Irigasi Lubuk Minturun Padang Kembali Mengalir, Ratusan Hektar Sawah Warga Terselamatkan

Irigasi Lubuk Minturun Padang Kembali Mengalir, Ratusan Hektar Sawah Warga Terselamatkan

Air kembali mengalir di saluran irigasi Lubuk Minturun pascakekeringan. (Foto: Kominfo Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Kembalinya fungsi Daerah Irigasi Lubuk Minturun di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menjadi kabar baik bagi ratusan petani yang sebelumnya dilanda kekeringan.

Jaringan irigasi tersebut kembali beroperasi dan mulai mengaliri lahan pertanian warga pada Rabu (28/1/2026). Aktivasi kembali irigasi ini mengakhiri masa sulit yang sempat dihadapi para petani di Lubuk Minturun.

Dalam beberapa waktu terakhir, pasokan air yang terbatas membuat sebagian sawah berada dalam kondisi kritis dan mengancam keberlangsungan tanaman padi yang tengah memasuki berbagai fase pertumbuhan.

Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fajar Mahkota menyampaikan rasa syukur atas kembali mengalirnya air ke area persawahan. Menurutnya, kondisi kekeringan telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap tanaman padi milik petani.

“Susah cukup lama sawah kami kekeringan. Ada (padi) yang baru tanam dua minggu, ada yang baru mulai bersemi,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ketersediaan air irigasi dinilai sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut. Berfungsinya kembali Daerah Irigasi Lubuk Minturun memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan ekosistem pertanian, sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas sawah warga.

Total luas lahan pertanian yang kembali mendapatkan aliran air mencapai sekitar 242 hektar. Aliran tersebut menjangkau lima kelompok tani yang berada di bawah naungan Gapoktan Fajar Mahkota.

“Aliran air ini menjangkau lima kelompok tani di bawah naungan Gapoktan Fajar Mahkota, yakni Kelompok Tani Simparapan, Labuah Malintang, Bungo Padi, Pagai 1, dan Pagai 2,” ujarnya.

Meski demikian, para petani berharap perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang tidak berhenti pada pemulihan sementara.

Mereka menilai masih terdapat sejumlah bagian jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan agar distribusi air dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh lahan pertanian.

“Harapannya untuk Pemko Padang, semoga jaringan irigasi kami yang ada rusak mohon diperbaiki,” pungkas perwakilan Gapoktan tersebut.

Perbaikan menyeluruh pada infrastruktur irigasi dinilai penting untuk menjaga ketahanan sektor pertanian di Lubuk Minturun serta mencegah terulangnya kekeringan yang dapat mengancam produksi pangan dan kesejahteraan petani di Kota Padang. (red)

Baca Juga

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro meninjau rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Padang.
Anggaran Rehabilitasi Sekolah di Padang Tembus Rp3 Miliar Ada SD yang Harus Relokasi Belajar
Petugas membantu warga memahami proses pendaftaran atau pemutakhiran data Perlinsos melalui telepon seluler.
Pendaftaran Perlinsos di Padang Diperpanjang hingga 31 Desember 2026, Data Ini jadi Acuan Bansos 2027
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Sapa #TerimaKasihSahabat di Padang
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Sapa #TerimaKasihSahabat di Padang
Dinas Perkim Kota Padang melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan serta saluran drainase di kawasan permukiman.
Jalan dan Drainase Mulai Tertekan Pemukiman Baru, Ini Langkah yang Diambil Pemko Padang
Padang Telusuri Orang yang Pernah Kontak Pasien TBC, Kasus Positif Langsung Diarahkan Berobat
Padang Telusuri Orang yang Pernah Kontak Pasien TBC, Kasus Positif Langsung Diarahkan Berobat
Hadapi Kekeringan, Dharmasraya Dapat Pinjam Pakai 2 Mobil Tangki Air dari BPBD Sumbar
Hadapi Kekeringan, Dharmasraya Dapat Pinjam Pakai 2 Mobil Tangki Air dari BPBD Sumbar