Sumbardaily.com, Agam – Penantian panjang warga terdampak bencana di Kabupaten Agam akhirnya mulai terjawab. Pemerintah pusat dan daerah meresmikan sekaligus menyerahkan 117 unit Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Huntara tersebut disiapkan sebagai solusi transisi bagi warga yang selama ini masih bertahan di pengungsian akibat kerusakan rumah pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu
Peresmian Huntara di Palembayan ini dilakukan Sabtu (24/1/2026) menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan sosial masyarakat Agam. Acara tersebut juga diikuti secara daring oleh tiga kabupaten lain yang turut terdampak, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai bagian dari upaya pemulihan terintegrasi di Sumatera Barat (Sumbar).
Sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah hadir dalam peresmian tersebut. Tampak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK Pratikno, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis, bersama jajaran terkait lainnya.
Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya percepatan pemanfaatan Huntara agar warga tidak berlarut-larut berada di pengungsian. Menurutnya, hunian sementara ini menjadi langkah awal agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak dan normal.
“Hari ini Huntara mulai ditempati supaya masyarakat bisa kembali hidup lebih normal. Kami mengucapkan terima kasih kepada para korban bencana yang telah sabar menunggu hunian sementara ini selesai,” ujar Pratikno.
Apresiasi juga disampaikan Mendagri Tito Karnavian terhadap langkah cepat pemerintah daerah dan pusat dalam membangun Huntara. Ia menilai keberadaan hunian sementara menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban pengungsian yang masih dialami warga terdampak.
“Huntara ini sangat ditunggu dan menjadi solusi untuk mengurangi pengungsian,” kata Tito.
Data pemerintah daerah menunjukkan skala kerusakan akibat bencana di Kabupaten Agam tergolong besar. Tercatat 2.283 rumah mengalami rusak berat, sementara hingga saat ini 558 warga telah menempati Huntara yang telah dibangun sebelumnya.
Pemerintah pun merencanakan pembangunan 612 unit Huntara serta 1.744 unit hunian tetap (Huntap) yang akan tersebar di tiga kecamatan dan lima lokasi dengan total luas mencapai sekitar dua hektare.
Bupati Agam Benni Warlis menambahkan, dampak bencana tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi juga memukul sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat. Hingga kini, masih banyak lahan pertanian yang belum sepenuhnya pulih.
“Sekitar 1.700 hektare sawah masih tertimbun dan hampir 3.000 hektare terdampak gangguan irigasi,” ujarnya.
Peresmian 117 Huntara di Palembayan menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana di Kabupaten Agam.
Selain menyediakan hunian sementara yang layak, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan menuju pembangunan hunian tetap dan pemulihan sektor-sektor produktif masyarakat. (red)
















