Sumbardaily.com, Agam – Jalur Malalak didorong kembali beroperasi sebelum puncak arus mudik Idul Fitri 2026 sebagai langkah strategis mengurai potensi kemacetan di wilayah Kabupaten Agam.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menilai jalur Padang–Bukittinggi via Malalak memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Upaya percepatan pembukaan akses tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam yang digelar di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Sabtu (21/2/2026). Rapat itu dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan Bupati Agam, Benni Warlis.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada langkah konkret mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri.
Kabupaten Agam diketahui kerap menjadi titik kepadatan lalu lintas saat momen libur panjang, baik karena posisinya sebagai jalur perlintasan maupun sebagai daerah tujuan wisata.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Agam, Rio Eka Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema teknis untuk meminimalkan kemacetan.
Alternatif jalur serta rekayasa lalu lintas telah dipetakan sebagai bentuk antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan yang diperkirakan signifikan saat Idul Fitri.
“Secara konsep, kita sudah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas serta alternatif jalan untuk mengurai kepadatan. Namun, implementasinya tetap membutuhkan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian agar rekayasa lalu lintas berjalan optimal,” ujarnya, dikutip Senin (23/2/2026).
Rio menjelaskan, tantangan utama saat ini terletak pada kondisi sejumlah ruas jalan yang terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir.
Kerusakan jalan terjadi akibat material longsor hingga badan jalan yang terban karena tingginya curah hujan. Situasi tersebut berpotensi memunculkan titik kemacetan baru apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, Pemkab Agam berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi untuk mempercepat proses perbaikan infrastruktur sebelum puncak arus mudik dimulai.
Percepatan penanganan dinilai menjadi faktor krusial mengingat Agam merupakan salah satu daerah lintasan utama di Sumbar.
Menanggapi hal tersebut, Gubernu Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa Jalur Malalak menjadi salah satu prioritas yang tengah diupayakan agar dapat kembali dilalui, setidaknya oleh kendaraan roda empat, sebelum puncak arus mudik.
Menurutnya, pembukaan kembali akses tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas.
“Agam ini selain sebagai jalur perlintasan, juga menjadi destinasi favorit masyarakat. Karena itu, perbaikan akses jalan menjadi sangat penting untuk mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika akses via Malalak dapat kembali difungsikan, dampaknya tidak hanya pada penguraian kemacetan, tetapi juga terhadap distribusi barang dan pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah Agam dan sekitarnya.
“Jika akses via Malalak bisa dibuka kembali, dampaknya akan sangat besar, tidak hanya dalam mengurai kemacetan, tetapi juga dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Agam dan sekitarnya,” tambahnya.
Melalui koordinasi antara Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, dan pihak kepolisian, diharapkan langkah-langkah strategis yang telah disusun dapat segera direalisasikan.
Dengan demikian, arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi Jalur Malalak maupun wilayah Agam secara umum. (red)
















