Mentawai Diguncang Gempa Bumi, BMKG Pastikan tak Berpotensi Tsunami

Mentawai Diguncang Gempa Bumi, BMKG Pastikan tak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Freepik)

Sumbardaily.com - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo signifikan mengguncang wilayah Timur Laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), pada Sabtu (4/4/2026) sore. Peristiwa ini langsung menjadi perhatian karena getarannya dirasakan luas hingga ke sejumlah daerah di daratan Sumatera Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 18.21.12 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,4 setelah sebelumnya diinformasikan berkekuatan 5,7.

Episenter gempa terletak pada koordinat 2,12 derajat lintang selatan dan 99,97 derajat bujur timur, tepatnya berada di laut sekitar 43 kilometer arah tenggara Tua Pejat dengan kedalaman 40 kilometer.

"Gempa yang terjadi termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki karakteristik pergerakan naik atau thrust fault," kata Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Rahmat Triyono.

Dampak gempa dirasakan cukup luas oleh masyarakat. Di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman, getaran tercatat pada skala III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Solok dan Kota Solok merasakan getaran dengan intensitas II hingga III MMI. Getaran pada tingkat ini dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Di daerah lain seperti Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, hingga Kabupaten Solok Selatan, getaran berada pada skala II MMI. Artinya, hanya sebagian orang yang merasakan getaran, dengan benda-benda ringan terlihat bergoyang.

"Meski getaran dirasakan di banyak wilayah, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan tidak adanya indikasi ancaman gelombang laut akibat peristiwa tersebut," ujar Rahmat.

Selain itu, hingga pukul 18.43 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti media sosial (medsos) terverifikasi, situs resmi serta aplikasi mobile.

"Masyarakat diimbau untuk mengakses informasi dari sumber terpercaya guna menghindari kesalahpahaman di tengah situasi pasca gempa," tuturnya. (*)

Baca Juga

Kepala Divisi Trans Padang Perumda Padang Sejahtera Mandiri Aulil Amri menjelaskan penyesuaian rute Koridor 2 dan 4 untuk akses menuju Pelabuhan Teluk Bayur.
HJK ke-357: Rute Trans Padang Koridor 2 dan 4 Diubah untuk Layani Pengunjung Open Ship, Tarif Rp1
Pariwisata Sumbar Juni 2026 Tunjukkan Tren Berbeda, Hotel Makin Ramai Meski Wisman Menurun
Pariwisata Sumbar Juni 2026 Tunjukkan Tren Berbeda, Hotel Makin Ramai Meski Wisman Menurun
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako serta kebutuhan ibu dan anak kepada warga terdampak banjir di Kota Padang.
Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim 100 Paket Bantuan
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara