Sumbardaily.com – Laga Bali United vs Semen Padang FC pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 menjadi momentum krusial bagi Kabau Sirah untuk memulai kebangkitan di putaran kedua kompetisi.
Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1) dengan kickoff pukul 15.30 WIB, Semen Padang datang membawa ambisi besar usai melakukan perombakan signifikan pada skuad.
Pertandingan ini menjadi laga perdana putaran kedua bagi kedua tim, sekaligus ujian awal bagi Semen Padang FC yang berupaya keluar dari tekanan papan bawah klasemen.
Pada putaran pertama, Kabau Sirah harus melalui fase sulit setelah hanya mampu mengoleksi 10 poin dari 17 pertandingan, yang membuat mereka terpuruk di peringkat ke-17 dari 18 tim.
Situasi tersebut mendorong manajemen Semen Padang bergerak agresif di bursa transfer paruh musim. Klub asal Sumatera Barat itu mendatangkan sembilan pemain baru, dengan tujuh di antaranya merupakan pemain asing, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tim di putaran kedua.
Sejumlah nama pemain asing yang kini memperkuat Kabau Sirah antara lain Boubakary Diarra, Jaime Giraldo, Ravy Tsouka, Kianz Froese, Kazuki Nakagawa, Guillermo Fernandez, dan Maicon de Souza. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberi warna baru sekaligus mendongkrak performa Semen Padang saat menghadapi Bali United.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menegaskan bahwa timnya datang ke Bali dengan persiapan matang dan motivasi tinggi. Menurutnya, laga pembuka putaran kedua menjadi momen penting untuk memulai langkah baru dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
“Kita datang lebih awal dengan kondisi tim siap sepenuhnya. Kita ingin memulai putaran kedua dengan hasil positif. Kami datang untuk mencuri poin, karena memang di klasemen saat ini, Semen Padang sangat membutuhkan poin,” ujar Dejan Antonic saat konferensi pers jelang laga.
Mantan pelatih Borneo FC Samarinda tersebut meyakini pertandingan melawan Bali United akan berlangsung ketat. Ia menilai laga perdana putaran kedua selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi setiap tim, termasuk bagi tuan rumah Serdadu Tridatu.
“Game pertama pasti berat untuk kedua tim. Berat untuk Bali United, juga berat untuk kita,” kata Dejan menegaskan.
Selain menjadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain anyar, pertandingan Bali United vs Semen Padang FC juga membuka peluang Kabau Sirah untuk memperbaiki posisi klasemen. Semen Padang berpotensi naik setidaknya satu tingkat apabila mampu meraih poin di Gianyar.
Peluang tersebut terbuka setelah Persis Solo, yang berada satu tingkat di atas Semen Padang dengan koleksi poin sama, yakni 10 poin, menelan kekalahan 0-1 dari Borneo FC di Stadion Manahan, Solo.
Hasil itu membuat persaingan di papan bawah kian ketat dan memberi tambahan motivasi bagi Semen Padang untuk mencuri poin dari markas Bali United.
Dengan suntikan tenaga baru, semangat kebangkitan, serta kebutuhan mendesak akan poin, laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi ujian sekaligus harapan awal bagi Kabau Sirah dalam menapaki putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (red)
















