Pengangguran di Sumbar Turun, Tapi Lulusan Diploma dan Sarjana Masih Sulit Dapat Kerja

Pengangguran di Sumbar Turun, Tapi Lulusan Diploma dan Sarjana Masih Sulit Dapat Kerja

Ilustrasi Pengangguran (Foto: Freepik.com)

Sumbardaily.com, Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 menjadi 5,62 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja di Sumbar, sekitar enam orang masih menganggur.

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyebutkan penurunan ini menandakan kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut terus membaik.

“Jika dibandingkan Agustus 2024, TPT Sumbar turun sebesar 0,13 persen poin,” kata Sugeng di Padang, Rabu (5/11/2025).

Meski begitu, perbedaan tingkat pengangguran masih terlihat antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2025, TPT laki-laki tercatat sebesar 5,18 persen, sementara perempuan mencapai 6,24 persen.

“Dibandingkan tahun lalu, TPT laki-laki naik 0,28 persen poin, sedangkan perempuan justru turun 0,73 persen poin,” tambahnya.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pengangguran di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. BPS mencatat TPT perkotaan mencapai 6,53 persen, sementara di perdesaan sebesar 4,51 persen.

Kedua wilayah sama-sama mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2024, masing-masing turun 0,14 dan 0,23 persen poin.

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, tamatan Diploma I/II/III mencatat TPT tertinggi sebesar 8,03 persen, diikuti lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 7,82 persen.

Sebaliknya, pengangguran terendah justru berasal dari kelompok pendidikan SD ke bawah dengan TPT 3,09 persen, serta lulusan SMP sebesar 4,16 persen.

Sugeng menambahkan, pola ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar justru dialami oleh tenaga kerja berpendidikan tinggi yang belum terserap pasar kerja.

“Fenomena ini memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Penurunan angka pengangguran Sumbar dinilai sebagai capaian positif, meski BPS tetap mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja, khususnya di sektor formal yang mampu menyerap lebih banyak pekerja berpendidikan menengah dan tinggi.

Dengan tren penurunan TPT ini, BPS berharap pemerintah daerah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan berbasis industri, agar keseimbangan antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerja dapat tercapai. (fru)

Baca Juga

KM Sabuk Nusantara 68 Layani Rute Mentawai, Cek Jadwal Tiap Pelabuhan
KM Sabuk Nusantara 68 Layani Rute Mentawai, Cek Jadwal Tiap Pelabuhan
331 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumatera Selatan Naik Jadi 38 Titik
331 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumatera Selatan Naik Jadi 38 Titik
Karhutla Terkini, Hotspot Turun Tajam tapi Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masih Buruk
Karhutla Terkini, Hotspot Turun Tajam tapi Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masih Buruk
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Barat Sumbar hingga 28 September
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Barat Sumbar hingga 28 September
Prabowo Bentuk BPGMN, Gandeng Ilmuwan Cegah Karhutla di 6 Provinsi
Prabowo Bentuk BPGMN, Gandeng Ilmuwan Cegah Karhutla di 6 Provinsi
Tim SAR gabungan menyelesaikan operasi pencarian korban banjir bandang Solok setelah korban kedua, Agusra, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).
Korban Kedua Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Tetap Siaga