Sumbardaily.com, Padang Pariaman - Pergerakan penumpang pada momentum Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, khususnya menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Data terbaru dari PT Angkasapura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau mencatat dominasi arus kedatangan penumpang pada H-2 Lebaran.
Pada hari keenam pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 atau H-2, tercatat sebanyak 36 penerbangan datang dan 36 penerbangan berangkat.
Dari jumlah tersebut, total penumpang yang tiba mencapai 6.363 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 3.980 orang.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Angkutan Lebaran 2025, jumlah pergerakan pesawat tidak mengalami perubahan. Namun, terjadi peningkatan pada jumlah penumpang.
Penumpang datang mengalami kenaikan sebesar 7,8 persen dari sebelumnya 5.902 orang, sementara penumpang berangkat naik 1,3 persen dari 3.930 orang.
Dominasi arus mudik terlihat dari tingginya jumlah penumpang yang datang ke BIM. Dari total pergerakan penumpang, sebanyak 61,5 persen merupakan penumpang datang atau 6.363 orang, sedangkan penumpang berangkat hanya 38,5 persen atau 3.980 orang.
Selain itu, peningkatan trafik juga didorong oleh tambahan penerbangan yang dioperasikan sejumlah maskapai. Pada periode H-2, terdapat 8 penerbangan tambahan untuk kedatangan dan 8 penerbangan tambahan untuk keberangkatan.
Rute tambahan tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air dari Jakarta, Lion Air dan Super Air Jet dari Batam, serta Super Air Jet dari Yogyakarta.
Secara kumulatif, selama periode Posko Monitoring yang berlangsung sejak 13 Maret 2026 (H-7) hingga 18 Maret 2026 (H-2), total pergerakan penerbangan mencapai 205 penerbangan datang dan 206 penerbangan berangkat. Sementara itu, jumlah penumpang tercatat sebanyak 34.149 orang datang dan 21.400 orang berangkat.
Dibandingkan dengan Angkutan Lebaran tahun sebelumnya, terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Pada periode yang sama di 2025, jumlah penerbangan tercatat sebanyak 185 kedatangan dan 186 keberangkatan.
Dengan demikian, pada tahun 2026 terjadi peningkatan sebesar 10,2 persen untuk penerbangan datang dan 10,8 persen untuk penerbangan berangkat.
Kenaikan juga terlihat pada jumlah penumpang. Tahun sebelumnya, penumpang datang berjumlah 30.815 orang dan penumpang berangkat 19.490 orang.
Pada tahun 2026, angka tersebut meningkat masing-masing sebesar 10,8 persen untuk kedatangan dan 9,8 persen untuk keberangkatan.
Tak hanya itu, realisasi penerbangan tambahan selama periode H-7 hingga H-2 juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 25 penerbangan tambahan untuk kedatangan dan 25 penerbangan tambahan untuk keberangkatan.
Rute tambahan ini dilayani oleh Garuda Indonesia dan Lion Air dari dan menuju Jakarta, Lion Air dari dan ke Batam, Super Air Jet dari dan ke Yogyakarta, serta Wings Air dari dan ke Gunung Sitoli.
Secara keseluruhan, PT Angkasapura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau menyimpulkan bahwa selama periode Angkutan Lebaran 2026 dari H-7 hingga H-2 terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 10,4 persen dan peningkatan pergerakan pesawat sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Bandara Internasional Minangkabau menjadi salah satu pintu masuk utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke Sumatera Barat (Sumbar) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan penumpang yang didominasi oleh kedatangan mengindikasikan tingginya mobilitas pemudik yang memilih jalur udara untuk kembali ke kampung halaman. (adl)
















