Sumbardaily.com - Upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pesisir Selatan terus diperkuat. Salah satunya melalui pelaksanaan Audit Internal Tuberkulosis (TBC) Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan di Aula Lantai 2 RSUD Dr. Muhammad Zein Painan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap capaian program penanggulangan TBC sekaligus upaya memperbaiki kualitas layanan kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di daerah itu.
Audit internal itu merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan audit internal yang sebelumnya disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.
Direktur RSUD Dr. Muhammad Zein Painan pada kegiatan tersebut diwakili Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr. Al Laily Fitri. Kegiatan turut dihadiri dokter spesialis rumah sakit, yakni dr. Riana Youri, Sp.A dan dr. Anggie Yumanda, Sp.P.
Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan bersama tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Dalam audit tersebut, sejumlah indikator penting menjadi fokus evaluasi. Di antaranya capaian Treatment Coverage (TC), penanganan TBC anak, investigasi kontak, hingga pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Seluruh indikator itu dinilai memiliki peran penting dalam mendukung target percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kegiatan audit internal ini juga bertujuan meningkatkan kualitas penemuan kasus dan tata laksana pasien TBC agar sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
Peserta audit membahas berbagai persoalan yang masih ditemukan di lapangan. Mulai dari tantangan deteksi dini kasus, penegakan diagnosis TBC pada pasien dewasa maupun anak, hingga optimalisasi investigasi kontak di wilayah kerja masing-masing fasilitas kesehatan.
Tidak hanya itu, peserta juga melakukan telaah dokumen kasus TBC anak sebagai bahan evaluasi bersama. Situasi TBC tahun 2025 hingga 2026 turut dipaparkan dalam kegiatan tersebut untuk melihat perkembangan capaian program penanggulangan TBC di daerah.
Berbagai strategi peningkatan capaian program juga dibahas dalam forum audit tersebut. Langkah itu diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus perbaikan pelayanan kesehatan ke depan, terutama dalam penanganan dan pencegahan penularan TBC.
“Melalui kegiatan audit internal ini, diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pesisir Selatan semakin optimal dalam melakukan penemuan kasus, penegakan diagnosis, pengobatan, serta pencegahan penularan TBC,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Audit internal ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh tenaga kesehatan dalam mendukung target eliminasi TBC secara maksimal di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dengan keterlibatan berbagai tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, upaya penanggulangan TBC diharapkan semakin terarah dan efektif, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mempercepat penanganan kasus di tengah masyarakat. (*)
















