengguna jalan. Selain itu, penamaan yang tepat dinilai mampu menghilangkan persepsi sebagian masyarakat yang menganggap ruas tol tersebut memiliki lintasan yang terlalu panjang atau memutar.

Selain persoalan nama, JKA juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait tarif tol yang masih dinilai cukup tinggi oleh sebagian pengguna. Masukan tersebut diharapkannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan minat masyarakat menggunakan jalan tol.

Ia menilai, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan tol akan berdampak positif terhadap efektivitas sarana transportasi yang menawarkan perjalanan lebih cepat, aman, dan nyaman.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, percepatan pembangunan maupun kelanjutan Jalan Tol Trans Sumatera di Sumatera Barat diharapkan dapat segera terealisasi. Kehadiran infrastruktur tersebut diyakini akan mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang. (*)

Baca Juga

Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Masak Sambalado Tanak Pakai Kayu Bakar, Tradisi Minangkabau Hidup di Padang Panjang
Masak Sambalado Tanak Pakai Kayu Bakar, Tradisi Minangkabau Hidup di Padang Panjang
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Melihat Pacu Jawi di Tanah Datar, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasi Perlombaannya
Melihat Pacu Jawi di Tanah Datar, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasi Perlombaannya
Dua wisatawan asal Jerman menikmati suasana kawasan Kota Tua di Padang sambil mengunjungi destinasi wisata bersejarah dan ikon kota.
Dibutuhkan Ketegasan Pemko yang Persuasif untuk Menjadikan Padang Destinasi Global yang Digemari Wisman
Martina atau Uni Tina berdiri di tempat usahanya sambil memperlihatkan Lamang Tapai Uni Tina dengan berbagai varian kuliner tradisional Minangkabau di Kota Padang.
Malamang Basamo Padang tak Cuma Soal Makanan, Ada Budaya dan Adat yang Ingin Dibawa Mendunia